Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

Puasa Bukan Sebuah Penderitaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Agustus 2009 20:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Umat Islam berpuasa sejak sebelum terbit matahari hingga terbenam matahari selama bulan Ramadhan. Tidak setetes air pun diperbolehkan untuk diminum.

Tapi itu hanyalah sebagian dari cerita.

“Non-Muslim cenderung melihat larangan itu sebagai  penderitaan,” kata Dr. Asma Mobin-Uddin, seorang dokter anak dan penulis buku, yang juga merupakan presiden Council of American-Islamic Relations (CAIR) cabang negara bagian Ohio.

“Mereka melihat, tidak makan dan tidak minum sebagai tantangan dan perjuangan. Tapi sudut pandang orang Islam sama sekali berbeda. Bukan sekadar masalah puasa. Tapi itu merupakan usaha untuk menjadi orang yang terbaik semampu yang ia bisa. Ramadhan merupakan masa yang indah.”

Seraya menjelaskan bahwa hidup sebagai seorang Muslim Amerika adalah sebuah misi bagi Mobin-Uddin. Ia telah menulis sebuah buku anak-anak berjudul “Nama Saya Bilal.” Buku itu bercerita tentang seorang bocah Muslim Amerika yang khawatir apakah ia akan bisa diterima oleh teman-teman sekolahnya.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

Buku keduanya berjudul “Hari Raya Terbaik”, bercerita tentang sebuah keluarga yang merayakan Idul Adha.

Buku terakhirnya “Sebuah Pesta di Bulan Ramadhan”, mengisahkan tentang seorang gadis yang diundang ke pesta teman sekelasnya pada bulan Ramadhan. Buku yang telah mendapat Penghargaan Pilihan Orangtua tahun 2009 itu, seperti buku lainnya, ditulis untuk mengisi kekosongan, dengan ketiga anak-anaknya sebagai inspirasi.

“Saya tidak melihat ada sebuah buku yang berkisah tentang Ramadhan dan puasa dari sudut pandang seorang anak,” katanya. “Saya ingin berbagi mengenai keindahan, kesenangan dan berkah dari bulan Ramadhan. Anak-anak senang melakukannya. Saya tidak melihat hal seperti itu di buku-buku tentang hari raya suci itu.”

Mobin-Uddin, 42 tahun, telah berpengalaman menjelaskan tentang Islam ke masyarakat luas sejak masih kanak-kanak di tempat asalnya Marion, satu jam dari Columbus. Kedua orangtuanya yang dokter, pindah dari Pakistan ke sana.

Ia mendapatkan gelar sarjana kedokteran dari Universitas Ohio, dan tinggal di Westlake selama menjalani tugas praktek sebagai dokter muda di Rainbow Babies & Children’s Hospital. Suaminya yang berasal dari Cleveland, John Kashubeck, bertugas di Mt. Sinai Medical Center. Sekarang tinggal di Columbus pinggiran Dublin.

Pengalaman Ramadhan Mobin-Uddin tidak seperti yang ada dalam salah satu bukunya, saat ia diwawancara ketika akan menjadi dokter anak. “Kami pergi makan siang, saya tidak makan dan tidak minum, dan saya pikir mereka akan menyangka itu merupakan hal yang aneh. Tetapi saya kemudian diterima, dan saya sangat senang sekali ketika itu.”

“Bagi banyak Muslim, (Ramadhan) itu bulan favorit mereka,” kata Mobin-Uddin. “Karena ada banyak pengampunan, kedermawanan, dan kemurahan hati. Anda berusaha untuk tidak bertengkar atau marah. Itu merupakan waktu untuk berbagi, setiap orang memiliki donatur di bulan Ramadhan.”

Kurang lebih ada 60.000 orang Islam yang tinggal di Greater Cleveland, menurut Julia Shearson, dari CAIR setempat. Banyak di antara mereka yang akan mendatangi 13 masjid yang ada di wilayah itu untuk shalat malam (tarawih). Dan banyak yang berkumpul untuk berbuka, membatalkan puasa mereka dengan kurma dan air.

Keramaian seperti itu merupakan ciri khas bulan Ramadhan, yang juga memiliki makna spiritual tersendiri, kata Shearson.  “Tak ada  seorang pun yang tahu Anda puasa (atau tidak). Hal itu melahirkan kerendahan hati dan membantu kita untuk bersyukur atas setiap tetes air yang diberikan oleh Sang Pencipta. Ramadhan mengisi ulang baterai spiritual.” [di/cl/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masdar Pahami Langkah Polri Awasi Ceramah
Tulisan selanjutnya Kapolri Bantah akan Awasi Dakwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?