Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Islamophobia Hanya Akan Mengakibatkan Perpecahan Islam-Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2010 13:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para pemimpin dan presiden dari negara Muslim menyatakan keberatan kepada PBB atas tindakan dunia Barat yang terus “menyerang”. Mereka mengingatkan, tindakan ini hanya akan memperluas perpecahan hubungan dan berkembangnya ancaman pada keamanan nasional.

Negara Islam menganggap masyarakat internasional harusnya bersatu melawan “perpecahan masyarakat”.

Ancaman pembakaran al-Quran oleh sebuah gereja di daerah pinggiran Amerika, kontroversi rencana pembangunan masjid di dekat Ground Zero,  serta serangan terhadap simbol-simbol Islam di negara Eropa menjadi hal utama yang menjadi pembicaraan negara-negara Islam.

Belum lama ini, negara-negara Barat telah membicarakan di PBB untuk melawan meningkatnya perselisihan agama pada minggu sebelumnya.

Sebelum ini, negara Barat merasa dipermalukan pidato  Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad yang menghubungkan pemerintah Amerika dengan tragedi 11 September, ujar para diplomat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun Syaikh Hamad bin Khalifa Al-Thani, Pemimpin Qatar, yang meluncurkan inisiatif diplomatik Barat untuk menyelesaikan perang Sudan, hingga konflik Israel-Palestina, mengutuk upaya menghubungkan Islam dengan “terorisme”. Secara terpisah, ia menyalahkan deklarasi “Perang Melawan Terorisme”  Amerika setelah 11 September yang diluncurkan George W Bush.

“Kami tidak setuju dengan atribut yang menghubungkan terorisme dengan agama Islam karena –sebagai tambahan kesalahan– ketidakadilan dalam sejarah telah disangkal oleh bukti sejarah yang baru.”

Dia mengatakan “aksi kekerasan serampangan” di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia di akhir abad 20, tidak pernah dicap sebagai terorisme Amerika, Eropa, atau Asia.

“Kekerasan yang terjadi selama ini berdasarkan isu politik, ekonomi, sosial dan bahkan ideologi, tanpa menyematkan agama, negara atau ide tertentu.”

Sementara itu, Menteri Luar Negri Mesir Ahmed Abul Gheit mengutuk beberapa insiden yang mengejutkan yang  selalu “menyentuh” Muslim dan Islam, bahkan secara sistematis selalu berulang-ulang  di beberapa kasus.

Ia menambahkan, “Kami menemukan dunia Barat, umumnya, selalu bermasalah dengan dunia Muslim. Permasalahan tidak akan menguntungkan pihak manapun, kecuali kaum ektremis atau orang-orang yang memiliki pandangan salah di kedua belah pihak. Hal ini  akan mengganggu keamanan dan stabilitas dunia.”

Gheit meminta pemerintahan dunia Barat untuk mengambil tindakan, termasuk tindakan hukum.

“Kami meminta seluruh Negara dan khususnya pemerintah, memikirkan tanggung jawab mereka untuk mempertemukan momok agama yang menakutkan dan perselisihan masyarakat.”

Raja Abdullah II dari Jordan menyebutkan “hal penting untuk menolak hal-hal yang menyebarkan kesalahpahaman.”

Raja Abdullah diundang untuk acara tahunan World Interfaith Harmony Week untuk menyampaikan masalah toleransi.

Sementara Perdana Menteri Malysia Najib Razak mengatakan pada sidang PBB, jika sebanyak 1.5 milyar penduduk Muslim dunia tersinggung atas “usaha membusukkan Islam” ini.

“Hal ini memperparah perpecahan antara dunia Islam dan Barat.”

Razak menyebutkan perseteruan ini adalah antara kaum moderat dan ekstrimis di semua agama.

“Kita harus, dan saya ulangi, kita harus segera merebut kembali dasar dan moral yang baik yang telah dirampas dari kami.”

Mohamed Waheed, Wakil Presiden dari Maldives menyatakan “intoleransi agama, stereotype negative, ras profiling, dan diskriminasi (PBB) misi untuk kedamaian dan kesejahteraan di antara masyarakat.”

Spanyol dan Turki membentuk persekutuan di tahun 2005 di mana PBB mensponsori dan mendapat anggota hingga 122 untuk menjembatani jurang budaya dan agama.

“Kita hidup di dunia di mana kelompok terkecil dapat menyebabkan kerusakan besar,” ujar Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan pada pertemuan para menteri di New York itu.

Menyoroti serangan beberapa makam Muslim di Prancis dan tindakan lain di Eropa, Sekjen OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu, membandingkan dengan fenomena pergerakan anti-semit tahun 1930-an.

“Ketika kuburan dari prajurit Senegal yang meninggal untuk Prancis dirusak, apa yang akan Anda katakan,” ujarnya, membandingkan dengan kejadian yang baru saja terjadi.

Ia mengatakan, pemimpin Negara Eropa harus lebih peduli atas apa yang ia sebut “fenomena berbahaya” dan mengambil tindakan bersama-sama dengan pemimpin Muslim. [un/cam/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dulu “Bermasalah”, Kini Malah Jadi Staf Ahli Kapolri
Tulisan selanjutnya MUI dan Ormas Islam Tolak Festival Gay

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Banyak Negara Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, UEA Malah Mengkritik

Berita
13 Agustus 2026 11:37
Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra
Bertemu Pimpinan US CENTCOM, PM Ali al-Zaidi Tegaskan Komitmen Mengakhiri Kehadiran Militer Amerika di Iraq
Dukung Rakyat Gaza yang Bertahan di Utara, Bulan Sabit Merah Palestina Buka RS Lapangan

Terbaru

  • Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
  • Turki dan Saudi Perkuat Kerjasama Energi, Usai Sepakati Pakta Pertahanan Makkah
  • 22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri
  • Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS
  • Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
  • Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
  • Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI
  • Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
  • Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
  • Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?