Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kitab Turats Kunci Memecahkan Masalah, Tapi Jarang Dibaca

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juni 2010 11:33
Bagikan
Bagikan


Hidayatullah.com–Direktur Institute for The Study Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi mengatakan, pelajar Islam lebih banyak membaca buku-buku berbahasa Indonesia ketimbang kitab turats. Padahal, menurutnya ada jutaan kitab turats di sejumlah perpustakaan yang belum dibaca.

Pernyataan ini disampaikan Hamid saat memberi workshop pemikiran di Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al-Hakim (STAIL), Surabaya Rabu (23/6) siang. Menurutnya, banyak kitab turats, seperti di perpustakaan IAIN Sunan Kalijaga Yogjakarta,  tak terjamah hingga lapuk dan berdebu. Beda halnya dengan buku-buku berbahasa Indonesia yang hampir robek karena sering dibaca.

Tak pelak, hal itu membuat Hamid miris. Betak tidak, dalam kitab turats terdapat ilmu Islam yang belum tentu ada di dalam buku-buku berbahasa Indonesia. Sebab, kitab turats merupakan peninggalan para ulama terdahulu (salaf). Turats berisi berbagai ilmu baik dari Persia, Romawi, maupun Yunani yang diadopsi para ulama ke dalam Islam atau biasa disebut islamisasi ilmu.

Lebih jelas, Hamid mengatakan, dengan memahami turats, maka setidaknya bisa menjawab masalah modernisme maupun postmodernisme yang kian berkembang.

“Sebab, turats ditulis oleh ulama yang kapasitas keilmuannya tidak diragukan lagi,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Hal itu tidak lain, lantaran ulama sudah bisa memahami dan menjawab berbagai masalah di berbagai negara, seperti Persia, Romawi, dan Yunani-yang ketika itu lebih maju secara peradaban. Dan, masalah itu tidak akan jauh beda dengan dinamika yang berkembang pada saat ini.

Mengutip pernyataan Syeid Naquib Al-Attas, Hamid mengatakan, “key concept” masalah yang ada sekarang karena konsep-konsep dasar tentang Islam tidak dipahami secara baik. Seperti wahyu misalnya, orang masih belum paham apa definisi wahyu. Tak pelak, ketika ada orang yang tiba-tiba mengaku mendapat wahyu, masih ada saja yang percaya. Hingga akhirnya muncul nabi-nabi palsu.

Begitu juga dengan konsep adil, masih jarang yang tahu konsep adil secara rinci. Karena tidak memahami konsep, banyak orang bingung dalam melakukan sesuatu. Seperti yang pernah terjadi, debat definisi tentang pornografi. Pornografi ditafsirkan secara sekularistik, padahal, definisi pornografi dalam Islam berbeda dengan konsep sekuler.

Tak kalah serunya, debat tentang konsep pemimpin seorang perempuan. Hingga kini, hal itu masih jadi kontroversi. Padahal,  jika ingin menggali secara serius turats, maka akan didapat jawabannya.

“Tinggal dibaca dan dibahas bersama-sama,” ujarnya.  Namun, lagi-lagi sayang, sebab animo membaca turats sangat lemah. [ans/hidayatullah.com]  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Luncurkan Satelit Guna Memantau Nuklir Iran
Tulisan selanjutnya Kapolda Jabar Obral ”Nomor” Ponsel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran

Berita
14 Juni 2026 07:28
Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban

Terbaru

  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?