Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Xenophobia, Howard Perintah Awasi Masjid

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Agustus 2005 08:16
Bagikan
Bagikan

Sabtu, 27 Agustus 2005

Hidayatullah.com–Kepada jaringan radio Southern Cross, dua hari lalu, Howard mengatakan, pemerintah berhak mengetahui kegiatan setiap komunitas Islam di Australia, untuk mencegah munculnya radikalisme dan terorisme, alasannya.

"Kami berhak mengetahui apakah ada di setiap komunitas Islam, khotbah yang mendorong terorisme, atau tempat yang aman untuk terorisme dalam komunitas tersebut?" kata Howard.

Pernyataan Howard itu dikeluarkan, setelah Selasa lalu dirinya bertemu dengan 14 pemuka agama Islam, di Gedung Parlemen Australia di Canberra. "Di sini ada kecemasan," katanya. Padahal, dia sendiri mengatakan hanya sekelompok kecil dalam komunitas Islam, bisa menjadi sumber terorisme.

Selain Howard, sejumlah pejabat penting Australia juga mulai menunjukkan bentuk kurang ramah dengan Islam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menteri Pendidikan, Brendan Nelson dan Menteri Kewarganegaraan, John Cobb mengatakan akan bertemu dengan para ulama untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Howard Selasa lalu itu. Nelson menegaskan, setiap Muslim yang tidak bersedia menerima nilai-nilai lokal harus meninggalkan Australia.

Sikap lebih keras muncul dari Menteri Keuangan, Peter Costello. Dia berjanji akan mengusir ulama meninggalkan Australia, jika mereka tak mau menerima nilai-nilai demokrasi, masyarakat sekuler, dan kesederajatan perempuan.

"Negara ini didirikan atas demokrasi dan berdasar konstitusi. Kami negara sekuler," katanya kepada ABC. "Jika itu semua bukan nilai-nilai Anda, jika Anda ingin sebuah negara dengan dasar syariah atau negara teokratis, Australia bukan untuk Anda," kata Costello.

Ketua Partai Buruh yang beroposisi, Kim Beazley, juga menyerukan agar pemerintah menghentikan sumbangan kepada madrasah..

"Partai kami melihat, sumbangan untuk madrasah juga harus mampu menjaga agar murid tetap tidak diberikan pengajaran ekstremis," kata Beazley.

Sikap Howard itu mendapat tentangan dari Jaringan Advokasi Hak-hak Muslim Australia (AMCRAN). Ketua AMCRAN, Waleed Kadous mengatakan, pemerintah semestinya tidak perlu mematai-matai masjid atau madrasah, tetapi perlu membangun hubungan yang baik.

"Saya tidak bisa memahami, dia (Howard) mengeluarkan instruksi keras seperti itu. Sejujurnya, dia bisa berkomunikasi dengan anggota komunitas (Muslim)," kata Kadous kepada AP.

Menurut Kadous sikap keras pemerintah hanya akan membuat sebagian kelompok Muslim semakin terisolasi, dan ini akan mempersulit kerja sama antara pemerintah dengan komunitas Islam. Setelah pertemuan dengan John Howard, Selasa lalu, para ulama Australia mengeluarkan 14 butir pernyataan yang mengutuk ekstremisme serta terorisme. Para ulama juga menyatakan loyal terhadap negara

Sikap buruk Australia dengan Islam bukan hal baru. Sebelumnya, lembaga intelejen negara itu pernah seenaknya menggeladah rumah-rumah keluarga muslim tanpa alasan. Kali ini, tindakan Howard dilakukan karena ketakutan menyusul serangkaian bom yang menyerang London, Juli lalu. (ap/sk/hid/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Melempar Kepala Babi ke Mesjid, 2 Yahudi ditangkap
Tulisan selanjutnya Wartawan TV Reuters Tewas Ditembak Pasukan AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?