Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Tahanan di Penjara Israel Tak Tahu Kapan Shalat dan Berbuka

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Agustus 2009 20:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para ibu, dengan kerutan di wajah dan membawa foto anak mereka yang dikurung di penjara-penjara Israel, setiap Senin pagi berkumpul di halaman depan kantor pusat Palang Merah di Gaza.

Pertemuan tiap Senin itu telah menjadi sebuah tradisi di kalangan keluarga Palestina yang tinggal di Gaza. Selama sepuluh tahun para ibu, ayah, saudara laki-laki, saudara perempuan, semuanya berkumpul saling menunjukkan solidaritas dan dukungan.

Mereka berdiri dalam solidaritas untuk anak-anak mereka dan mengutuk segala bentuk penyiksaan terhadap mereka yang dikurung dalam penjara Israel. Sayangnya, bulan Ramadhan tidak mengubah keadaan mereka yang dipenjara, dan siksaan terus diterima dari tangan-tangan Israel yang menangkap mereka. Penderitaan terus berlanjut.

“Apakah Israel negara demokrasi?” tanya ibu dari Ahmad yang dipenjara oleh Israel. “Kami berbicara dengan Ahmad dua hari lalu, di awal Ramadhan. Ia mengadu terus mendapat siksaan selama puasa.” Apa yang diadukan Ahmad itu juga dialami oleh banyak penghuni penjara Israel lainnya

Ibu dari Raed Hajj Ahmad berkata, “Selama lebih dari dua tahun kami dihalang-halangi untuk mengunjungi anak kami. Berita yang kami dengar hanyalah tentang penyiksaan dan perlakuan buruk yang diterimanya. Kami mengirimkan uang. Tapi kami diberitahu bahwa uang itu tidak sampai kepadanya. Kami sungguh khawatir terhadapnya selama bulan Ramadhan ini.”

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Ayah dari Shadi Al-Baba juga menyampaikan hal yang sama. Ia bercerita bahwa anaknya diperlakukan buruk oleh para penjaga di penjara.

“Uang yang kami kirimkan kepadanya, paling tidak butuh waktu 4 bulan untuk sampai. Jika terlambat seperti itu, bagaimana anak saya bisa makan dan minum? Bagaimana ia bisa menikmati buka puasa selama Ramadhan jika uangnya telat diterima?”

Selama Ramadhan, Muslim berpuasa sejak fajar hingga terbenam matahari. Ketika Adzan maghrib terdengar, Muslim di seluruh dunia membatalkan puasanya dengan makan kurma dan minum air. Lalu mereka melaksanakan shalat maghrib. Setelah itu mereka makan. Para tahanan di penjara-penjara Israel tidak bisa melakukan hal seperti itu.

Massod Ayad yang dulu pernah dipenjara bercerita, selama Ramadhan, banyak penghuni penjara yang dilarang membaca surat kabar atau menonton televisi untuk mencari tahu kapan waktu shalat dan berbuka. Mohammed Faraj al-Ghoul, pembimbing rohani para tahanan mengatakan, banyak dari tahanan yang tidak tahu kapan waktu untuk berbuka puasa dan sahur. Karena tempat mereka dikurung menghalanginya untuk bisa melihat matahari dan mendengar suara adzan.

Ada ratusan tahanan yang dikurung dalam sel isolasi, ruang tahanan dan ruang interogasi, demikian cerita pembimbing rohani itu. Sel tempat  tahanan orang Palestina dikurung, tidak bisa dibandingkan dengan sel tempat orang-orang Barat dikurung.

Massoud Ayad memberikan gambaran seperti apa suasana di dalam penjara itu. “Bayangkan Anda dikurung dalam sebuah ruangan tertutup selam 5 atau 6 bulan  terus menerus. Dalam ruangan sel hanya ada satu jendela kecil. Setiap sel berisi sekitar 10 orang tahanan. Dalam ruangan yang sempit seperti itu amat sulit untuk bergerak, dan bau tidak sedap menyebar ke seluruh ruangan.

Ghoul kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai cara yang digunakan Israel untuk melecehkan dan memprovokasi para tahanan Palestina. Cara pelecehan bisa berupa penggeledahan seluruh tubuh yang terus menerus dilakukan, membuat kegaduhan di sel, merampas barang milik pribadi seperti foto anak-anak mereka, melucuti pakaian, mengurung dalam ruang isolasi, menutup layanan kantin, dan melarang komunikasi dengan dunia luar, termasuk dengan keluarga mereka.

Ada lebih dari 1.600 tahanan yang memerlukan perawatan medis, dan lebih banyak lagi jumlah mereka yang tidak diperbolehkan berjumpa dengan keluarganya. Pihak penjajah Israel berdalih, larangan kunjungan dari keluarga itu karena alasan keamanan.

Banyak keluarga yang bertahun-tahun dihalangi untuk melihat anak-anak mereka. Sementara lainnya hanya bisa bertemu dengan anak mereka setiap 26 bulan sekali.

Bukankah yang disebut dengan “demokrasi” seharusnya menghormati hak asasi manusia? Kesampingkan pertanyaan apa itu demokrasi, bukankah hak asasi manusia diakui oleh hukum internasional dan diadopsi oleh banyak negara dan PBB? Orang-orang Palestina adalah manusia, sebagaimana halnya orang-orang yang hidup di Amerika Serikat dan Inggris. Mereka juga berhak untuk mendapatkan jaminan perlindungan di bawah hukum internasional. Mereka tidak layak untuk mendapatkan siksaan dan menjadi bahan pelecehan oleh para penjaga di penjara-penjara Israel. [di/pt/hidayatullah.com]

 

Foto:bbc.co.uk

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polling Bisnis.com, Taufik Kiemas Tak Layak Ketua MPR
Tulisan selanjutnya Ramadhan di TV Saudi Didominasi Ulama, Bukan Pelawak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?