Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah Anggap Berlebihan Larangan Guru Agama Asing

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Februari 2015 14:10 2:10 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Februari 2015 14:10
Bagikan
Dr Yunahar Ilyas, Ketua PP Muhammadiyah
Bagikan

Hidayatullah.com- Ketua Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc, MA mengaku tak setuju dengan larangan guru agama asing mengajar di Indonesia.

Menurut Yunahar, tindakan seperti itu dinilai berlebihan, apalagi sampai dikaitkan dengan radikalisasi agama.

“Istilahnya itu sama saja dengan mengusir satu tikus dengan membakar rumahnya,” kata Yunahar kepada hidayatullah.com belum lama ini di Yogyakarta.

Pernyataan Yunahar ini disampaikan terkait Peraturan Menteri Tenaga Kerja belum lama ini yang melarangan guru agama asing mengajar di sekolah dan pesantren di Indonesia.

Menurutnya, Menaker seharusnya tidak perlu digeneralisir secara berlebihan sebagai sebab radikalisasi agama yang terjadi di Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Yunahar menuturkan masyarakat Indonesia tidak bisa menutup mata jika mubaligh-mubaligh dari luar negeri sudah banyak membantu umat Islam di Indonesia.

Seperti peran para guru-guru dari Al-Azhar beberapa Pondok Pesantren dan IAIN maupun madrasah di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, keterlibatan ulama Timur Tengah di Indonesia sudah ada sejak dahulu, khususnya  peran mereka mengajarkan ilmu dan bahasa Arab.

“Dalam pelajaran bahasa Arab ada contoh-contoh karya misalnya dalam mutala’ah yang isinya teologi, apa itu masuk teologi atau bahasa Arab. Apakah menteri tenaga kerja mau mengawasi lingkup kerja yang sebetulnya wilayah Menteri Agama. Saya kira ngga perlu Menaker melakukan itu, itu sama saja mencari-cari kerjaan saja itu namanya,” ujar Yunahar.

Menurut Yunahar paham apapun pada zaman globalisasi saat ini bisa masuk tanpa perlu peraturan. Ia menyebut  liberalisme, sekulerisme maupun pluralisme faktanya bisa masuk justru melalui buku-buku, majalah dan interenet.

“Siapa yang bisa membendung semua itu? Menurut saya Menteri Tenaga Kerja (Menaker) berlebihan,” tegas Yunahar.

Yunahar menuturkan lebih baik Menaker fokus mengurusi masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) daripada melarang guru agama asing mengajar di Indonesia.

Lagi pula, lanjutnya, penilaian terhadap guru agama asing bisa menyebabkan radikal atau tidak itu bukan wilayah Kemenaker tetapi Kemenag.

“Menaker harusnya konsultasi lebih dahulu dengan Kemenag karena itu wilayah Kemenag,” tutup Yunahar.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gururadikalismeTimur TengahTKW
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Brigade Amerika Berkekuatan 4.000 Personel Sedang Menuju Kuwait
Tulisan selanjutnya Aparat Jaring Ratusan Pasangan Mesum Remaja Dalam Razia Hari Valentine di Surabaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?