Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ratusan Ribu Warga Australia Mengidap Gangguan Penimbun Barang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Februari 2015 18:19 6:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Februari 2015 18:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratusan ribu warga Australia yang menderita gangguan penimbun barang hidup dalam kondisi kumuh.
Mengingat luasnya masalah ini, pakar kesehatan jiwa mendesak agar pemerintah menyediakan layanan pengobatan demi menjaga kesehatan penderita itu sendiri maupun masyarakat umum di sekitar mereka.

Diperkirakan 1-2 persen dari total populasi penduduk Australia adalah hoarder alias penimbun barang, demikian dikutip laman Radio ABC.

Dua setengah tahun lalu, seorang anak berusia 5 tahun tewas setelah kakinya terluka karena menginjak kaleng bekas makanan hewan yang dibiarkan terbuka di sebuah rumah di Melbourne.

Beberapa hari kemudian ibu dari anak tersebut membawanya ke petugas ambulan terdekat, setelah anaknya berhenti bernafas dan meski sudah berusaha memberikan pertolongan namun petugas ambulan tidak bisa menyelamatkan nyawanya.

Orangtua dari anak tersebut mengaku bersalah atas tuduhan kejahatan karena telah menempatkan anaknya pada kondisi yang beresiko, dikarenakan rumah mereka dipenuhi oleh sampah, mainan, perabotan rusak dan tumpahan makanan, jamur, botol kosong dan kotoran manusia. Pasangan suami isteri itu merupakan penimpun barang atau sampah yang dikenal dengan istilah Hoarder.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kasus ini kemudian memicu pemerintah Victoria baru-baru ini mengumumkan akan menyediakan anggaran untuk mendanai pelatihan bagi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi warga penderita gangguan penimbun barang dan sampah atau hoarder tersebut.
Associate Professor dari Fakultas Psikologi Universitas New South Wales, Jessica Grisham adalah pakar dari perilaku penimbun barang/sampah.

“Masalah gangguan penimbun barang ini sebenarnya jauh lebih besar dari yang diperkirakan masyarakat,” katanya.

“Saya perkirakan 1 – 2 persen dari total populasi warga di Australia kemungkinan memiliki masalah penimbunan barang yang secara klinis cukup signifikan,” katanya.

Dia mengatakan banyak penderita gangguan penimbun barang itu adalah orang yang kurang memahami masalah mereka, atau mengalami perasaan malu terhadap perilaku mereka tersebut dan jumlah pasti dari warga yang menderita gangguan semacam ini secara nasional sebenarnya jauh lebih tinggi.

“Para penderita gangguan penimbun barang boleh jadi tidak menyadari mereka punya masalah itu, namun teman, anggota keluarga dan tetangga bisa melihat dengan jelas perilaku bermasalahnya dan itu bisa sangat berbahaya dan memicu kecacatan.”

Professor Grisham mengatakan interaksi komplek dari sejumlah faktor seringkali menjadi pencetus perilaku menimbun barang/sampah.

Sementara perilaku menimbun barang sendiri bisa memicu event traumatis seperti kematian atau perceraian, faktor kecenderungan genetis bisa menjadi sumber atau akar dari masalah ini.

“Kita mendapati tingginya kasus depresi dan kecemasan yang dialami para pelaku gangguan menimbun barang (hoarder),” kata Professor Grisham. “Tampaknya masalah ini sangat kompleks dan karenanya menjadi masalah yang sangat menantang untuk ditangani,” ujarnya.

Para penimbun barang tidak hanya sulit bergerak di dalam rumahnya sendiri yang dapat memicu resiko kesehatan dan keselamatannya, tapi juga menciptakan resiko kebakaran bagi masyarakat yang lebih luas.

“Setiap situasi dimana ada penderita gangguan penimbun barang maka muncul potensi bahaya.”

Menurut Simone Iseman, psikolog klinis di Lifeline yang banyak melatih orang yang diidentifikasi sebagai penimbun barang atau bekerja dengan penderita gangguan penimbun barang mengatakan perlu disediakan layanan pengobatan bagi penderita hoarder.

“Saat ini tidak tersedia banyak pilihan meskipun mereka memahami masalah yang diderita dan ingin mencari bantuan,” katanya.
Menurut Associate Professor Grisham, jumlah besar penimbun di Australia berasal dari semua kelompok sosial ekonomi.

“Kita menjumpai penderita gangguan penimbun yang berasal dari orang-orang yang cukup kaya dan punya uang untuk terus membeli barang-barang dan memiliki rumah yang sangat besar,” katanya.

“Kami juga memiliki klien penimbunan yang berprofesi dokter dan psikiater dan sangat terdidik, serta mereka yang kurang berpendidikan dan berada dikelas sosial ekonomi rendah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:penyakit
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yunahar: Menaker Lebih Baik Fokus Mengurusi TKI daripada Melarang Guru Agama Asing
Tulisan selanjutnya Keamanan Palestina Tangkap Agen Zionis “Gila”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?