Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ariel Sharon Akan Dipindah ke Rumah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Masih ingat Ariel Sharon? Si penjagal rakyat Palestina di Sabra dan Shatila serta tempat-tempat lainnya? Mayat hidup mantan perdana menteri Israel itu akan dipindahkan dari rumah sakit ke kediamannya di selatan Israel dalam beberapa hari ke depan. Demikian sebuah surat kabar Israel hari Selasa (9/11) melaporkan.

Sebagaimana dilansir Maan, harian berbahasa Ibrani Yedioth Aharonoth mengabarkan bahwa polisi mendapatkan pemberitahuan tentang rencana pemindahan Sharon dari Sheba Medical Center di Tel Hashomer ke rumah pertaniannya di Negev.

Para dokter yang merawatnya mengatakan, tidak ada perubahan kondisi laki-laki yang kini berusia 82 tahun itu sejak koma pada Januari 2006.

Sejak koma berita tentang kondisi Sharon beberapa kali merebak, ada yang mengatakan kondisinya membaik dan ada pula yang mengatakan dia telah mati. Namun dokter yang merawatnya selalu menyangkal berita tersebut, dengan mengatakan bahwa kondisinya masih tetap dalam keadaan koma meski beberapa kali sempat kritis.

Ariel Sharon dikenal sebagai penjagal, ribuan orang Palestina tewas akibat pembantaian-pembantaian yang diperintahkannya. Pembantaian Sabra Shatila tidak akan pernah dilupakan sejarah, di mana pada 16 dan 18 September 1982 ribuan warga sipil Palestina dan Libanon dibantai oleh pasukan Israel yang dibantu oleh kelompok Phalangis Kristen Libanon.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bulan Agustus 2005, media Israel mengabarkan bahwa Ariel Sharon dalam keadaan takut yang luar biasa, karena mendapat ancaman dari kelompok ekstrimis Yahudi yang menentang penarikan mundur sekitar 8.000 Yahudi Israel dari Jalur Gaza. Koran Israel Maariv melaporkan bahwa meskipun Sharon memiliki pengawal pribadi, tapi dia suka menyimpan pistol sekalipun ketika tidur.

Beberapa pembaca turut memberikan komentar tentang kondisi terakhir Ariel Sharon. “Mungkin dia dipindah ke bagian neraka yang paling dalam,” tulis pembaca bernama Wissam dari Palestina. Maureen dari Australia menimpali komentar tersebut, “Bahkan neraka tidak menginginkan Sharon, si penjahat perang.”

September 2009, ketika kabar bahwa kondisi Ariel Sharon membaik, kepada Jerusalem Post Dr. Shlomo Segev yang merawatnya mengatakan bahwa Sharon berada dalam “keadaan vegetatif statis” dengan kerusakan otak yang parah dan dalam keadaan koma. Namun, kondisi komanya tidak terlalu mendalam, sehingga ia masih bisa membuka mata atau melihat obyek benda dan mengikuti pergerakannya. Segev juga menyatakan dirinya tidak bisa memperkirakan berapa lama lagi kondisi seperti itu akan berlanjut, sebelum akhirnya Sharon mati.[di/maan/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Papan Reklame Tayangkan Film Berbau Porno
Tulisan selanjutnya Harga Rokok Prancis Naik Tapi Perokok Tetap Banyak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid

Berita
22 Juli 2026 12:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?