Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Gadis Charger, Mungkin Saudari Anda Mau Kerja?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2015 07:18 7:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2015 07:18
Bagikan
charger ladies yang melecehkan wanita
Bagikan

Oleh: Gilig Pradhana

SEBUAH pekerjaan yang menurut orang tidak beragama cuma disebut unik, yakni menjajakan kecantikan wanita-wanita muda dengan kemasan jasa mengisi baterai dengan mencolokkan piranti telepon ke punggung mereka!

Acara Munas HIPMI diselenggarakan pada hari Selasa (13/1/2015) dan mengambil tempat di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat. Di sana, para Charger Ladies berkeliling menjajakan jasanya kepada pengunjung. Kontan saja bila mereka mengundang perhatian, bahkan godaan dari para lelaki. Seperti yang bisa anda lihat, posisi charger yang diletakkan di tubuh para wanita itu, menunjukkan cara yang tidak pantas untuk disebut sebagai jasa yang terhormat.

Lebih merendahkan lagi, bayaran para pelayan itu ditetapkan berdasarkan paras, tinggi, dan berat badannya, sebagaimana yang diberitakan detik.com.

Menolak Dinasehati

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Ide menggoda syahwat kaum Adam ini dicetuskan sekedar untuk menarik simpatisan oleh Bayu Priawan Djokosoetono untuk menjadi ketua umum (Caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Mirisnya, meski mendapat teguran dari banyak pihak, salah satu tim support, Roby Syafputra berkelit bahwa idenya adalah kampanye yang unik dan inovatif.

Menjajakan kecantikan sebagai alat memasarkan barang adalah bentuk tumpulnya kreativitas, karena kecantikan sudah dari kodratnya menarik perhatian laki-laki. Orang-orang semacam ini tidak bisa menambahkan nilai jual pada idenya sehingga mentok harus memakai daya tarik seks. Cara primitif inilah yang juga dipakai dalam iklan sabun, rokok, hingga balap motor. Jangankan memperhatikan norma agama ataupun adat, bahkan pengiklannya tidak peduli apakah ada hubungannya dengan produknya atau tidak tetap saja menyodorkan kecantikan sebagai daya tarik.

Apa Ada Batasan Pekerjaan Perempuan Dalam Islam?

Wanita tidak dilarang keluar rumah selama tidak bertabarruj, yakni menonjolkan perhiasannya alias selama tidak tebar pesona. Muslimah-muslimah diajarkan untuk bersikap rendah hati, tidak mencolok, maupun menarik perhatian (khususnya lawan jenis).

Diriwayatkan dari Râfi‘ ibn Rifâ‘ah, ia menuturkan, “Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassallam telah melarang kami dari pekerjaan seorang pelayan wanita kecuali yang dikerjakan dengan kedua tangannya. Beliau bersabda, “Begini (dia kerjakan) dengan jari-jemarinya seperti membuat roti, memintal, atau menenun.” (HR Ahmad). Contoh-contoh yang disebutkan di atas adalah kiasan profesionalitas keahlian.

charger1

Taqiyuddiin An Nabhani dalam kitab An Nidzom Al Ijtima’iy merinci bahwa Islam melarang baik pria dan wanita untuk terjun dalam segala bentuk profesi yang membahayakan akhlak atau yang dapat merusak masyarakat. Khususnya wanita tidak boleh berkecimpung dalam segala bentuk pekerjaan yang bermaksud untuk menonjolkan aspek kewanitaannya (feminitas). “Pekerjaan” semacam ini tak lain adalah eksploitasi atas wanita.

Gunakan Hati Nurani Anda

Mereka-mereka yang memperkerjakan wanita dengan cara demikian harusnya lebih peka, sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam  ketika datang seorang pemuda datang kepada beliau untuk meminta ijin berzina. Baginda Nabi tentu saja bisa mengatakan bahwa perbuatan yang diminta itu adalah tidak senonoh dan haram. Namun beliau mendekatkan pemuda tersebut dan memintanya untuk merenungkan manakala keluarganya-lah yang dizinahi orang lain. Tentu saja ia menolak bila itu terjadi pada ibunya, istrinya, putrinya, atau saudarinya. Begitulah orang yang berakal sehat, akan menginginkan keluarganya terjaga dalam kesucian dan keselamatan.

Lalu bagaimana dengan charger ladies itu, apakah sang penyelenggara mau pekerjaan wanita itu digantikan oleh istri mereka?

Makanan Media Sekuler

Berita ini tentu menarik bagi media massa, namun seperti yang mudah diduga, media massa sekuler tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk mengedukasi masyarakat; menunjukkan bahwa yang salah itu salah dan mengajak untuk menjauhi kesalahan itu. Media yang diam di depan kejahatan, sama halnya penjahat itu sendiri.

Sedangkan media yang menganggap nasehat untuk merubah keburukan bukan tugas dan wewenangnya, itulah contoh sekulerisme. Seolah-olah bersikap netral padahal mengambil keuntungan dengan naiknya rating dari pembaca adalah kemunafikan, menyembunyikan dukungannya pada kemaksiatan.

Media adalah agen perubahan. Tatkala tidak merubah menuju kebaikan, kemana lagi mereka akan membawa umat ini? []

Gilig Pradhana, peserta pelatihan guru di Universitas Hiroshima (2014) dan Universitas Pendidikan Guru Hyogo (2010). Pernah menjadi Kepala SMK Al-Furqan Jember pada tahun 2011-2013

 

 

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimahwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahasantri Ma’had ‘Aly Hujjatul Islam (MAHI) Akhiri Masa Matrikulasi
Tulisan selanjutnya Menimba Ilmu Tanpa Batas: Tradisi Ulama Nusantara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?