Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Tito, Diktator yang Masih Dikenang di Sarajevo

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Desember 2012 22:30 10:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Desember 2012 22:30
Bagikan
Bagikan

SALAH satu peninggalan menarik dari masa komunis di bekas wilayah Yugoslavia terletak di bawah tanah, sebuah bunker anti-nuklir di Bosnia-Herzegovina yang kini dibuka untuk publik.

Bunker nomor D-0 terletak di kota kecil Konjic, sekitar 50 kilometer arah baratdaya ibukota Sarajevo. Setelah melewati desa Kojicsi, perjalanan dilanjutkan menyusuri Sungai Neretva sejauh beberapa mil, lalu menyeberangi sebuah jembatan di mana ditemukan sebuah rumah dengan pagar pembatasnya. Dengan menunjukkan dokumen yang diperlukan, pengunjung bisa mendekati sebuah rumah lain, yang menutupi jalan masuk ke Atomska Ratna Komanda (ARK), bunker yang dibangun untuk Josip Broz Tito, mantan pemimpin Yugoslavia keturunan Kroasia yang dikenal sebagai diktator.

Berukuran besar, ARK dibangun mulai tahun 1953 sampai 1979, satu tahun sebelum kematian Tito. Bangunan tersebut diperuntukkan bagi seluruh pejabat tertinggi Yugoslavia dan keluarganya berlindung dari serangan nuklir. Terletak di lahan seluas 611 meter persegi dengan menggali gunung sedalam 300 meter, bangunan bunker dirancang memuat 350 orang dan dapat menahan serangan nuklir berkekuatan 25 kiloton, jauh lebih besar dari bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang.

Selama proses pembangunan, tim pekerja sering diganti, sehingga tidak ada seorang pun yang mengetahui seluk-beluk bunker secara keseluruhan. Pekerja datang dengan kedua mata ditutup, agar lokasi bunker tidak diketahui.

Ketika pembangunannya selesai hanya 4 jenderal yang diperbolehkan masuk ke kompleks itu, ditambah 16 tentara penjaga yang bertugas melakukan perawatan. Sembilan di antara mereka orang Serbia dan tujuh lainnya keturunan Bosnia Kroasia.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Sebelum pecah perang di Bosnia menyusul runtuhnya Yugoslavia, orang-orang Serbia dan Kroasia melucuti perlengkapan militer yang ada ditempat itu dan memblokir sejumlah rute jalan menuju lokasi bunker.

Tahun 1992, menjelang perang Bosnia-Serbia, komandan militer tertinggi Serbia di Beograd memerintahkan agar bunker di Konjic itu dihancurkan. Namun, upaya itu digagalkan oleh para pejuang Muslim Bosnia. Sejak itu, bangunan berserta tanda, simbol, perabot dan perlengkapannya dilestarikan orang-orang Bosnia.

Jika mengunjungi bunker tersebut sekarang ini, kesan pertama yang tergambar adalah bangunan besar itu merupakan monumen era Tito. Pengunjung akan disambut dengan foto Tito dalam balutan seragam hitam lengkap dengan lencana warna keemasan dan sederet medali penghargaan.

Warga Bosnia masih menghormati Tito sebagai tokoh yang pernah memimpin mereka. Hal itu tergambar dari sebuah jalan di Sarajevo yang dinamai sesuai namanya. Duabelas tahun silam pemerintah pernah berencana mengganti nama jalan tersebut, tetapi justru memicu aksi unjuk rasa warga yang menuntut nama jalan itu tidak diubah.

Nama Tito juga dipakai di salah satu bar terkemuka di ibukota Sarajevo. Patung kepala Tito masih dipajang sebagai hiasan dan muncul di kalender, majalah, koran, perangko, koin, bahkan kantong gula.

Bunker di Konjic sekarang menjadi lokasi tetap pameran seni kontemporer dua tahun sekali. Turis umum dapat mengunjunginya setiap hari Senin, Rabu dan Jumat, tetapi tidak boleh sendirian dan harus tergabung dalam kelompok wisata.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya George Bush: Imigran Penting Bagi Perekonomian Amerika
Tulisan selanjutnya Wapres Mesir: Referendum Tetap Jalan Meski Ada Demonstrasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?