Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Mengupil, Rahasia Ilmiah yang Belum Terpecahkan (Bagian 2-Habis)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 April 2010 18:30
Bagikan
Bagikan

Oleh: Catur Sriherwanto

Hidayatullah.com–Di tulisan bagian pertama telah dipaparkan secara ilmiah manfaat kesehatan yang mungkin ada pada kebiasaan mengupil. Namun perilaku yang dalam bahasa Jerman disebut Nasebohren atau Nasenbohren (Nase = hidung, bohren = mengebor; Nasebohren = mengebor hidung) ini bukannya tanpa bahaya. Dalam karya ilmiahnya baru-baru ini (2010), ilmuwan India Lakshmi Purushothaman dan rekannya menuturkan bahwa mengupil merupakan penyebab nomor dua terjadinya pendarahan hidung selama kehamilan. Kebiasaan mengebor hidung berlebihan bahkan bisa berdampak kematian.

Tewas setelah mengebor hidung

Mengupil diartikan sebagai perilaku memasukkan jari (atau benda) ke dalam hidung sendiri dengan tujuan mengambil cairan kering keluar dari hidung. Jika mengupil ini menjadi kebiasaan yang sulit dicegah, maka kelainan ini dalam dunia kesehatan diistilahkan dengan rhinotillexomania. Istilah tersebut berasal dari gabungan kata rhino (dalam bahasa Yunani berarti hidung), tillesthai (menarik, mengunduh), exo (luar), dan mania (keasyikan).

Kegiatan mengupil itu sendiri sebenarnya tidaklah berbahaya. Namun pengeboran lubang hidung itu dapat berdampak sangat buruk jika dilakukan: (1) dengan sangat kuat (misalnya menggaruk dengan kuku jari), (2) terlalu dalam (contohnya memasukkan jari melebihi ukuran panjang ruas pertama jari), (3) menggunakan benda selain jari, dan (4) menggunakan jari kotor. Kebiasaan mengupil tak terkendali mendapat perhatian khusus di kalangan ilmuwan mengingat salah satu dampak berbahayanya adalah kematian!

Baca Juga

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?

Ian Bothwell (63 tahun) adalah salah satu contoh korban pengeboran hidung itu. Warga Inggris yang misteri kematiannya diungkap Dr. Emyr Benbow di rumah sakit Manchester Royal Infirmary, Inggris, itu awalnya diduga tewas karena jatuh dari tempat tidur. Namun ketiadaan bekas benturan pada kepala menihilkan penjelasan tersebut. Lubang hidungnya yang dipenuhi darah menjadi pertanda bahwa kematiannya adalah karena epistaxis, atau pendarahan pada lubang hidung. Akhirnya disimpulkan bahwa sang korban yang menderita demensia dan ketergantungan pada minuman keras itu tewas karena mengupil terlalu berlebihan yang berujung pada pendarahan hingga mati.

Penelitian mengupil di Belanda

Sekitar sepertiga manusia di dunia memiliki sejenis kuman bakteri yang diberi nama Staphylococcus aureus yang menghuni lubang hidungnya. Bakteri ini dapat menyerang manusia dan menjadikan mereka sakit, bahkan meninggal dunia. Oleh karena itu, penelitian terkait dengan bakteri tersebut dengan kebiasaan mengupil sangatlah penting demi mencegah terjangkitnya penyakit akibat bakteri tersebut.

Peneliti asal Belanda, Heiman FL Wertheim dkk., melibatkan 238 pasien klinik telinga-hidung-tenggorokan (THT) dan 86 orang sehat yang bekerja di rumah sakit dalam kajiannya. Mereka diminta menjawab daftar pertanyaan seputar perilaku mereka terhadap hidung mereka, serta diteliti apakah hidung mereka mengadung bakteri S. aureus.

Hasilnya, di kalangan pasien THT, mereka yang suka mengupil cenderung memiliki bakteri S. aureus di dalam hidung mereka dibandingkan bukan pengupil. Demikian pula, di kalangan orang sehat, mereka yang mengaku lebih banyak mengupil cenderung lebih sering didapati bakteri S. aureus di dalam hidung mereka. Kesimpulannya, kebiasaan mengupil erat hubungannya dengan keberadaan bakteri S. aureus di dalam hidung si pengupil. Mengatasi kebiasaan mengupil mungkin dapat membantu menghilangkan bakteri tersebut dari lubang hidung.  [cs/hidayatullah.com]

Daftar pustaka:

1). Purushothaman, L & Purushothaman, PK (2010) Analysis of Epistaxis in Pregnancy. European Journal of Scientific Research 40(3):387-396. (http://www.eurojournals.com/ejsr_40_3_07.pdf, terkunjungi pada 4 April 2010)

2). BBC (2006) The Truth About Nose-picking. 29 March 2006. (http://www.bbc.co.uk/dna/h2g2/A9737094, terkunjungi pada 4 April 2010)

3). Telegraph.co.uk (2008) Man dies from picking his nose. 5 December 2008 (http://www.telegraph.co.uk/news/uknews/3566273/Man-dies-from-picking-his-nose.html, terkunjungi pada 4 April 2010)

4). Wertheim, HFL et al. (2006) Nose Picking and Nasal Carriage of Staphylococcus aureus. Infection Control and Hospital Epidemiology 27(8):863-867. (http://www.journals.uchicago.edu/doi/pdf/10.1086/506401, terkunjungi pada 4 April 2010)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menguak Konspirasi Freemason dalam Film “Sherlock Holmes” [2]
Tulisan selanjutnya Raja Jordania: Israel Dalam Bahaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

drone peledak Houthi
Berita

Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

Berita
19 Oktober 2026 12:54
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli

8 April 2026 10:00
Hikmah

Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

4 April 2026 18:18
HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?