Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Sikap Muslim Memaknai Musibah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Januari 2013 07:44 7:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Januari 2013 07:44
Bagikan
“Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan berendah diri dan suara yang lembut juga dengan rasa takut"
Bagikan

Oleh: Shaifurrokhman Mahfudz

SUATU ketika, Abdullah bin Mas’ud Ra berjalan, tiba-tiba terputus tali sandalnya. Dengan spontan beliau berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Dikatakan kepada beliau, “Hanya karena seperti ini engkau mengucapkan kalimat itu?” Beliau menjawab, “Ini musibah.”
Lepasnya tali sandal memang bukan persoalan besar yang layak disebut musibah. Tetapi Ibnu Mas’ud, menunjukkan kepada kita bahwa sekecil apapun peristiwa hidup yang dialami, jangan menganggap tidak ada keterlibatan Allah Subhanahu Wata’ala di dalamnya. Musibah bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk menimpa orang-orang yang shaleh dan mulia.

Hidup ini, hakikatnya keniscayaan adanya cobaan dan musibah. “Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa oleh musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’.” (QS: al-Baqarah: 155-156).

‘Abd bin Humaid dan Ibnu Jarir meriwayatkan dari ‘Atha bahwa orang-orang yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah para sahabat Nabi Muhammad Shallallhu ‘alaihi Wassalam. Ayat ini mengajarkan kita bahwa kesempurnaan nikmat dan kemuliaan derajat seseorang di sisi Allah tidak menjadi penghalang turunnya musibah dunia kepadanya. Kita sering melihat, seseorang yang tekun menjalankan ibadah dan tekun berikhtiar, hidupnya seringkali didera musibah. Padahal di sisi lain, orang yang bergelimang dosa dan maksiat justru nampak lebih makmur, sejahtera, dan jarang mendapat musibah. Ketika tertimpa musibah, sebagian kita merasa sangat terbebani, marah dan tidak sabar. Lalu, kita pun protes, dan menggugat Allah; “Tuhan tidak adil kepada kita”.

Kemampuan akal dan pemahaman kita cenderung memahami keumuman sebab dan akibat. Itulah kelemahan sisi manusiawi kita. Akan tetapi, sebenarnya, Allah menanamkan kepada kita akal yang mampu memikirkan apa yang tersembunyi dari musibah itu sehingga ia mampu memetik hikmah yang samar dan sebab yang tersembunyi. Semakin banyak merenungkan hikmah ilahiah, ia akan mampu memahami perkara yang tidak mampu dipahami oleh yang lainnya tentang agungnya kelembutan Allah.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Sebenarnya, ujian dan musibah yang diberikan Allah itu “sedikit”. Kadarnya sedikit jika dibandingkan dengan potensi yang telah Allah anugerahkan kepada kita sebagai manusia.

Ujian Allah itu sedikit, sehingga setiap yang diuji akan mampu memikulnya jika ia menggunakan potensi-potensi yang dianugerahkan Allah kepadanya. Hal ini tidak ubahnya seperti imtihan (ujian) yang dilakukan anak-anak didik kita. Soal-soal ujian disesuaikan dengan tingkat pendidikan masing-masing. Semakin tinggi kelas dan jenjang pendidikan, semakin berat soal ujian. Maka, setiap yang diuji akan lulus jika ia mempersiapkan diri dengan baik serta mengikuti tuntunan yang diajarkan.

Apa yang telah Allah ajarkan kepada kita? Ternyata Allah sudah mengajarkan kita shalat dan sabar. Kedua hal inilah yang harus diamalkan sebelum dan saat datangnya ujian Allah. Karena itu, Hudzaifah Ibn al-Yaman mengatakan “Apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam dihadapkan pada satu kesulitan dan ujian, beliau melaksanakan shalat”. Allah juga telah berpesan; “sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Bagi orang yang sabar, musibah yang diterimanya memiliki dampak yang lebih besar daripada orang yang marah dan berkeluh kesah, meskipun musibahnya sama. Pada sebagian manusia, musibah menjadi rahmat baginya sehingga ia dapat “kembali” kepada Allah. Namun, tidak sedikit diantara manusia yang gagal dalam menyikapi musibah. Musibah itu ada yang tampak dan ada yang tersembunyi. Demikian pula dari sisi jenis dan kadarnya. Sebagian manusia diuji dengan musibah yang tidak tampak, namun sejatinya lebih besar jika dibandingkan dengan musibah yang tampak pada orang lain. Allah mengkhususkan dengan musibah yang demikian, karena hal itu lebih sesuai untuk menjadi penghapus dosanya.

Manusia harus terus berjuang, karena hidup adalah pergulatan antara kebenaran dan kebatilan, persaingan antara kebaikan dan keburukan. Tentu saja dalam pergulatan dan pertarungan itu pasti ada korban; pihak yang benar atau yang salah. Korban itu bisa harta, jiwa, kedudukan dan lain-lain. Tetapi korban itu hakikatnya sedikit, bahkan itulah yang menjadi bahan bakar memperlancar jalannya kehidupan serta mempercepat pencapaian tujuan.

Maka, apapun ujiannya, itu baik. Yang buruk adalah kegagalan menghadapinya. Takut menghadapi ujian adalah pintu gerbang kegagalan, demikian juga ujian-ujian Ilahi. Muslim yang baik akan merespons setiap sesuatu yang ditakuti dengan membentengi diri dari gangguannya. Biarkan dia datang kapan saja, tetapi ketika itu kita telah siap menjawab dan menghadapinya. Orang yang siap menghadapi ujian inilah yang layak mendapat keberkahan.

Keberkahan itu sempurna, banyak dan beraneka ragam. Ia bisa berupa limpahan pengampunan, pujian, dan ketenteraman hati. Semua keberkahan itu bersumber dari Tuhan Yang Memelihara dan Mendidik. Keberkahan itu dilimpahkan sesuai dengan pendidikan dan pemeliharaan-Nya kepada kita.*

Penulis adalah Sekjen Andalusia Islamic Center

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim Mahkamah Konstitusi: Perda Syariah Tidak Masalah
Tulisan selanjutnya Uskup Jerman Pecat Penyelidik Kasus Kejahatan Seks di Gereja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?