Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

HRW Sebut Pejabat Myanmar Kobarkan ‘Pembersihan Etnis Rohingya’

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 23 April 2013 14:18 2:18 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 23 April 2013 14:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Myanmar telah mengobarkan “kampanye pembersihan etnis” terhadap Muslim Rohingya. Demikian dikatakan lembaga pemerhati hak asasi, Senin (22/04/2013), mengutip bukti kuburan massal dan tindakan pengusiran paksa terhadap puluhan ribu orang.

Penduduk Rohingya, yang kewarganegaraannya tidak diakui oleh negara yang juga dikenal dengan Burma, malah sedang menghadapi kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan, penganiayaan, deportasi, dan pemindahan paksa, kata lembaga Hak Asasi Manusia (Human Rights Watch, HRW) yang berbasis di New York itu.

Pejabat Myanmar, tokoh masyarakat, dan biksu Buddha, mengorganisasi dan mendorong massa, dengan didukung pasukan keamanan negara, untuk melakukan serangan terkoordinasi di desa-desa Muslim di wilayah bagian barat Rakhine pada bulan Oktober, kata HRW.

“Pemerintah Burma terlibat dalam kampanye pembersihan etnis terhadap Rohingya yang terus berlanjut sampai hari ini melalui penolakan bantuan dan pembatasan pergerakan,” kata Deputi Direktur Asia HRW, Phil Robertson.

Laporan ini dirilis pada hari yang sama pada saat Uni Eropa direncanakan akan menghapus semua sanksi terhadap Myanmar, kecuali embargo senjata, yang langkah itu disebut Robertson sebagai “prematur dan disayangkan” dan akan mengurangi pengaruh Uni Eropa terhadap rezim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia meminta semua pendonor internasional, termasuk Amerika Serikat, untuk meningkatkan tekanan terhadap Myanmar guna mendorong perubahan demokratis di itu, yang telah mengakhiri pemerintahan militer pada tahun 2011 setelah beberapa dekade.

Situasi di Rakhine itu “jika dibiarkan berkembang, pada akhirnya akan mengancam upaya yang lebih besar ke arah reformasi,” kata Robertson kepada wartawan di Bangkok.

Juru bicara presiden Myanmar, Ye Htut, menuduh HRW mengumumkan laporannya bertepatan dengan keputusan sanksi Uni Eropa. “Pemerintah tidak akan memperhatikan laporan sepihak seperti itu,” katanya dalam komentar yang diposting di halaman Facebook-nya.

Dia mengatakan bahwa pihak berwenang sedang menunggu temuan komisi resmi yang dibentuk untuk menyelidiki aksi kekerasan tersebut, yang rilisnya beberapa kali tertunda.

HRW mencatat, secara umum pembersihan etnis didefinisikan sebagai kebijakan oleh satu kelompok etnis atau agama untuk menghapus kelompok lain dari daerah tertentu melalui kekerasan dan teror.

Di Rakhine, lebih dari 125.000 penduduk Rohingya dan penduduk Muslim lainnya telah diusir secara paksa, ditolak akses ke bantuan kemanusiaan dan tidak dapat kembali ke rumah, kata kelompok itu, dalam pemberitaan AFP, dilansir Taipei Times, Selasa (23/04/2013).

Menurut data pemerintah yang dikutip oleh HRW, 211 orang tewas dalam dua peristiwa kekerasan anti-Muslim di Rakhine sejak Juni 2012. Pengamat hak asasi yakin angka sebenarnya jauh lebih tinggi.

Dalam laporan yang didasarkan pada lebih dari 100 wawancara, ia mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan bukti empat kuburan massal di Rakhine. Dalam satu episode pada bulan Juni, menurut HRW, satu truk pemerintah membuang 18 tubuh telanjang dan setengah telanjang di dekat kamp pengungsi Rohingya, yang digambarkan untuk menakut-nakuti mereka meninggalkan tempat itu.

Dalam insiden paling mematikan, menurut pengawas hak asasi, sekitar 50-70 Rohingya, termasuk 28 anak-anak, dilaporkan tewas di satu desa, setelah polisi dan tentara melucuti mereka dan gagal melindungi mereka dari serangan massa.

Myanmar memandang sekitar 800.000 penduduk Rohingya sebagai imigran ilegal Bangladesh. Ribuan orang telah melarikan diri dari Myanmar sejak Juni dengan menggunakan kapal reyot, yang sebagian besar diyakini menuju Malaysia setelah Bangladesh menolak mereka masuk.

Muslim lain juga menjadi sasaran dalam kekerasan bulan lalu di Myanmar tengah, setidaknya 43 orang tewas. BBC Senin kemarin merilis rekaman yang menunjukkan polisi berdiri di dekat perusuh Budha, termasuk para biksu, saat menyerang Muslim di kota Meiktila pada bulan Maret.

Penyiar Inggris mengatakan, dalam satu kasus polisi tampak memeriksa seorang pria terbakar tergeletak di tanah tanpa memberi bantuan.

Robertson mengatakan bahwa “kekebalan hukuman” terhadap pelanggaran di Rakhine telah mendorong tindakan ekstremis di bagian lain negara tersebut.

Human Rights Watch dan kelompok LSM lainnya telah mendesak pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi berbicara lebih tegas pada nasib minoritas Myanmar, dalam upayanya maju dalam pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 2015.

Pekan lalu di Tokyo, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian mengatakan, dia merasa “sedih” atas ada pertumpahan darah anti-Muslim dan mendesak semua pihak menghormati “aturan hukum.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memahami Propaganda Iblis
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Tetap Minta Pembahasan RUU Ormas Dihentikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?