Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Tahanan Iraq Akui Disiksa Tentara AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 November 2005 05:43
Bagikan
Bagikan

Rabu, 16 November 2005

Hidayatullah.com–Dua bekas tahanan Iraq menyatakan mereka telah disiksa dengan cara dipukuli, dibangunkan saat sedang tidur dan jatah makanan mereka dikurangi, disetrum, ditembak dengan peluru karet dan ditakut-takuti dengan hukuman mati bohong-bohongan selama mereka berada dalam cengkeraman tentara AS, demikian laporan satu stasiun televisi AS, Senin.

Selain itu, gaya penyiksaan biadab lain tentara AS terhadap para tahanan Irak kembali terungkap. Berdasarkan pengakuan para mantan tahanan Iraq, siksaan sadis lain yang dipakai oleh tentara AS adalah memasukkan para tahanan ke dalam kandang singa, demikian seperti kutip AFP.

Kedua orang Iraq itu, Thahee Sabbar dan Sherzad Khalid, mengatakan kepada stasiun televisi ABC bahwa mereka ditahan Juli 2003, berulangkali mengalami penyiksaan dan dibebaskan beberapa bulan kemudian tanpa dakwaan apa pun.

Laporan tersebut tak menyebutkan di mana kedua orang itu diciduk. Mereka, kata stasiun televisi ABC, berulangkali ditahan di penjara ABu Ghraib atau istana Garda Republik Saddam Hussein —yang diubah menjadi satu instalasi militer AS setelah Saddam terguling.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya sangat terkejut ketika mereka menangkap saya,” kata Khalid sebagaimana dikutip. “Mereka tak memberi alasan mengapa mereka membawa saya. Dan saya bertanya kepada mereka, tapi mereka tak menjawab. Satu-satunya jawaban ialah pukulan keras.”

Tentara AS secara rutin menanyai tahanan untuk mengorek informasi mengenai mantan presiden Iraq Saddam Hussein dan menghukum mereka ketika jawaban mereka ternyata mengecewakan, kata stasiun televisi tersebut.

“Saya berkata kepada dia, ‘Bagaimana saya tahu di mana Saddam berada?’ dan saya menduga bahwa ia sedang mengolok-olok saya. Dan itu sebabnya mengapa saya tertawa. Dan ia memukul saya lagi,” kata Khalid —yang berbicara melalui seorang penerjemah.

Khalid menuduh tentara AS membawa dia ke satu kandang yang berisi singa hidup dan mengancam akan melempar dia serta tahanan lain ke kandang singa itu, jika mereka tak mau mengaku.

Pada satu keadaan, Sabbad menuduh ia dan tahanan lain menjadi sasaran hukuman mati bohong-bohongan.

“Mereka mengarahkan senjata mereka ke kami,” kata Sabbar. “Dan mereka menembak, menembak ke arah dada dan kepala kami. Dan ketika suara tembakan terdengar, sebagian dari kami jatuh pingsan. Sebagian mulai menangis. Sebagian bahkan sampai terkencing-kencing. Dan mereka tertawa sepanjang waktu.”

Laporan itu merupakan tuduhan paling akhir mengenai penyiksaan dan pelecehan terhadap pemerintah AS, menyusul skandal pelecehan tahanan di penjara Abu Ghraib, Iraq, kecaman di dalam serta luar negeri terhadap kebijakan Gedung Putih memperlakukan tahanan.

Presiden AS George W. Bush telah berkeras bahwa Amerika Serikat tak melakukan penyiksaan, tapi pemerintahnya telah melakukan lobi untuk menentang satu usul dari Senator John McCain yang secara tegas akan melarang penyiksaan dan tindakan kejam, perlakuan tak manusiawi terhadap tahanan.

Kelompok “American Civil Liberties Union” dan “Human Rights First” telah mengajukan tuntutan hukum atas nama delapan mantan tahanan, termasuk Sabbar dan Khalid, pada Maret 2005. Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld dinyatakan bertanggung jawab atas perlakuan kasar yang mereka terima dan mereka katakan melanggar hukum AS serta hukum internasional.

Pemerintah AS telah mengkonfirmasi bahwa kedua pria tersebut memang pernah ditahan tapi tak mengomentari secara langsung tuduhan mereka, kata stasiun televisi ABC.

Khalid menuduh tentara AS yang melakukan penjagaan mengancam akan menyodomi dia dengan tongkat kayu dan mereka mematahkan giginya ketika mereka pertama kali menahan dia.

Menurut Sabbar, tentara AS membuat tulang pundaknya terlepas, menggunakan senjata Taser untuk menyetrum tahanan, menembakkan peluru karet dan tak memperlihatkan rasa hormat kepada Al-Qur’an dengan menginjak-injak atau melemparkannya.

Khalid dibebaskan September 2003 dan Sabbar pada Januari 2004, demikian laporan stasiun televisi ABC. (ant/afp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bank Syariah Bersemi di Pakistan
Tulisan selanjutnya Jumlah Mahasiswa Asing yang Belajar di AS Makin Turun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?