Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rakyat Denmark: Korban di Afghanistan Terlalu Banyak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Desember 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebagian besar rakyat Denmark menyatakan, korban manusia dari keterlibatan negara mereka dalam perang di Afghanistan terlalu banyak, kata jajak pendapat terbitan Rabu (1/12).

Sejumlah 59 persen dari petanggap mengatakan bahwa kematian 39 tentara Denmark di Afghanistan sejak pasukan negara itu dikerahkan di sana pada 2002 merupakan harga terlalu tinggi untuk hasil sedikit di lapangan.

Hanya 22 persen tidak setuju, sementara 18 persen mengatakan tidak berpendapat, kata jajak pendapat atas 1.174 orang itu, yang dilakukan lembaga MegaFon antara 25 dan 29 November dan diterbitkan harian “Politiken” dan penyiaran umum TV2.

Jajak pendapat itu menandakan Denmark, yang 20 tahun belakangan menawarkan dukungan kuat untuk keterlibatan antarbangsa, menjadi lebih sangsi dalam hal kebijakan resmi.

Contohnya, hanya 40 persen mengatakan akan mendukung Denmark ikut dalam tugas tentara pimpinan NATO di negara seperti, Somalia dan Sudan. Sementara, 47 persen menentang gagasan keterlibatan tersebut dan 14 persen belum memutuskan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Jens Viggo Jakobsen, pakar kebijakan keamanan dan mahaguru di Universitas Kopenhagen, jajak pendapat itu dapat dilihat sebagai tanda peningkatan ketidakpercayaan pada kebijakan luar negeri Denmark.

“Sejak perang di Balkan pada 1990-an, Denmark menawarkan dukungan luas -lebih banyak di negara lain- peran serta dalam tugas ketentaraan antarbangsa,” katanya kepada “Politiken”, dengan menambahkan bahwa kecenderungan itu sekarang tampak runtuh.

Denmark memiliki 750 tentara dalam Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO, terutama di propinsi Helmand di bawah kepemimpinan Inggris.

Pasukan negara Skandinavia berpenduduk 5,5 juta orang itu menderita tingkat korban tertinggi dari negara mana pun, yang terlibat di Afghanistan, secara persentase.

Satu korban di antaranya tewas bunuh diri dan satu lagi akibat serangan jantung.

Denmark kehilangan wanita tentara pertamanya di Afghanistan sesudah Prajurit Sophia Bruun, yang berusia 22 tahun, tewas akibat bom di pinggir jalan di provinsi selatan, Helmand, kata tentara Denmark pada awal Juni.

Bruun tewas di tempat dan dua tentara lain luka ringan sesudah salah satu bom meledak sesaat sesudah tengah hari, menghancurkan kendaraan mereka di dekat pangkalan patroli di Bridzar, sekitar enam kilometer timur laut kota Gereshk, kata pernyataan tentara.

Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen pada Juni menyatakan, pasukan NATO di Afghanistan harus “bertahan” dalam menghadapi peningkatan serangan Taliban, kata laporan media.

“Sekarang adalah waktu kita harus bertahan. Sekarang adalah waktu kita memiliki kesempatan untuk membuat terobosan,” kata kantor berita Denmark Ritzau, mengutip keterangan Rasmussen setelah pertemuan di Afghanistan dengan panglima asal Amerika Serikat pasukan NATO, Jenderal Stanley McChrystal.

Menurut Rasmussen, yang melakukan perjalanan kejutan ke Afghanistan, McChrystal memperingatkan bahwa kekerasan “meningkat dalam beberapa bulan mendatang”.

NATO dan pasukan Afghanistan terlibat dalam serangan di Kandahar dalam beberapa pekan belakangan, dalam harapan membangun kembali kewenangan Kabul di bagian selatan negara terkoyak perang itu. [afp/ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Azyumardi: ICMI Tak Berpolitik Praktis
Tulisan selanjutnya Promosi “Tipu-tipu” Bakal Kena Denda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?