Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Berbuka, Bukan Merapel Makan Siang dan Malam

Thoriq
Terakhir diupdate:
Thoriq
Dipublikasikan 25 Juli 2012 11:15
Bagikan
Bagikan

SAAT menjelang berbuka puasa, Didi menyiapkan berbagai macam varian makanan yang nantinya akan dikonsumsi waktu berbuka. Kenapa perlu lebih banyak daripada porsi makan malam di luar puasa? Menurutnya, jika makanan yang dikonsumsi untuk berbuka porsinya sama dengan makan malam biasa, maka makan siang yang ia tinggalkan karena berpuasa tidak terganti. Maka, perlu diganti. Sehingga, bagi Didi, berbuka sama dengan merapel antara makan siang dan malam.

Sebenarnya, kebiasaan yang dilakukan Didi saat berbuka ini telah menjadi obyek pembicaraan para ulama. Memang, dalam tinjauan fikih, puasa demikian sah-sah saja, karena bukan termasuk amalan yang bisa membatalkan. Namun, para ulama tidak hanya berbicara menganai sah atau tidak, batal atau tidak, tapi mereka berbicara mana yang paling baik dan utama bagi umat.

Hujjah Al Islam Imam Al Ghazali ketika berbicara menganai adab puasa atau adab ash shiyam dalam kitab  Bidayah Al Hidayah memberi nasihat kepada mereka yang berpuasa agar tidak menambah porsi berbuka hingga melebihi porsi makan malam biasanya. Ini sama dengan makan dua kali, namun hanya dilakukan dalam satu waktu.

Al Allamah An Nawawi Al Bantani sendiri menjelaskan bahwa jika hal itu dilakukan, maka tidak ada bedanya, porsi makan saat berpuasa maupun tidak. (Maraqi Al Ubidiyah, hal. 60)

Nah, bagi Imam Al Ghazali, puasa demikian sah, namun fungsi puasa sebagai pelemah hawa nafsu tidak bisa berjalan. Al Bantani menyebutkan bahwa orang yang melakukan hal ini walau puasa, sama dengan mereka yang berbuka. Puasanya tidak bisa melemahkan hawa nafsu, yang bisa mempersempit gerakan aktivitas setan dalam tubuh. Walhasil, antara puasa dan tidak, sama saja dampaknya. (Maraqi Al Ubidiyah, hal. 60)

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Jika kebiasaan ini berlanjut, akhirnya Ramadhan bukan lagi bulan lapar, namun berubah menjadi bulan yang mengenyangkan.

Al Qurthubi saat ada yang mengatakan, kenapa bulan Ramadhan syetan dibelanggu namun banyak yang masih melakukan maksiat, menjawab, bahwa itu terjadi pada orang berpuasa yang benar-benar tidak hanya menjaga syarat, namun adab-adabnya juga diperhatikan. (Fath Al Bari, 4/145).

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Umat Islam Bali Jangan Eklusive
Tulisan selanjutnya Menang Melawan Keterbatasan di Bulan Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?