Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Asap Rokok di Dalam Rumah Memberi Polusi Lebih Berat

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 18 November 2014 13:41 1:41 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 18 November 2014 13:41
Bagikan
Bagikan

TINGGAL bersama dengan seorang perokok, sama seperti menghirup udara di kota-kota paling tercemar di dunia, menurut penelitian baru.

“Pesan ini benar-benar cukup sederhana, merokok di rumah mengarah ke kualitas udara yang benar-benar buruk dan menghasilkan konsentrasi partikel halus, yang kita tidak dapat melihatnya, yang kondisinya sama seperti terjadi di luar rumah,” kata peneliti utama Sean Semple, dari Pusat Penelitian Udara dalam Ruangan di University of Aberdeen, Skotlandia.

Partikel-partikel kecil berdiameter 2,5 mikron atau lebih kecil, yang dikenal sebagai PM2.5, dapat menembus jauh ke dalam paru-paru, dan bahkan masuk ke dalam darah. Mereka dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan kanker.

“Dengan meniadakan asap di dalam rumah adalah kunci mengurangi paparan terkena PM2.5. Jelasnya, untuk rumah yang bebas dari asap rokok, mengurangi asupan harian PM2.5 berkisar dari 70%, bahkan lebih,” kata Semple.

Partikel kecil semacam itu biasanya dihasilkan dari pembakaran. Di luar ruangan, sumber utama adalah knalpot kendaraan, pembangkit listrik, dan kebakaran hutan. Di dalam ruangan, sumbernya dari pembakaran kayu atau kompor pembakaran batu bara, gas memasak, dan api tungku pemanas. Dan asap tembakau merupakan sumber paling umum dari PM2.5 di udara.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Untuk udara luar ruangan, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan, batas paparan yang aman untuk partikel PM2.5 adalah rata-rata 25 mikrogram, atau 25 sepersejuta gram, per meter kubik udara selama 24 jam, atau tingkat tahunan rata-rata 10 mikrogram per meter kubik.

Banyak studi telah meneliti polusi udara di luar ruangan atau kualitas udara di dalam ruangan di tempat kerja. Tapi rumah merupakan tempat kebanyakan orang menghabiskan sebagian besar waktunya, terutama di sana terdapat keberadaan anak-anak kecil dan orang tua, kata para peneliti.

Dengan membandingkan polusi udara di dalam ruangan di rumah perokok dan non-perokok, kemudian membandingkan dengan kota-kota paling tercemar, dapat dibayangkan bahayanya hidup di dalam ruangan bersama asap tembakau selama seumur hidup.

Tim peneliti melihat data dari empat penelitian terpisah yang mengukur kadar PM2.5 di rumah yang ada perokoknya dan rumah yang bebas asap rokok di Skotlandia.

Rata-rata, tingkat PM2.5 di rumah perokok adalah sekitar 31 mikrogram per meter kubik. Ini 10 kali lebih besar dari rata-rata 3 mikrogram di rumah bebas rokok.

Ada berbagai konsentrasi asap di rumah-rumah yang ada perokoknya. Jumlah 31 microgram itu merupakan hitungan seperempat dalam sehari. Jika terdapat orang merokok selama rata-rata 24 jam, maka hasilnya adalah 111 mikrogram.

Semple menunjukkan, ”Dengan membolehkan orang merokok di dalam rumah, sama halnya dengan sebagian besar rumah memiliki tingkat polusi udara yang sama atau lebih tinggi dari konsentrasi rata-rata tahunan PM2.5 di Beijing, kota yang sangat tercemar.”

Polusi udara di kota di China.
Polusi udara di kota di China.

 

Tim peneliti memperkirakan, jika non-perokok hidup dengan perokok sepanjang hidupnya, akan menghirup sekitar 6 gram lebih partikel, dibanding mereka yang tinggal di rumah bebas asap rokok.

Semple mengatakan bahwa jumlah partikel itu tidak banyak, tapi jumlah ini kemungkinan akan “memiliki pengaruh besar terhadap risiko pengembangan penyakit pada sistem kardiovaskular dan pernapasan.”

Semple mengatakan, perokok sering memberi gambaran, polusi di jalan raya lebih besar daripada asap rokok di rumah.

Penelitian ini menyebutkan, kota-kota besar yang terkena pencemaran berat adalah Beijing (China) atau New Delhi (India), namun polusi udara di kota itu jauh lebih rendah dibanding polusi di dalam rumah yang disebabkan oleh perokok,” katanya, dilaporkan The Star belum lama ini.

“Kami memiliki banyak data, dan dapat digambarkan seberapa buruk yang dialami perokok pasif,” kata Lucy Popova, dari Pusat Penelitian, Pendidikan, dan Pengendalian Tembakau di University of California, San Francisco. “Tidak ada tingkat aman dari paparan itu.”

“Aturan bebas dari asap tidak hanya membantu mengurangi benda-benda partikulat untuk non-perokok, tetapi sebenarnya membantu perokok untuk berhenti juga,” kata Popova, yang tidak terlibat dalam studi Skotlandia. “Penelitian menunjukkan, ketika Anda memiliki aturan bebas asap rokok di rumah Anda, dapat memotivasi perokok untuk bisa berhenti, atau mengurangi jumlah rokok yang mereka bakar,” katanya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asap rokok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi, UEA dan Bahrain akan Tempatkan Kembali Dubesnya di Qatar
Tulisan selanjutnya Terlalu Gendut 2 Pria Australia Kemungkinan Tak Boleh Ikut Perang Bareng ISIS/ISIL

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?