Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Komodo, Mobil Penjelajah untuk Para Dai Pedalaman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2010 15:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Berdakwah di pedalaman dan daerah minus memang penuh dengan kendala. Salah satu kendala yang banyak dirasakan oleh para dai adalah tidak adanya transportasi dan minimnya infrastruktur jalan.

Kini, ada teknologi otomotif yang setidaknya dapat sedikit meringankan tugas para dai di pedalaman.

PT FIN Komodo Teknologi yang berpusat di Cimahi Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu yang lalu sukses menciptakan mobil bermesin motor yang mampu digunakan di daerah ekstrem.

Kepada Hidayatullah.com, Pendiri PT FIN Komodo Teknologi, Ibnu Susilo mengatakan mobil yang diberi nama Komodo ini memang cocok untuk para dai yang ditugaskan di daerah minus.

”FIN Komodo ini saya rancang untuk daerah yang tidak ada jalanan seperti di pedalaman, desa, dan remote area,” kata lelaki yang juga Ketua Asosiasi Industri Automotive Nusantara (ASIA NUSA).

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Meski menggunakan mesin motor 180 cc 2-tak, tapi jangan ragukan soal kemampuan Komodo. Komodo yang dikenal sebagai binatang tangguh, maka mobil ini pun sanggup digeber hingga 40 km/jam di jalan berbatu. Sedangkan di jalan yang rata, kendaraan jenis off road ini mampu lari 60 km/jam. Mobil ini juga mampu dipacu di jalan yang berlumpur atau jalan yang memiliki kemiringan ekstrem.

Mengenai bahan bakar, untuk medan hutan, untuk jarak 100 Km konsumsi bahan bakar kurang lebih hanya 5 liter. Sedangkan kapasitas tangki 20 liter, sehingga dapat survive di  hutan selama 7 x 4 jam atau 4 hari perjalanan siang hari.

Disamping untuk misi penjelajah atau survei atau pengawasan, maka Komodo juga dapat digunakan untuk mengangkut beban (barang bawaan) seberat 250 Kg, sehingga dapat juga berfungsi sebagai kendaraan utility. Mobil ini berkapasitas dua orang penumpang.

Sebagian besar suku cadang kendaraan tersebut merupakan hasil produksi dalam negeri. Pelat baja misalnya, adalah buatan PT Krakatau Steel, sementara ban menggunakan merek Ar-chilles. Adapun, pelek dipasok oleh perusahaan dari Sidoarjo.

“Suku .cadang yang masih diimpor adalah komponen mesin yang kami datangkan dari China, yaitu mesin all min, serta cat [Nippon Paint],” tuturnya.

Soal harga, kata Ibnu, perusahaannya”Saat ini sudah ada beberapa lembaga dakwah di Jawa Timur yang sudah merasakan manfaat menggunakan Komodo,” pungkasnya. [syaf/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wahai Muslim, Perangi Virus Malas!
Tulisan selanjutnya Gaya Robert Morey

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?