Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Nelayan Gaza di Antara Kemiskinan dan Moncong Senjata Zionis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Desember 2010 08:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratusan nelayan Palestina di Jalur Gaza masih menanti datangnya hari ketika mereka dapat melihat secercah cahaya kehidupan, sebagaimana yang dapat dinikmati nelayan-nelayan lainnya di muka bumi ini.

Al-Aqsa Voice, semalam, Ahad 26 Desember, menuturkan beragam kesulitan yang dihadapi para nelayan di Jalur Gaza, mulai dari masalah dangkalnya kedalaman air di sepanjang garis perbatasan perairan di pantai Gaza yang boleh mereka layari, kecilnya kemungkinan memperoleh hasil, sampai serangan-serangan ‘petugas’ patroli laut penjajah Zionis bersenjata terhadap mereka.

Ketua persatuan para nelayan Palestina di Jalur Gaza, Nazar ‘Ayyasy, menggambarkan pekerjaan sebagai nelayan di Jalur Gaza sebagai perjalanan kehidupan yang menyiksa dan mengundang maut. Siapa siapa pun yang menjalani pekerjaan ini tidak akan tahu apa yang akan ia hadapi di penghujung perjalanannya setelah ia mulai mengarungi gelombang laut.

Militer ‘petugas’ patroli laut penjajah Zionis melarang para nelayan Gaza dari memasuki perairan yang lebih jauh dari 3 mil, padahal telah disepakati secara internasional dalam Perjanjian Oslo, bahwa warga Jalur Gaza berhak atas 20 mil perairan laut dari pantai Gaza.

‘Ayyasy mengatakan bahwa masalah paling pelik di antara masalah –masalah yang masih harus terus dihadapi oleh para nelayan di Jalur Gaza adalah sangat sempitnya wilayah perairan yang boleh mereka arungi dan serangan-serangan patroli laut penjajah Zionis yang menembaki serta merampas perahu-perahu nelayan Palestina.

Serangan-serangan itu tak jarang memakan korban di pihak nelayan, baik luka-luka maupun nyawa yang melayang.

Sementara itu seorang nelayan Palestina bernama Abu Hasan Abu Riyalah, yang sudah menjalani pekerjaannya sebagai nelayan sejak 45 tahun yang lalu, mengatakan bahwa mata pencaharian mereka sebagai nelayan adalah mata pencaharian yang bergelimang darah, karena harus menghadapi serangan-serangan penjajah Zionis yang selalu menghalang-halangi mereka dari hak mereka atas laut mereka sendiri.

Abu Hasan menjelaskan bahwa serangan-serangan Zionis yang terus-menerus terhadap mereka serta kondisi perahu-perahu mereka yang semakin rapuh, mengakibatkan kondisi yang sangat parah dan memerlukan perbaikan.

Akan tetapi blokade yang diberlakukan atas Jalur Gaza sejak lebih dari 4 tahun silam benar-benar menjadi penghalang upaya perbaikan yang seharusnya dilakukan, di samping juga membuat para nelayan tak dapat memperoleh peralatan-peralatan menangkap ikan.

Abu Hasan mengatakan bahwa penjajah Zionis terus menghalang-halangi para nelayan untuk melewati batas 3 mil pantai Gaza. Sementara perahu-perahu nelayan yang hendak menangkap ikan banyak jumlahnya, di samping itu ikan banyak terdapat di perairan yang lebih jauh dan dalam.

Ia pun memaparkan bahwa sebagian nelayan kini mulai meninggalkan pekerjaan mereka dan berusaha mendapatkan pekerjaan lain, karena sulitnya kehidupan sebagai nelayan. [ral/Sahabat Al-Aqsha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Memecah Kebisuan’: Kesaksian Serdadu Zionis
Tulisan selanjutnya Mengembalikan Tradisi Ilmu Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?