Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berhijab, Menteri Wanita Maroko Merasa Menjadi Target

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Januari 2013 14:14 2:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Januari 2013 14:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Satu-satunya menteri perempuan di jajaran kabinet Maroko mengatakan bahwa media telah menjadikannya target bulan-bulanan karena dirinya mengenakan hijab.

Menteri Solidaritas, Wanita, Keluarga dan Pembangunan Sosial Bassima Hakkaoui mengatakan, sejak menjabat pada 3 Januari 2012 media berusaha merusak kredibilitasnya dengan menyampaikan berita dan informasi bohong tentang dirinya.

Kabar yang mengatakan bahwa suaminya punya istri kedua juga merupakan kabar yang termasuk dibantah Bassima kebenarannya.

“Media sudah menyerang saya sejak penunjukan saya [sebagai menteri] dengan memberitakan pernyataan yang tidak saya katakan,” kata Bassima Hakkaoui kepada koran mingguan Maroko Tel Quel dalam sebuah wawancara, lapor Saudi Gazette (20/1/2013).

“Hal itu dikarenakan saya satu-satunya perempuan yang mengenakan hijab di parlemen … menurut saya hal itu telah mengagitasi sebagian orang yang ingin merusak kredibilitas saya,” katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wanita berusia 52 tahun itu mengatakan bahwa dirinya menghormati wartawan, meskipun sebagaian dari mereka tidak memverifikasi laporannya sebelum diterbitkan.

“Saya merasa bahwa saya lebih mengundang perhatian, dibanding para menteri lain, karena saya satu-satunya menteri wanita.”

Dalam program kerjanya, Bassima Hakkaoui berjanji akan mengubah pasal 475 Undang-Undang Hukum Pidana yang menyebutkan bahwa pelaku pemerkosaan boleh menikahi korbannya agar terlepas dari tuntutan hukum.

Tahun lalu, salah satu pengadilan di Maroko memperbolehkan pelaku pemerkosa menikahi korban kejahatannya Amina Filali yang masih berusia 16 tahun, dengan alasan untuk “menyelamatkan martabat keluarga” gadis remaja itu.

Kasus Filali, yang akhirnya melakukan bunuh diri, menyulut kemarahan rakyat yang menuntut agar undang-undang pidana itu diubah.

“Pelaku pemerkosaan tempatanya hanyalah di penjara,” kata Hakkaoui.

Bassima Hakkaoui adalah politisi wanita dari Partai Keadilan dan Pembangunan yang menjadi partai pemerintah di Maroko sejak 29 Nopember 2011. Partai Keadilan dan Pembangunan merupakan partai pengusung demokrasi Islam.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sumbang $1,88 Juta Saudi Bangun Rumah untuk Rohingya
Tulisan selanjutnya Jokowi Minta Korban Banjir Tidak Meminta-minta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

None

Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida

None
31 Oktober 2026 09:38
Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara
Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
‘Israel’ Lancarkan Penggerebekan di Seluruh Tepi Barat, Usir 5.000 Warga Palestina

Terbaru

  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
  • Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action
  • LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor
  • Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi
  • Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida
  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
  • Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
  • Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?