Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Hidayah dari Teras Masjid

sahid
Terakhir diupdate: 2 Juni 2012 15:27 3:27 pm
sahid
Dipublikasikan 2 Juni 2012 15:27
Bagikan
Bagikan

SEPERTI biasa, selepas shalat Isya berjamaah kami berkumpul di teras masjid. Kami bicara hal-hal yang bermanfaat, kadang berkaitan dengan memakmurkan masjid. Tidak jarang di antara kami saling menceritakan isi buku yang baru dibacanya, dan biasanya kami sangat suka mendengarkan kisah Rasulullah Shallalu ‘alaihi Wassalam, para sahabat dan para ulama terdahulu.

Setelah mendengar kisah-kisah itu, kami serasa seperti baterei yang “dicharge”. Semangat kami untuk melaksanakan amalan-amalan shalih seperti dipompa lagi.

Malam itu giliran salah satu saudara kami, Pak Parno, yang bercerita tentang Ibrahim bin Adham. Kisah ini, katanya, sangat terkenal, banyak dimuat di media massa dan sudah banyak yang mendengarnya. Saya sendiri, baru mendengar malam itu dari beliau yang sehari-harinya memang kutu buku.

Ringkas cerita, Ibrahim bin Adham mendengar dari malaikat bahwa ibadahnya tidak diterima Allah SWT selama 40 hari. Sebab, sebelumnya ketika membeli kurma dia mengambil sebiji kurma yang terjatuh dan bukan termasuk ke dalam bagian kurma yang ia beli, tanpa seijin penjualnya. Sesuatu yang saat ini sudah biasa bagi kita, tapi menjadi suatu petaka bagi seorang shalih macam Ibrahim bin Adham.

Ketika kami sekeluarga dalam perjalanan menengok orangtua, iseng-iseng saya membuka laci mobil dan di situ terlihat sebungkus jagung goreng, atau orang Jawa biasa menyebutnya marning. Tanpa banyak cakap, marning itu langsung saya santap. Pikir saya, wong mobil saya yang punya, berarti marning yang ada di dalam mobil ini tidak masalah kalau saya makan.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Ketika marning itu tinggal beberapa biji, tiba-tiba saya teringat cerita Pak Parno dengan Ibrahim bin Adham-nya. Astaghfirullah, sontak saya setengah berteriak hingga mengagetkan seluruh isi mobil. Mengabaikan muka-muka bingung dari penumpang mobil, saya buru-buru mengambil telepon seluler dan segera menelpon ke Surabaya, menghubungi para penumpang antar jemput karyawan yang setiap harinya saya layani dengan mobil ini. Saya asumsikan marning tersebut milik salah seorang penumpang antar jemput yang kelupaan sehingga tertinggal di mobil.

Ternyata tidak ada seorang pun yang mengaku menjadi empunya makanan kecil yang renyah itu. Hati saya berdetak kian kencang, takut kalau-kalau sebentar lagi Allah mengutus Izrail mengambil kembali ruh saya, dalam keadaan saya belum sempat mendapat keihklasan dari yang punya marning tadi, astaghfirullah.

Pas putus asa sudah terasa di depan mata, saya menelepon ke rumah dengan sedikit harapan barangkali ada informasi lain yang berguna. Ketika itu sopir saya yang mengangkat telepon, dan dengan semangat yang hampir luruh saya menanyakan perihal marning tadi. Apa yang saya dengar?

Sopir saya dengan suara gemetaran menahan takut mengaku bahwa dialah yang meninggalkan marning di mobil, dua hari sebelumnya karena terlupa.

“Mohon maaf Pak, saya lupa belum membersihkan mobil,” ungkapnya terbata-bata.

Subhanallah, Allah masih memberi saya kesempatan.

“Tak masalah, aku minta maaf dan minta kamu ikhlas marningmu aku makan. Karena kalau kamu tidak ikhlas, apa jadinya kalau aku keburu mati ketika makan barang haram,“ jawab saya sambil menahan tangis.

Adegan selanjutnya adalah saya sibuk menjawab celotehan kedua permata hati dan istri saya, tentang apa yang barusan terjadi. Alhamdulillah, saya bisa berdakwah kepada keluarga saya dengan hanya menceritakan pengalaman pribadi tadi.

Tak terasa rumah orangtuaku makin dekat. Ya Allah, berikan aku hidup istiqomah di jalan-Mu dan akhir yang khusnul khotimah. Ya Allah, masukkan aku ke surga-Mu dan pertemukan aku dengan Rasulullah dan Ibrahim bin Adham. Amin …….*/Abu Imam

Redaktur: sahid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mursy Janji Penjarakan Mubarak Selamanya
Tulisan selanjutnya Vonis Mubarak: Penjara Seumur Hidup dan Bebas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Artikel
21 Juli 2026 07:00
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?