Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Majelis Mujahidin Tuntut Wapres Meminta Maaf

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Oktober 2005 03:02
Bagikan
Bagikan

Selasa, 25 Oktober 2005

Hidayatullah.com–Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) secara tegas menolak rencana pengawasan terhadap pondok pesantren (pontren), seperti dilontarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pengawasan terhadap pontren, merupakan bentuk represif pemerintah terhadap gerakan Islam. MMI juga menuntut wapres minta maaf atas pernyataannya tersebut.

"Kami jelas menolak rencana itu. Kalau pemerintah bersikap represif kepada pesantren, lalu dasar hukumnya apa?. Kami menuntut wapres minta maaf atas pernyataannya itu" ujar Katib ‘Aam MMI, Farid Ma’ruf, di markas MMI Jln. Karanglo Kotagede Yogyakarta, Senin (24/10) sebagaimana dikutip koran Pikiran Rakyat.

Penegasan MMI tersebut, menurut Farid yang juga pengasuh pontren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, bersamaan dengan kegiatan MMI untuk mengeluarkan fatwa syar’i (fatwa agama) terhadap pemerintahan SBY- JK. Saat itu, terlihat pula Wakil Ketua I MMI, M. Thalib dan Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI, Irfan S. Awwas.

Keberadaan pontren di Indonesia — termasuk Ngruki — kata Farid, adalah lembaga legal, formal, dan dijamin secara konstitusional. Apalagi, pesantren ikut andil dalam mencerdaskan bangsa. Dengan demikian, tidak ada alasan apabila selalu dikaitkan dengan tindakan terorisme.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

"Orang kadang-kadang hanya menuduh. Ini yang perlu dipahami. Sedangkan hasil kajian dari berbagai diskusi yang diadakan Departemen Agama, tidak ada yang menyalahkan pontren Al-Mukmin. Apa yang diajarkan sudah jelas, ada acuan dan kurikulumnya jelas," katanya.

Ditambahkan Farid, rencana pengawasan terhadap pontren, tidak lebih dari upaya untuk mencari kambing hitam terhadap berbagai kasus teror di Indonesia. Apabila hal itu dilakukan, jelas sebagai upaya pencitraan negatif terhadap Islam di Indonesia.

"Untuk itu, sekali lagi, dengan tegas kami menolak rencana pengawasan terhadap pontren karena memang tidak ada dasar hukumnya. Selama ini pontren diawasi Diknas, jadi untuk apa diawasi lagi," ujar dia.

Fatwa ”syar’i”

Sementara itu, fatwa syar’i MMI yang ditandatangani Katib ‘Aam Farid Ma’ruf dan Wakil Ketua I M. Thalib antara lain menyatakan, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dan menyetujui kenaikan tunjangan gaji DPR adalah haram. Sebab, kebijakan tersebut berdampak menyengsarakan rakyat.

Akibat tidak dapat memenuhi amanah rakyat secara konstitusional, SBY – JK selaku presiden dan wakil presiden harus mengembalikan mandatnya kepada rakyat. "Penyerahan amanat itu, bisa dilakukan dengan mengundurkan diri, atau dengan cara referendum. Jika tidak dilakukan, rakyat tidak mempunyai kewajiban untuk taat kepada pemerintah," kata Thalib.

Dasar pertimbangan MMI mengeluarkan fatwa tersebut, di antaranya karena melihat apatisme rakyat terhadap kemampuan pemerintah SBY – JK dalam mengelola negara. Mereka bahkan bersikap arogan terhadap jeritan rakyat kecil, akibat kenaikan harga BBM.

MMI, menurut Thalib, juga menilai kebijakan ekonomi politik selama setahun pemerintahan SBY – JK, justru memicu timbulnya ancaman terhadap eksistensi kehidupan bernegara dan berbangsa. Misalnya, SBY-JK lebih mengutamakan kepentingan kekuasaan dari pada kepentingan pokok rakyat dan tidak memiliki sense of crisis terhadap penderitaan rakyat.

Memperhatikan realitas kehidupan ekonomi masyarakat yang semakin terpuruk pascakenaikan harga BBM, berarti pemerintah telah menyalahi amanah rakyat dan konstitusi. "Selama satu tahun ini, kebijakan politik dan ekonomi SBY-JK ternyata malah mengancam eksistensi kehidupan bernegara," ujar Thalib lagi. (pr/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas: “Bush Berupaya Ciptakan Perang di Palestina”
Tulisan selanjutnya Korban Tewas Tentara AS di Iraq Capai 2000 Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Berita
5 September 2026 14:50
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?