Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Pluralisme di Indonesia Hanya Tambal Sulam!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 November 2014 16:51 4:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 November 2014 16:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perkuliahan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL kembali digelar pada hari Kamis, 30 Oktober 2014, di Ruang Aula Insitute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Kalibata Jakarta.

Dimoderatori oleh Adif Widhianto, peserta perwakilan dari KAMMI Al Faruq, perkuliahan kali ini mengangkat tema “Pluralisme Agama” dengan menghadirkan Akmal Sjafril, M.Pd.I. sebagai narasumber.

“Pluralisme adalah paham yang menganggap semua agama sama, meski tidak identik, menurut konsep dasar dari masing-masing tren pluralisme yang dianut,” papar Akmal. Dalam kesempatan kali ini, Akmal memaparkan tren-tren pluralisme seperti; Humanisme Sekular, Teologi Global, Sinkretisme, Hikmah Abadi dan Teosofi Freemasonry. Kelima tren pluralisme ini berbeda-beda maknanya, namun tetap memiliki satu inti kesamaan, yakni meyakini bahwa semua agama itu sama.

Dalam berbagai kesempatan, para liberalis yang mengaku pluralis justru tak pernah menjelaskan apa definisi dari pluralisme itu sendiri. Banyak dari mereka membicarakan pluralisme secara panjang lebar tanpa menjelaskan definisinya. Di situs JIL, penjelasan mereka tentang pluralisme malah ada yang saling bertentangan.

“Konsep pluralisme agama yang dikemukakan oleh para liberalis di Indonesia hanya tambal sulam. Artinya, mencatut berbagai konsep pluralis Barat yang sesuai dengan bahasan mereka saja, dan adakalanya konsep-konsep yang dicatut malah saling bertentangan, misalnya antara pemikiran John Hick dan kaum perennialis,” ujarnya.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Pluralisme di Barat memang ‘terpaksa’ menjadi solusi untuk menghindari pertumpahan darah di antara penganut agama, namun umat Muslim tidak membutuhkannya. Lalu mengapa Islam yang selalu diserang? Jawabannya tidak lain adalah justru karena Islam satu-satunya agama yang masih kokoh dari berbagai macam virus pemikiran hingga saat ini,” pungkas Akmal.

Adif, salah satu peserta yang juga bertindak sebagai moderator malam itu mengatakan, “Penyampaian materi oleh Akmal sangat bagus. Menyadarkan saya akan bahaya pluralisme yang menyerang kepercayaan mendasar dari agama itu sendiri,” ujarnya. Adif berharap agar SPI ini bisa berjalan secara istiqamah dan mampu menghadapi setiap kendala yang ada.*/Ajeng Wismiranti (Jakarta)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kammi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Baca Buku Novelis Prancis Pemenang Nobel, Menteri Kebudayaan Dikecam
Tulisan selanjutnya Tokoh Katolik Dan Ahmadiyah Hadiri Perayaan Asyuro Ijabi di Bandung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?