Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Propaganda Basi Islam dan Terorisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 April 2011 09:39 9:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 April 2011 09:39
Bagikan
Bagikan

Oleh: Hanif Abdullah

BOM meledak lagi. Kali ini justru di sebuah masjid di kompleks Mapolres Cirebon, dengan korban satu orang tewas dan puluhan anggota kepolisian.

Namun yang jelas, peristiwa ini mungkin kembali hanya akan menyisakan berbagai pertanyaan yang tak terjawab. Seperti halnya pertanyaan-pertanyaan yang sempat terhinggap pada kasus bom buku yang meledak di kantor JIL di Jalan Utan Kayu, dan aksi bom lainnya. Pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak kaum Muslimin dan publik Indonesia mengenai apa, siapa dan bagaimana aksi-aksi bom ini terjadi sedemikian rupa, seolah hanya menjadi pertanyaan retoris, atau pertanyaan teka-teki, yang tak pernah terjawab.

Yang menarik adalah berbagai pernyataan analis. Mereka tiba-tiba seolah terburu-buru mengeluarkan analisa bahwa pelakunya dari kalangan Islam atau pemain lama. Yang menarik, ada analis dadakan yang diwawancarai stasiun TV menuduh pelakunya kelompok takfiriyah (orang yang suka mengkafirkan).

Bagaimanapun, pernyataan-pernyataan seperti ini hanya akan menyebabkan kesesatkan berfikir masyarakat Indonesia serta menciptakan rasa curiga dan hanya akan memicu konflik horizontal. Pernyataan-pernyataan seperti ini hanya stigma buruk dan pelabelan Islam sebagai dalang teroris. Bagaimanapun, ia tak mengerti Islam. Mengatakan kelompok takfiriyah itu adalah pelabelan yang tidak main-main. Apalagi dia bukan pakah atau ahli dalam hukum Islam.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Lagipula, mengapa si analis ini begitu semangat mengarahkan semua tuduhan ini ke kelompok Islam? Ada apa gerangan?

Harusnya semua pihak memberi kesempatan polisi, menangkap pelaku, memintai keterangan agar jelas duduk permasalahannya. Apa maunya dan kenapa melakukan hal tersebut?

Ini pelaku bom belum ditangkap, namun semua elemen kuat sudah bersuara seperti paduan suara, kemudian di “soundingkan” oleh aneka media bahwa para pelaku teroris adalah dari kalangan umat Islam. Padahal terorisme bukan hanya milik satu ideologi atau suatu agama namun semua orang mempunyai bibit untuk melakukan tindakan teror. Bisa saja faktornya kebetulan. Bisa saja ternyata pelakunya adalah seorang yang mengaku Muslim.

Tak dapat kita pungkiri, bahwa memang sounding dari media inilah, yang berperan besar bagi lancarnya proses pelabelan tersebut. Sangat tidak fair, ketika pelaku terror adalah non-Islam, seperti tindakan terorisme beberapa waktu belakangan ini yang dilakukan oleh warga kristiani terhadap Muslim Medan dengan membakar lima masjid.

Namun karena pelakunya bukan umat Islam maka tidak ada yang menuduh aksi teror ini sebagai tindakan teroris dan ironisnya tak satupun orang ataupun media yang menjunjung hak asasi manusia (HAM), kebebasan dan persamaan untuk mengutuknya secara lantang seperti yang biasa terjadi, atau bahkan hanya sekedar memberi kecaman dan perhatian atas tindakan yang menyakiti hati umat Islam tersebut.

Inikah yang disebut dengan keadilan? Ya, mungkin, ini adalah keadilan. Keadilan yang berstandar ganda. Keadilan yang telah dirancang sedemikian rupa, untuk selalu memojokkan kaum Muslimin. Bila umat Islam yang melakukan tindakan anarkis maka serentak seluruh suara-suara pengasong liberalisme menuduh Islam sebagai teroris. Namun bila orang-orang non-Muslim yang melakukan tindakan teror dan aksi-aksi keji, mereka diam seribu bahasa dan tak bergeming. Alangkah lucunya negeri ini!!

Negara Bertanggung Jawab

Seharusnya bila Indonesia memang sebuah negara yang mempunyai perangkat-perangkat dan pelaksana roda pemerintahan yang menjamin keberlangsungan hidup rakyatnya tidak menjadikan elemen bangsa sebagai musuh atau obyek untuk pengalihan isu. Ini tidak akan mendidik anak-anak bangsa untuk menjadi dewasa dalam mengatasi setiap permasalahan dan persoalan yang menimpanya. Malah cenderung menambah masalah baru yang tidak akan ada habisnya.Lambat-laun negara ini akan karam dan musnah bila hanya mengadu domba rakyat versus rakyat dengan menghadirkan hantu yang bernama terorisme. Tidak akan pernah selesai dan hanya menjadi lingkaran setan yang tak ada habisnya.

Kita seharusnya jujur bahwa sistem sekarang tidak pernah sekalipun mampu untuk menyelesaikan aneka permasalahan yang menimpa negeri ini. Dari era demokrasi terpimpin ala Sukarno, demokrasi Pancasila ala Soeharto dan hari ini demokrasi liberal ala koboy Amerika semuanya telah gagal untuk menjadikan negeri ini menuju seperti apa yang dicita-citakanya. Yang terjadi justru sebaliknya, negara ini terjun bebas ke dalam jurang kehancuran.

Anehnya, banyak pihak tak jujur melihat masalah ini. Dan jika ada pihak yang menawarkan nilai-nilai Islam, semua langsung menolak dan memberi label buruk. Ada apa?

Adanya berbagai bom rupanya ada hubungan dengan semangat para penghamat dadakan di TV dan koran-koran, yang mengarahkan masalah ini selalu pada Islam.
Benang merahnya, seolah-olah ada usaha ingin menunjukkan bahwa kejadian bom selalu akan terjadi, kecuali jika lembaga intelijen diberi kewenangan luas dengan penerapan UU Intelejen yang baru. Dan jika itu yang terjadi, meminjam istilah Fauzan al Anshary, maka, akan banyak dai, ustad, aktivis Muslim ditangkapi hanya dengan alasan dicurigai.

Daripada sibuk hendak memata-matai rakyat dan membungkam aspirasi mereka, pemerintah sebaiknya mengoreksi kebijakan-kebijakan mereka yang banyak dianggap kurang pro-rakyat dan salah sasaran. Pembangunan gedung DPR yang meresahkan masyarakat, kasus Bank Century yang sekarang diabaikan, korupsi akut yang menjangkiti seluruh lini pemerintah dan aparat negara juga mafia hukum dll.

Penulis percaya, semua orang, bahkan siapapun yang memimpin negeri ini hanya akan melahirkan rasa pusing dan bingung menghadapi ruwetnya masalah. Kecuali jika mau jujur, bahwa Islam diberi kesampatan tampil memberikan warna. Percayalah tidak akan pernah ada sistem yang akan membawa sebuah negeri menjadi adil, makmur dan sejahtera kecuali sistem Islam.

Hanya saja, ini bukan pekerjaan mudah, seolah membalik telapak tangan. Karena akan banyak pihak berusaha menggagalkan dan menghalang-halangi kesempatan Islam bisa tampil menjadi solusi. Termasuk di sekeliling kita, teman, sahabat dan saudara kita sendiri yang sudah termakan fitnah dan stigma menyesatkan media. Wallahu a’lam.

Penulis bloger dan penulis lepas

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengacara Kuwait Bersedia Bela Mubarak
Tulisan selanjutnya Jama’ah Anshaarut Tauhid: Bom Cirebon Jelas Haram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Terbaru

  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?