Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Keliling 2 Jam Gara-Gara Tak Bisa Bahasa Arab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com –Seiring tibanya waktu, wukuf seluruh jamaah haji berbondong-bondong ke Minarafah (Mina dan Arafah). Banyak diantaranya yang terlihat bertanya kepada para petugas di mana letak tenda-tenda mereka. Namun malang, hanya kebingungan yang mereka temui, akibat minimnya kemampuan berbahasa Arab sehingga tidak memahami instruksi petugas .
Mengangkat bahu, wajah frustasi, tampak jelas di wajah para jamaah yang bingung mencari jalan menuju tenda mereka. Mereka tidak paham apa yang dikatakan para petugas penunjuk arah.
Wartawan Arab News yang mengenakan jaket berwarna mecolok sering keliru disangka petugas haji dan dikelilingi oleh para jamaah, yang kepanasan dan putus asa karena tidak kunjung menemukan tenda mereka.
Para jamaah itu mengatakan, seharusnya para petugas haji dibekali dengan bahasa Inggris dasar. Sementara jamaah lainnya berpendapat, para jamaah yang seharusnya belajar bahasa Arab, supaya bisa berkomunikasi dengan petugas.
Bagi Yusuf Salaji pria 44 tahun asal London yang baru pertama kali berhaji, sejauh ini haji adalah pengalaman yang memuaskan. Meskipun kadang ia menghadapi kendala bahasa.
“Anda disuruh melakukan sesuatu yang tidak Anda pahami. Ketika saya di Masjidil Haram, polisi menyuruh saya ini dan itu, yang tidak saya pahami,” katanya.
“Mereka berteriak. Tapi saya tidak paham mereka ingin agar saya melakukan apa.”
Jamaah asal London lainnya, Muhammad Patel, mengatakan seharusnya para jamaah mau berusaha lebih agar mereka tidak mengalami hal yang bikin pusing kepala dengan para petugas.
“Tujuan dari ibadah haji adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah … ini pelajaran dari haji. Allah Mahapenyayang, Dia tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan seseorang. Dia mengetahui batas kemampuan kita sebelum menciptakan kita,” katanya. “(Kendala bahasa) ini jelas membuat Anda frustasi, ketika maksud Anda tidak dapat dipahami oleh mereka atau maksud mereka tidak dapat dipahami oleh Anda.”
“Menurut saya itu merupakan kesalahan kita sendiri juga, karena kita tidak mau bersusah-payah belajar bahasa Arab, bukankah begitu?”
“Bahasa Arab adalah bahasa Qur`an, bahasanya Islam dan bahasa surga,” tegas Patel, yang menunaikan ibadah haji kedua dalam kurun waktu 6 tahun ini.
Menurut laki-laki berusia 53 tahun itu, Arab Saudi sudah membuka diri lebar-lebar kepada dunia. Buktinya, petugas imigrasi menyapa dia dalam bahasa Inggris.
Tidak semua jamaah haji mengalami masalah dengan bahasa. Hal ini karena mereka dibantu oleh pemandu dan sukarelawan yang mendampinginya.
“MasyaAllah, kami datang bersama dengan kelompok yang diatur dengan sangat baik. Jika ada masalah, kami tinggal menghubungi mereka,” cerita Aamer Masood, jamaah haji asal Inggris yang berada di Mina bersama dengan orangtua dan istrinya, Saira.
Pria muda berusia 32 tahun itu menceritakan tentang penyelenggara hajinya yang punya banyak petugas pendamping yang fasih berbahasa Arab.
“Mereka juga banyak membantu jamaah dari kelompok lain di bandara Jeddah, ketika kami harus terbang menuju Madinah. (Waktu itu) tidak ada yang tahu apa yang terjadi, jadi kelompok kami memberitahu orang-orang apa yang harus dilakukan dan membantu pihak berwenang Saudi.”
Dalam haji keduanya tahun ini, Masood mencatat banyak kemajuan pesat dari fasilitas-fasilitas yang ada dibanding lima tahun lalu.
“Kami tinggal menikmatinya, menjalankan semua ibadah yang kami bisa dan bersiap menuju Arafah,” kata Saira, isteri Masood.
Sementara bagi jamaah asal India Sayyed Khan, kelompoknya menghadapi masalah besar ketika berkomunikasi dengan para petugas di Bandara Internasional Raja Abdulaziz dan di perkemahan.
“Kedua belah pihak sama-sama kesulitan,” katanya.
“Kami tidak bisa bahasa Arab dan bagaimana mungkin kami berharap mereka bisa bicara bahasa Urdu atau Hindi?”
“Saya kira, jika saya pergi haji lagi, saya akan berusaha belajar bahasa Arab dasar. Agar tidak lagi mengalami situasi seperti ini, berputar-putar selama dua jam hanya untuk menemukan tenda saya.”[di/an/ hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Karzai: Rakyat Afghanistan Tidak Sabar dengan Pasukan AS
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah dan HTI Idul Adha hari Selasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz

Berita
5 September 2026 16:51
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?