Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Dikembangkan Insulin “Pintar” untuk Kendalikan Gula Darah

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 12 Februari 2015 14:13 2:13 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 Februari 2015 14:13
Bagikan
Penyuntikan insulin ke dalam tubuh secara konvensional pada saat gula darah meningkat.
Bagikan

PARA peneliti telah mengembangkan insulin “pintar” yang secara otomatis mengatur jumlah gula darah dalam tubuh orang-orang yang mengidap diabetes tipe 1. Hal ini akan menjadi terobosan bagi para pasien, yang setiap hari bergulat mempertahankan tingkat gula darah yang sehat.

Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem imunitas tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreatik yang memproduksi insulin. Insulin adalah hormon yang membantu memetabolisa glukosa dari makanan, yang digunakan sel-sel tubuh untuk bahan bakar.

Orang-orang dengan diabetes tipe 1 harus sering memeriksa tingkat glukosa mereka dan menyuntikkan insulin, terkadang beberapa kali sehari. Namun rutinitas itu tidak tepat.

Insulin yang terlalu sedikit akan menaikkan tingkat gula darah, yang seiring waktu dapat mengarah pada komplikasi-komplikasi serius, termasuk sakit jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Namun jika penderita diebetes tipe 1 mendapatkan terlalu banyak insulin, mereka berisiko koma berbahaya.

“Idenya adalah mendapatkan sesuatu yang sama sekali otonom. Jadi pasien tidak usah memeriksa tingkat gula darah mereka, jika mereka dapat menyuntikkan insulin di pagi hari dan tahu bahwa mereka mendapat cukup pasokan untuk hari itu, hal itu merupakan skenario terbaik. Tapi saya kira di situlah peran generasi insulin respon glukosa “pintar”,” ujar Matthew Webber, insinyur biomedis di Massachusetts Institute of Technology yang membantu mengembangkan insulin “pintar” yang mengaktivasi diri ketika tingkat gula darat meningkat, seperti dilaporkan VOA, Kamis (12/2/2015).

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Suntikan tunggal agen yang bekerja lama, mengikat molekul-molekul glukosa yang beredar dalam darah. Secara otomatis membawa tingkat gula darah turun ketika mereka melonjak.

Webber mengatakan, para peneliti telah melakukan tes-tes menggunakan hewan laboratorium. Tes itu menunjukkan bahwa insulin “pintar” bekerja selama sedikitnya 14 jam, berulang, dan otomatis menurunkan tingkat gula darah dalam tikus.

Penelitian ini diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

Para peneliti berharap selanjutnya akan melakukan uji coba pada manusia untuk insulin respon-glukosa pertama.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penembakan Tiga Mahasiswa Muslim AS, Mengapa Liputan Kurang?
Tulisan selanjutnya Imam Besar Masjid Istiqlal: Kita Tak Menerima Aksi Kelompok Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?