Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Umat Islam Harus Ikut Dukung Bank Syariah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Juli 2010 12:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Carut marutnya perekonomian dunia saat ini adalah buah dari diterapkannya sistem ekonomi kapitalis.Perbedaan si kaya dengan si miskin bagai bumi dengan langit. Solusi keluar dari permasalahan pelik ekonomi umat saat ini adalah mengikuti aturan  Allah dan Rasul-Nya secara menyeluruh (kaffah).

Meski demikian, penerapan ekonomi syariah Islam tidak bisa hanya dari satu sisi saja. Harus menyeluruh di semua sektor dan tidak bercampur dengan sistem bathil yang ada. Contohnya sistem perbankan saat ini, meski telah memakai nama syariah sejatinya setali tiga uang dengan perbankan konvensional yang ada.

Demikian pendapat Dr. Abdul Halim yang disampaikan dalam Seminar Ekonomi Syariah, Rabu (21/7) di Bandung. Lebih lanjut pengajar pada Fakultas Hukum dan Bisnis Ekonomi Syariah Universitas Multimedia Malaysia ini menjelaskan, bank  yang menambahkan kata syariah hanya membodohi umat saja.

“Tak ada bedanya, karena bank syariah masih menggunakan sistem bank konvensional. Syariah Allah itu murni, tak mungkin bisa bercampur sistem bathil. Syariah tidak mungkin lahir dari bercampur sistem Allah (haq) dengan sistem kapitalis (riba),” sambung Halim.

Ia lantas menganalogikan jika judi itu haram, maka kasino juga haram. Demikian juga jika bunga (riba) haram, maka bank haram juga. Ia pun bertanya, jika kasino ditambahi syariah hingga menjadi kasino syariah, apakah lantas menjadi halal? Demikian juga untuk bank.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Halim juga memberi gambaran, ibarat air tidak mungkin bercampur dengan minyak. Syariah Allah yang bersih tidak mungkin bercampur dengan sistem kapitalis yang kotor.

Dirinya lantas mengimbau umat Islam untuk tidak berlebihan dalam transaksi perbankan jika belum mampu secara total meninggalkan perbankan.

Adalah kesalahan besar jika Indonesia bercermin pada kesuksesan Malaysia dalam penerapan perbankan syariah. Menurutnya, praktik bank syariah di negeri Jiran yang telah dimulai sejak 1980-an  adalah karena alasan politik semata.

 “Saat itu warga (umat Islam) tidak mau menyimpan uangnya di bank, maka untuk menariknya dipakailah istilah bank syariah,” papar Halim membuka rahasia.

Meski sudah berganti bank syariah dengan prinsip bagi hasil, namun pada praktiknya masih berbasis sistem kapitalis dengan pola persentasi suku bunga, serta mengacu pada sistem perbankan internasional.

Sementara itu Dr A.Riawan Amin yang juga menjadi panelis dalam seminar tersebut membantah pendapat tersebut.

“Sampai saat ini belum ada fatwa yang mengharamkan bunga bank. Sedangkan di bank syariah tidak ada bunga, namun bagi hasil,” jelas mantan Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia tersebut.

Riawan sendiri mengakui, hingga saat ini bank-bank syariah memang belum seratus persen sesuai syariah. Namun begitu, bukan berarti umat  harus menjauhi, bahkan meninggalkannya.

Justru sebaliknya umat diharapkan ikut mendukung adanya bank-bank syariah yang menurutnya tujuh puluh persen sudah sesuai syariah.

“Ibarat bermain sepak bola, selama ini kita telah bermain di lapangan orang lain. Dengan cara dan aturan main yang dibuat orang lain. Karenanya kita tidak akan pernah memenangkan pertandingan. Alih-alih mendapatkan kemakmuran, kejatuhan yang kita alami,” papar Ketua Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Asbisindo) tersebut.

Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan ekonomi tersebut, Riawan berpendapat, ekonomi syariah solusinya. Sistem ekonomi ini merupakan sistem yang anti-maghrib (maisyir, gharar, riba, dan bathil) dan dibangun di atas landasan fairness, kejujuran, dan keterbukaan. Dan bank syariah bagian dari sistem ekonomi syariah itu.

Meski berbeda pendapat soal perbankan, keduanya setuju jika uang kertaslah (fiat money) yang menjadi sumber krisis ekonomi, baik k yang  melanda negara berkembang maupun negara maju.
Abdul Halim maupun Riawan Amin sepakat, selain bertakwa kepada Allah dengan sebenarnya takwa, maka dinar dan dirham sebagai alat transaksi yang solutif bagi umat Islam maupun nonmuslim keluar dari krisis. Selain sesuai syariah, terbukti dinar dan dirham relatif lebih stabil terhadap guncangan krisis ekonomi global. [man/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jual Beli Manusia Marak di Amerika
Tulisan selanjutnya Kodifikasi Hukum Syariah Saudi Disetujui Dewan Ulama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?