Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Tebarkan Kasih Sayang Rasulullah [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Februari 2015 15:49 3:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Februari 2015 15:49
Bagikan
Bagikan

RASULULLAH memiliki sifat penyayang yang luar biasa, baik kepada istri, sahabat, anak kecil, bahkan kepada musuh sekalipun. Sering kali, justru orang lain yang merasa tak sabar dan “geram” melihat apa yang dialami Nabi.

Pada perang Uhud, gigi antara gigi seri dan taringnya patah, wajahnya terluka. Para sahabat tak tega melihatnya. “Andai engkau mendoakan agar mereka tertimpa bencana,” usul mereka.

Namun dengan sabar Nabi menjawab, “Aku tidak diutus oleh Allah sebagai pelaknat. Aku adalah seorang penyeru dan rahmat bagi manusia.” Selanjutnya Nabi berdoa, “Ya Allah, berilah petunjuk pada kaumku, karena sesungguhnya mereka tak mengetahuinya.” (HR. Al-Baihaqi)

Syahdan dalam kisah lain, terjadi perselisihan antara Nabi Muhammad dengan istrinya, Aisyah. “Apakah engkau mau Umar yang menjadi penengah kita?” tanya Nabi.

“Tidak, aku tak mau Umar yang menjadi penengah. Dia orangnya keras,” jawab Aisyah.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Apakah engkau mau ayahmu saja yang menjadi penengah?” tanya Nabi kembali.

“Ya,” jawab Aisyah.

Rasulullah lantas mengutus orang untuk memanggil Abu Bakar, ayahanda Aisyah. Tak berselang lama, Abu Bakar datang.

“Kamu yang bicara, apa aku?” tanya Nabi pada Aisyah, di depan ayahnya.

“Kamu yang bicara, dan jangan katakan kecuali yang benar,” jawab Aisyah, masih dengan emosinya.

Mendengar ucapan Aisyah itu, sontak Abu Bakar mengangkat tangan untuk menampar putrinya itu. Dalam benaknya terpikir, bagaimana mungkin putrinya mencurigai Rasulullah tidak berkata benar?

Aisyah berlari, berlindung di balik punggung Rasulullah.

“Aku tidak mengundangmu kemari untuk melakukan ini,” tutur Nabi Muhammad kepada Abu Bakar.

Saat Abu Bakar, mertua sekaligus sahabatnya itu keluar, Nabi meminta Aisyah untuk mendekat kepadanya. Aisyah menolak. Melihat itu Nabi tersenyum. “Bukankah barusan engkau menempel erat di punggungku?”

Dus, begitu Abu Bakar kembali masuk ke rumah Nabi, ia telah mendapati putri dan menantunya itu bercanda tawa. “Libatkan aku dalam perdamaian kalian, sebagaimana sebelumnya kalian telah melibatkan aku dalam peperangan kalian,” ujarnya. (HR. al-Hafizh al-Dimasyqi)

Nabi sangat menyayangi anak kecil. Ketika melewati anak-anak kecil, Nabi mengucapkan salam, kemudian membuka tangannya untuk merangkul mereka. Begitu datang dari sebuah perjalanan, ia disambut oleh anak-anak kecil keluarganya. Setiap diminta menggendong anak kecil, Nabi mendoakan mereka dengan keberkahan, men-tahnik (menyuapkan kurma yang sudah dikunyah) dan mendoakan mereka dengan kebaikan.

Suatu saat, Nabi Muhammad meletakkan Hasan dan Husain di atas punggungnya, lalu dia merangkak dan berkata, “Sebaik-baik unta tunggangan adalah unta kalian, dan sebaik-baik pengendara adalah kalian berdua.”

Di waktu lain, Hasan masuk ke masjid sedang Nabi dalam keadaan sujud. Cucunya itu lantas naik ke punggungnya. Maka Nabi memanjangkan sujud, sampai Hasan turun dari punggungnya. Ketika salat selesai, beberapa sahabat bertanya, “Anda memanjangkan sujud?” Nabi menjawab, “Cucuku datang dan menunggangiku. Aku tak ingin ia kecewa dengan memaksanya cepat turun.”

Kepada orang yang ditemuinya, Nabi selalu mengucapkan salam terlebih dulu. Jika memegang tangan orang tersebut, Nabi terus berjalan bersamanya dengan memegang tangannya, hingga keduanya berpisah. Saat melepas kepergian seseorang, Nabi memegang tangannya dan tidak melepaskan, sampai orang itu yang melepas dan Nabi berdoa, “Aku menitipkan agama, amanat, dan amal terakhirmu kepada Allah.”

Saat shalat dan melihat seseorang duduk di sampingnya, Nabi akan menyingkat ibadahnya itu. Ia menoleh padanya dan berkata, “Apakah engkau ada keperluan?” Setelah usai, Nabi kembali melaksanakan salat.

Rasulullah sering bergurau dengan pembantunya. Ia sendiri tidaklah bersikap seperti seorang majikan kepada budaknya. Anas bin Malik yang mengabdi kepada Nabi selama sepuluh tahun berkata, ”Rasulullah saw tak pernah menegur apa yang aku perbuat, juga tak pernah menanyakan tentang sesuatu yang tidak aku kerjakan. Akan tetapi dia selalu mengucapkan Masya Allahu kan wa ma lam yasya lam yakun (Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi).”* (bersambung).. Bahkan Kepada Hewan

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taipan Pertambangan China Dieksekusi Mati karena Terlibat Kejahatan ala Mafia
Tulisan selanjutnya Tak Ada Makalah Dari Indonesia Yang masuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?