Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah Jangan Jadi Subordinat Kekuasaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 April 2010 14:23
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta, Juli mendatang, secara rasional mungkin saja akan diintervensi oleh kepentingan luar, terutama politi kekuasaan.
 Demikian dikemukakan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin usai pertemuan dengan KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Rabu.
 “Ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah adalah sesuatu yang sangat berharga sehingga wajar ada pihak lain yang berkepentingan, terutama yang di ranah politik kekuasaan,” katanya.
 Namun demikian, ia yakin pengurus Muhammadiyah tetap memegang komitmen moral sehingga tidak akan mudah terpengaruh, apalagi jika intervensi itu mengarah pada upaya adu domba.
 Muhammadiyah, kata Din, tentu mengambil hikmah dan pelajaran dari ormas lain yang telah menggelar forum permusyawaratan terlebih dulu.
 “Kalau sampai intervensi berhasil, organisasi kita jadi subordinat kekuasaan, ini musibah besar bagi organisasi Islam,” katanya.
 Din menambahkan, organisasi seperti NU dan Muhammadiyah yang berusia lebih tua dari negara Indonesia idealnya dijadikan sebagai mitra, bukan dikooptasi.
 Ia sendiri memosisikan Muhammadiyah sebagai mitra strategis bagi pemerintah. Artinya, mendukung jika kebijakannya benar dan mengkritik jika melenceng dari kebenaran dan keadilan.
 “Prinsipnya amar ma`ruf nahi munkar, itu tetap kita lakukan sejak saya terpilih sebagai ketua umum,” katanya.
 Siap lengser Din juga menyatakan kesiapannya jika tidak terpilih kembali sebagai ketua umum PP Muhammadiyah. “Saya legowo jika tidak terpilih dan digantikan. Itu risiko karena jabatan itu amanat,” katanya.
 Ia pun akan tetap mengabdi di Muhammadiyah meski tidak menyandang jabatan apa pun. “Kita masih punya lahan di Muhammadiyah untuk mengabdi,” katanya.
Terkait pertemuan dengan Hasyim, menurut Din, hanya silaturahmi. Selain sesama alumni Pesantren Gontor, keduanya juga presiden di Konferensi Dunia Agama-agama untuk Perdamaian (WCRP).
 Ia pun mengundang Hasyim Muzadi hadir sekaligus menjadi pembicara dalam muktamar Muhammadiyah nanti. Menurutnya, warga Muhammadiyah sangat mengapresiasi upaya Hasyim merekatkan hubungan NU-Muhammadiyah selama menjabat ketua umum PBNU.
 Di tempat terpisah, pengamat sosial keagamaan dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Abdul Munir Mulkhan mengatakan, pucuk pimpinan Muhammadiyah perlu menguasai dan menyadari politik kebangsaan, tetapi menjauhkan diri dari permainan politik kekuasaan, katanya.
 “Dengan demikian, Muhammadiyah bisa didengar semua pihak karena dipercaya tidak memiliki agenda politik praktis,” katanya pada diskusi Muhammadiyah dan Budaya Politik Kekuasaan di Yogyakarta, Kamis.
 Menurut dia, politik kebangsaan adalah tindakan Muhammadiyah berupa gagasan atau aksi konkret dalam mempengaruhi pengambil kebijakan dan kekuatan politik bagi peningkatan kesejahteraan hidup manusia sebagai warga bangsa atau warga dunia tanpa memandang agama dan etnis.
 “Hak asasi manusia (HAM), hak politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hak adat lain merupakan persoalan strategis bagi pengembangan politik kebangsaan Muhammadiyah,” katanya. [pel/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Swiss: Masalah Pemakaman Islam dan Toleransi
Tulisan selanjutnya Suriah Berlakukan Larangan Rokok Nasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian

Berita
3 Agustus 2026 14:27
Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah
Al-Rushafi dan Catatan Kritis Seputar Sirah Nabi Muhammad
Pemukim Ilegal ‘Israel’ Serbu Sejumlah Desa Tepi Barat
Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah

Terbaru

  • Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
  • Di Era AI, Perpustakaan Menjadi Benteng Informasi Sahih
  • Perang dengan Iran Kuras Persediaan Rudal Amerika Serikat
  • Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU
  • Pengembangan ‘Warisan Budaya’, Dalih Zionis Perkuat Cengkraman atas Tepi Barat
  • Menko PM Luncurkan Program 10 Ribu MCK untuk Pondok Pesantren Seluruh Indonesia
  • Amerika Tutup Misi Diplomatik di Medan dan Kota Lain di Beberapa Negara
  • Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq
  • Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah
  • Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?