Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Internasional Kecam Tindakan Qadhafi Terhadap Demonstran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Februari 2011 06:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kecaman dunia internasional terus bermunculan menanggapi laporan bahwa pemimpin Libya Muammar Qadhafi menggunakan tank, helikopter dan jet tempur untuk memadamkan penentangan serius terhadap pemerintahannya selama 42 tahun itu.

Hampir 300 orang dilaporkan tewas dalam kekerasan di ibukota, Tripoli, dan demonstrasi yang muncul di seluruh negeri telah memasuki minggu kedua.

Daftar desersi pejabat tingkat tinggi bertambah lagi setelah Abdul Fatah Younis, Menteri Dalam Negeri dan seorang jenderal militer, mengumumkan melepaskan jabatannya dan mendukungan “revolusi Februari 17”.

Dalam video yang disiarkan oleh Al Jazeera pada hari Selasa (22/2), ia terlihat duduk di mejanya dan membaca pernyataan sembari mendesak tentara Libya untuk “bergabung dengan orang-orang dan menanggapi tuntutan mereka yang sah”.

Beberapa jam sebelumnya, Qadhafi bersumpah untuk bertempur dan mati sebagai seorang “martir” dalam pidatonya yang panjang selama 75-menit di televisi pemerintah negara Afrika utara itu. “Saya bukan presiden mau mengundurkan diri … Ini negara saya. Muammar bukanlah presiden yang meninggalkan posnya,” katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya belum memerintahkan penggunaan kekuatan, belum memerintahkan satu peluru untuk ditembakkan … Pada saatnya saya melakukannya, semuanya akan terbakar.”

Hanya beberapa menit setelah pidatonya, koresponden Al Jazeera di Kairo melaporkan bahwa Amr Moussa, Ketua Liga Arab,  memutuskan menghentikan partisipasi delegasi Libya dalam pertemuan dewan dan semua lembaga-lembaganya.

Di New York Dewan Keamanan pun (22/2) mengadakan pertemuan darurat. Negara-negara Barat mendesak badan PBB itu untuk turun tangan mengakhiri tindakan keras terhadap pengunjuk rasa sipil menentang Qadhafi dan mengutuk serangan yang dilakukan Qadhafi.

Ali al-Essawi, yang mengundurkan diri sebagai duta besar Libya untuk India, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Selasa (22/2) bahwa jet tempur telah digunakan oleh pemerintah untuk membom warga sipil.

Dia mengatakan tembakan-tembakan peluru tajam telah digunakan terhadap pengunjuk rasa, dan orang asing telah disewa untuk berjuang atas nama pemerintah. Ia menyebut kekerasan itu sebagai “pembantaian”, dan mendesak PBB untuk memblokir wilayah udara Libya untuk “melindungi masyarakat sipil”.

Sebelumnya, Ibrahim Dabbashi, wakil duta besar Libya untuk PBB, menuduh Qadhafi melakukan sebuah “genosida terhadap rakyat Libya”.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Organisasi Islam Belanda juga Kurang Suka Ahmadiyah
Tulisan selanjutnya Warga Tunisia Berselisih Pemakaman Ben Ali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Berita
21 Juli 2026 19:48
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Gelombang Serangan ‘Israel’ Paksa Warga Gaza Mengungsi di Tengah Kegelapan Malam

Terbaru

  • KH. Naspi Arsyad: Pemuda Jangan Terjebak Zona Nyaman
  • Hanifuddin Chaniago: Program Kerja Harus Menjadi Gerakan Nyata Pemuda Hidayatullah
  • Deputi Kemenpora Buka Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta: Jadilah Penggerak Bangsa Menuju Indonesia Emas
  • Arcandra Tahar: Kedaulatan Energi Ditentukan oleh SDM, Teknologi, dan Investasi
  • Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta Bahas Penguatan Peran Pemuda sebagai Penggerak Bangsa
  • Zulkifli Hasan Ajak Umat Islam Perkuat Kedaulatan Pangan, Sebut Swasembada Kehormatan Bangsa
  • MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan
  • Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
  • MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
  • Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?