Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uskup Jerman Pecat Penyelidik Kasus Kejahatan Seks di Gereja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Januari 2013 10:28 10:28 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Januari 2013 10:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pakar kriminologi yang menyelidiki kejahatan seksual para rohaniwan gereja terhadap anak-anak telah dipecat oleh lembaga keuskupan Katolik Roma Jerman.

Kriminolog Christian Pfeiffer menuduh institusi Katolik itu berusaha menutup-nutupi laporan skandal besar yang terjadi di lingkungan gereja Jerman sejak tahun 1945.

Jurubicara Konferensi Uskup Katolik Jerman Matthias Kopp mengatakan, penyelidikan di lingkungan lembaganya tidak akan lagi dilakukan bersama dengan Pfeiffer.

“Kami tidak menghentikan proyek penyelidikan ini. Tentu saja penyelidikan ini akan terus dilanjutkan guna mengungkap pelanggaran seksual yang terjadi di dalam Gereja Katolik. Tidak masalah dilakukan dengan atau tanpa Pfeiffer. Kami menghentikan kerjasama dengan Pfeiffer hari ini, karena saling percaya di antara kami sudah tidak ada sama sekali,” kata Kopp dikutip Euronews Rabu (9/1/2013).

Serangkaian kejahatan seksual atas anak-anak di lingkungan gereja Katolik di banyak negara yang semakin lebar terkuak, memaksa Paus Benediktus XVI mengeluarkan pernyataan maaf dan menawarkan kompensasi kepada para korban pada tahun 2010. Namun, menurut Pfeiffer gereja masih terus menutup-nutupi skandal tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Jelas sekali bahwa proyek ini gagal, karena Gereja Katolik ingin mengontrol dan menyensornya,” kata Pfeiffer.

“Kami diminta untuk menandatangani kontrak baru di mana di dalamnya menyatakan gereja memiliki hak untuk melarang teks laporan yang telah ditulis oleh kami selama bekerja bertahun-tahun, jika mereka tidak menyukainya,” ungkap Pfeiffer.

Norbert Denef, salah satu korban keganasan seks rohaniwan gereja, meminta agar penyelidik dari luar dilibatkan.

“Anda bisa bandingkan ini dengan mafia yang menyelidiki kejahatannya sendiri,” katanya. “Kemudian kita akan mengatakan bahwa [proyek] ini gagal, dan seperti itulah yang terjadi dengan kasus ini. Kejahatan itu hanya bisa diselidiki oleh penyelidik dari luar.”

Terungkapnya kejahatan seksual di sebuah sekolah berasrama pada tahun 2010 memicu sekitar 600 orang di Jerman melakukan pengaduan atas kejahatan seks yang dilakukan para pendeta. Skandal seks itu akhirnya mendorong 180.000 umat Katolik Jerman meninggalkan gereja-gereja mereka sebagai bentuk protes.

Penyelidikan serupa atas rekam jejak kejahatan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan para rohaniwan di gereja-gereja Katolik juga dilakukan beberpa tahun belakangan ini di Belanda, Belgia, Irlandia dan juga Amerika Serikat. Kadangkala pengungkapan kasus itu membuat reputasi sejumlah pejabat gereja hancur dan memaksa mereka mengundurkan diri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sikap Muslim Memaknai Musibah
Tulisan selanjutnya Kontraktor Perang AS Bayar $5 Juta untuk Korban Penyiksaan di Abu Ghraib

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?