Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

MER-C Bantah Pernyataan Menkes RI Terkait Izin RS di Gaza

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Februari 2011 13:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–MER-C bantah pernyataan Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih bahwa lahan dan izin untuk RS di Gaza sulit. Sebelumnya, Menkes, sebagaimana dikutip Tempo Interaktif.com, di mana memberitakan pemerintah RI urung membangun RS sendiri di Gaza sehingga bantuan diberikan ke RS Al Shifa yang sedang dalam proses pembangunan.

Pernyataan ini diberikan oleh Menkes usai menyaksikan penandatanganan MOU antara Pemerintah yang diwakili Kemenkes RI dengan IDB untuk membangun sebuah pusat perawatan jantung (Cardiac Center) di RS Al Syifa.

Atas pertanyaan itu, MER-C menilai ada mengaburan informasi oleh pihak Kemenkes RI terhadap masalah ini.

“Ada semacam pengaburan informasi bahkan mungkin dengan bahasa yang lebih tegas kami sebut ini sebagai penelikungan oleh Kemenkes RI. Tidak benar izin dan lahan untuk RS sulit didapat, karena izin dan lahan waqaf dari pemerintah Palestina di Gaza sudah kami dapat sejak tahun 2009,” ujar Joserizal Jurnalis dalam rilis yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Rabu (9/2) pagi.  usai konferensi pers yang digelar di kantor MER-C.

Padahal, pada tanggal 29 Juni 2010, Ketua DPR RI dan rombongan telah melakukan peletakan batu pertama di lokasi tanah waqaf,” tegas Jose.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Pengaburan dan penelikungan informasi lainnya, menurut Jose,  yang dilakukan oleh Kemenkes RI adalah pernyataan dalam rilis yang dikeluarkan oleh Depkes melalui situs resmi mereka.

Dalam rilis yang berjudul “Indonesia Bangun Cardiac Center di Palestina” terdapat pernyataan yang menyebutkan bahwa “Keputusan untuk menyalurkan bantuan melalui IDB merupakan hasil keputusan rapat tanggal 13 Juli 2010 yang dihadiri oleh Ketua DPR-RI, Menteri Kesehatan, para Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, Sesmenko Kesra dan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu.” 

“Padahal kami masih diundang rapat Koordinasi Realisasi Pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza pada hari Kamis, 26 Agustus 2010 oleh Kemenkokesra RI. Maka tidak benar dan merupakan suatu kebohongan apabila disebutkan keputusan IDB sudah ditetapkan pada tanggal 13 Juli 2010,” jelas Jose lebih lanjut sambil menunjukkan kepada wartawan surat undangan rapat koordinasi yang berkop Kemenkokesra RI.

MER-C sebagai NGO Indonesia yang sejak awal agresi Israel atas Gaza –bahkan sampai saat ini sejumlah relawannya masih berada di Gaza– untuk menindaklanjuti program pembangunan RS Indonesia berupa Pusat Traumatologi dan Rehabilitasi yang terletak di Bayt Lahiya Gaza Utara.

Menurut MER-C lahan dan izin untuk membangun Rumah Sakit Indonesia sudah didapat dan dikantongi sejak tahun 2009. Lahan sudah didapat sejak tahun 2009 yang merupakan waqaf dari Pemerintah Palestina di Gaza. Izin juga sudah diberikan oleh pemerintah Palestina.

Saat ini program pembangunan RS Indonesia sudah sampai pada tahap tender. Iklan pengumuman tender sudah diterbitkan di sebuah koran lokal di Gaza, Felesteen, pada tanggal 3 dan 4 Februari lalu.

Dalam jangka waktu 1 hingga 1,5 bulan ke depan akan ditetapkan kontrantor pemenang tender yang akan melakukan proses pembangunan RS Indonesia. Pembangunan nantinya akan diawasi dan didampingi sepenuhnya oleh relawan MER-C hingga RS Indonesia ini selesai dibangun.

Saat ini MOU lebih lanjut mengenai nama dan proses pembangunan RS Indonesia antara MER-C dan MOH (Ministry of Health) Gaza juga sedang dipersiapkan.

Lebih jauh, MER-C menganggap sikap pemerintah sebagai cara yang kurang gentle yang hanya memperburuk citra.

 “Cara-cara pemerintah seperti ini telah menunjukkan bahwa pemerintah tidak gentle dan Menkes RI melalui berbagai pernyataannya telah memperburuk citra pemerintah,” ucap Jose.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah (1)
Tulisan selanjutnya Al Qaradhawi:”Al Qadianiyah, Minoritas Non Muslim”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?