Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Biasakanlah Dzikir, Karena Dzikir Itu adalah “Obat”

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2011 08:04 8:04 am
Ahmad
Dipublikasikan 10 Oktober 2011 08:04
Bagikan
Bagikan

SIAPAPUN pasti bingung dan gelisah ketika sedang dihimpit berbagai macam persoalan serius. Saat pertama yang dihadapi setiap orang ketika ketika menghadapi persoalan adalah adalah akal empiriknya dan rasio untuk segera mencari solusi dari masalah yang dihadapinya.

Saat-saat seperti itulah manusia akan berada pada titik balik kehidupan. Jika dia mengingat Allah, niscaya dia akan memulai babak baru di mana hidupnya akan senantiasa diberkahi. Namun manakala dia berpaling dari-Nya, niscaya dia akan sengsara untuk selama-lamanya.

Suatu hari, ada seorang seorang pengusaha sukses yang sedang menghadisi sebuah seminar. Saat itu, ia bercerita tentang bagaimana awal mula memulai bisnis yang kemudian berkembang menjadi begitu besar.

Ia bercerita, bahwa usahannya dimilai dengan niat untuk mendapat ridha Allah SWT.
Niat itu hadir berawal dari sebuah buku yang pernah dibacanya. Dalam buku itu dikisahkan ada seorang Muslim yang ketika di dunia mati syahid. Namun sayangnya, ia tidak seperti orang-orang yang syahid lainnya. Ketika orang yang mati syahid telah masuk surga, ia tertahan di depan pintu surga.

Rasulullah yang menyaksikan kejadian itu (saat beliau di mi’rajkan oleh Allah) langsung bertanya kepada Jibril. “Wahai Jibril, mengapa orang itu tertahan di depan pintu surga?” Jibril menjawab, “Itu adalah umatmu yang mati syahid. Ia tertahan karena di dunia ia belum sempat menyelesaikan (melunasi) hutang-hutangnya.”

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Saat membaca buku yang dikisahkannya, pengusaha sukses itu dalam kondisi banyak hutang. Bahkan karena begitu banyaknya hutang yang harus ia lunasi, sekiranya semua aset yang dimilikinya terjual dengan harga mahal, uang penjualan yang diperolehnya pun belum cukup untuk melunasi hutangnya.

Lalu apa yang pengusaha itu lakukan? Ia langsung merenung dan berniat, bahwa dirinya harus segera berupaya semaksimal mungkin untuk bangkit dan menyelesaikan hutang-hutangnya agar Allah ridha kepadanya.

Sembari terus berusaha melakukan ikhtiar (usaha, kerja keras) pengusaha itu pun berupaya serius meyakinkan hati setiap hari bahwa Allah pasti akan membantunya melunasi hutang-hutangnya.

Dengan tekad bulat, ia terus bersungguh-sungguh. Bahkan siang dan malam-pun ia hiasi dengan selalu dzikrullah (mengingat Allah).

Malang tak dapat diraih, untung tak dapat ditolak. Akibat kecintaan terhadap dzikrullah pun memberikan hasil. Suatu saat ia mendapat ilham bahwa untuk bisa survive (sukses dalam bisnis) ia harus memiliki kemampuan untuk bisa membina hubungan baik dengan sesama. Siapapun, kapanpun dan di manapun.

Ia tahu, pemahaman seperti ini hampir setiap orang mengetahuinya, namun tidak banyak yang mampu melakukannya.

Ternyata benar, kemampuan menjalin hubungan baik itu berhasil menjadikan segala bentuk usaha bisnisnya mencapai keuntungan maksimal.

“Dan kemampuan membina hubungan baik ini tidak akan dimiliki kecuali oleh orang-orang yang selalu mengingat-Nya,” ucapnya mengenang.

Atas dasar pengalaman empiris tersebut, akhirnya pengusaha itu berpesan kepada generasi muda yang hadir dalam forum di mana ia hadir sebagai nara sumbernya, agar senantiasa berusaha mencintai dzikir kepada Allah. Karena hanya dengan dzikir manusia bisa mengendalikan emosi dan egonya, sehingga ia akan mampu menjadi insan yang berakhlakul karimah.

“Jangan ragu untuk menjual diri kita (dalam konteks kebenaran tentunya), dengan berhias melalui akhlak yang mulia, tutur kata dan perilaku yang sopan lagi santun, membangun mental bekerja yang tangguh, pemberani, dan tidak mudah putus asa, serta membangun kredibilitas di hadapan siapapun, kapanpun dan dimanapun, termasuk di hadapan keluarga.

Sejak itu, seiring kecintaan pada dzikrullah, usahanya kembali merangkak nai, Sejak itu, sekecil apapun aktivitas yang dilakukannya, ia selalu iringi dengan dzikir. Bahkan di setiap pagi hari, usai mendirikan sholat subuh, ia selalu berdzikir kepada-Nya dengan sepenuh hati mengakui kekurangannya, kebodohannya, dan kelemahannya di hadapan Allah SWT yang Maha Mulia Lagi Maha Bijaksana.

Obat Hati

Keutamaan dzikir memang telah dijanjikan sendiri oleh Allah SWT. Nabi bahkan menyebutnya sebagai obat. Allah bahkan menyebutkan sendiri, jika menyebut Allah (dzikir) dapat membawa ketenangan dan menyembuhkan jiwa :

“Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit (artinya penyakitakhlak).” (HR. Al-Baihaqi)

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” [QS: Ar Ra’d (13):28]

إِنَّ الَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ

“Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS.al- A’raf ( 7): 205).

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman, “Aku akan bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak karena Aku.” (HR. al-Baihaqi).

Tidak ada jalan pintas untuk mendapat rahmat-Nya (sukses dan bahagia dunia akhirat) kecuali dengan membiasakan diri berdzikir kepada-Nya.

Sesungguhnya, kehadiran Allah pada kita, tergantung sikap dan persepsi kita semua kepada Nya. Jika kita senantiasa memuji dan mengingat Nya, IA akan senantiasa berada di dekat kita. Baik dalam suka maupun duka. Sebaliknya, kita melupakanNya, otomatis kehadiran Nya jauh di hati dan sanubari kita. Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan;

“Jika hamba-Ku mengingat-Ku dalam hatinya, Aku pun mengingatnya dalam hati-Ku. jika ia mengingat-Ku dalam suatu kelompok, Aku pun mengingatnya di hadapan sekelompok malaikat yang mengiringi mereka. Jika ia mendekati-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekati-Ku sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Jika ia berjalan menuju ke arah-Ku, Aku pun berlari-lari kecil menuju ke arahnya.” (HR. Muttafaqun Alaih).

Kalau kita hiasi diri kita dengan kecintaan berdzikir dan selalu mengingat-Nya di manapun dan kampanpun. Dengan demikian, hal ini menjadi obat dan menjadikan hidup kita lebih tenang dan bahagia. Wallahu a’lam.*/Imam Nawawi

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendukung Cadar Bentrok dengan Polisi Tunisia
Tulisan selanjutnya Israel Baru Serahkan Mayat Pejuang Palestina Setelah 35 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?