Hidayatullah.com – Gerombolan pemukim ilegal Yahudi kembali memicu kerusuhan dengan membakar dua masjid di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduki ‘Israel’ pada Ahad (26/07/2026).
Melansir kantor berita Palestina WAFA, pemukim ilegal ‘Israel’ menyerbu desa Kur di Tulkarem dan membakar salah satu masjidnya. Mereka juga mencoret dinding masjid dengan kalimat rasis sebelum meninggalkannya dalam kobaran api.
Warga Palestina setempat berhasil memadamkan api dan mencegahnya semakin menyebar.
Beberapa jam sebelumnya, gerombolan pemukim lain juga membakar Masjid Al-Rahma, yang sedang dalam pembangunan, di Qusra, Nablus. Serangan tersebut mengakibatkan sejumlah material seperti kayu dan peralatan konstruksi hangus terbakar.
Berdalih menjaga keamanan, tentara ‘Israel’ lantas mengepung Nablus, melakukan penangkapan massal terhadap warga Palestina dan mengumumkan operasi militer di seluruh Tepi Barat.
Kondisi warga Palestina di Tepi Barat
Sejak Oktober 2023, pasukan penjajah ‘Israel’ dan pemukim ilegal Yahudi telah membunuh setidaknya 1.182 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, melukai ribuan orang dan menangkap sekitar 24.000 orang, menurut pejabat Palestina.
Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Palestina mengatakan dalam sebuah laporan pada 6 Juli bahwa terjadi 3.488 serangan pemukim ilegal Yahudi terhadap warga Palestina dan harta benda mereka pada paruh pertama tahun ini, termasuk serangan terhadap desa-desa, serangan pembakaran rumah, penembakan, perebutan tanah dan pendirian pos-pos pemukiman, yang menyebabkan 17 warga Palestina gugur.
Menurut warga Palestina, kerusuhan dan serangan yang terus menerus terjadi ini merupakan bagian dari rencana ‘Israel’ untuk mencaplok Tepi Barat dan menggagalkan peluang negara Palestina merdeka.*




