Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

23 Tahun Menolak Islam, Akhirnya Meninggal Sebagai Muslim (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Desember 2014 20:10 8:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Desember 2014 17:13
Bagikan
Abdur Rahim Green.
Bagikan

ABDUR Rahim yang dikenal sebagai pengkhotbah di Inggris, setelah masuk Islam lebih dari 20 tahun lalu, tidak menyangka ayahnya, Gavin Green, ikut bersamanya dalam barisan Islam. Ayahnya memeluk Islam hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal dunia.

Gavin Green mantan Direktur Barclays Bank di Kairo, Mesir.

Abdur Rahim Green senantiasa teringat sabda Nabi SAW: “Semoga wajahnya digosok dengan debu (dipermalukan), jika seseorang yang salah satu orang tuanya mencapai usia tua, dan dia tidak masuk Surga karena tidak melayani mereka (orang tuanya).”

Juga hadist, seorang pria datang kepada Nabi untuk berantusias bergabung dengan perang, orang itu berkata kepada Nabi: “Saya meninggalkan ibu saya menangis. Dan Nabi berkata kepadanya: “Kembalilah dan jangan tinggalkan dia, sampai Anda meninggalkan dia dengan tertawa.”

Abdul Rahim mengatakan, “Itulah mengapa saya memutuskan untuk menghabiskan beberapa waktu dengan ibu saya setelah kematian ayah saya.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Allah SWT mengatakan kepada kita untuk menyampaikan pesan (agama), tetapi tidak boleh memaksa siapa pun untuk masuk Islam. Tugas kita hanya menyampaikan pesan, menjelaskan kepada orang lain dengan cara terbaik yang kita bisa, dengan bimbingan melalui Tangan Allah yang Maha Kuasa. Saya ingin bercerita tentang kematian ayah saya, yang bagi saya luar biasa, yakni hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal ia mendapat hidayah untuk mengucapkan Syahadat.

Saya tidak pernah berpikir bahwa ayah saya akan mengucapkan Syahadat. Ayah saya seorang yang luar biasa, berkepribadian luar biasa, dan tidak ada yang bisa menggambarkan dia sebagai orang buruk.

Selama 23 tahun, sejak saya menjadi seorang Muslim, saya telah mengundang ayah saya ke Islam. Dan saya memutuskan untuk memberikan contoh terbaik saya, bagaimana Islam seharusnya, bagaimana Islam harus hidup, bagaimana Islam mengajarkan saya untuk menghormati dia sebagai orangtua. Tapi saya pikir, ayah saya telah tertutup terhadap Islam. Jadi saya tidak punya banyak harapan bahwa ia akan menjadi seorang Muslim.

Hari-hari Terakhir di Portugal

Setiap mualaf yang memiliki orang tua yang belum Muslim, selalu menghadapi dilema. Ayah saya telah sakit selama beberapa tahun, dan ibu saya benar-benar telah merasa, ia tidak akan pulih. Suatu ketika saya kembali dari Inggris, untuk mengunjungi ayah saya di rumah sakit. Saya menatapnya, dan saya merasa ia akan meninggal malam ini. Jadi, saya berpikir, jika saya tidak mengatakan sesuatu, saya bisa menyesal.

Sebelumnya sebenarnya saya telah mengajak dia untuk masuk Islam melalui banyak cara. Tapi saya berpikir, kali ini merupakan upaya terakhir.

Saya membutuhkan waktu yang lama memikirkan, apa yang bisa saya katakan. Bagaimana saya bisa mengatakan itu? Apa cara yang tepat untuk mendekatinya? Dia sudah sangat sakit, jadi saya tidak ingin dia tertekan. Saya tidak ingin membuatnya lebih marah.

Sejujurnya saya takut, ia mungkin mengatakan, “Tidak,” dan menolak ajakan saya. Atau saya khawatir, jika ia mengucapkan Syahadat dan masuk ke dalam Islam, lantas sembuh dari sakitnya, pulang ke rumah dan menjadi lebih arogan tentang Islam; bagi saya itu lebih menakutkan.

Ini benar-benar hal yang sulit. Setiap orang yang masuk Islam dan memiliki orang tua yang belum Muslim, akan menghadapi dilema dan kesulitan seperti yang saya alami. Tetapi yang pasti, jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Maka ketika saya menghadapi kesulitan, saya meminta Allah membantu saya menemukan sesuatu untuk dikatakan untuk ayah saya.

Lantas saat ia berbaring di ruangannya di rumah sakit, saya berkata kepadanya: “Ayah! Saya punya sesuatu yang sangat penting disampaikan kepada ayah; maukah ayah mendengarkan? Ayah saya tidak bisa berbicara dengan baik, sehingga ia hanya bisa mengangguk kepalanya.

Lalu saya berkata: “Saya punya sesuatu untuk dikatakan. Jika saya tidak mengatakan itu, saya akan menyesal.”

Dan kemudian saya mengatakan kepadanya, “Di hari kiamat, seorang pria akan datang menghadap Allah dan diperlihatkan sejumlah perbuatannya, termasuk perbuatan jahatnya. Tetapi Allah akan berkata kepadanya, “Anda memiliki sesuatu yang melebihi semua itu.’ Dan orang itu berkata, ‘Apa itu ya Tuhan,’ Allah berfirman, ‘Ada pernyataan yang telah Anda buat: Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya ‘”

Ayah mengatakan, “Beri saya sesuatu yang mudah untuk dilakukan.”

Saya berkata, “Jadi Ayah, ini adalah kunci ke surga. Ini adalah keberhasilan dalam kehidupan yang akan datang, bagaimana menurut ayah?”

Dan dia mengangguk kepalanya.*/Seperti diceritakan Abdur Rahim Green pada Right Islam.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekarang, Ada Polwan di Tempat Umum dan Kaum Wanita Mesir Merasa Aman
Tulisan selanjutnya 23 Tahun Menolak Islam, Akhirnya Meninggal Sebagai Muslim (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?