Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Tunisia Berselisih Pemakaman Ben Ali

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 23 Februari 2011 06:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Semenjak beredar kabar tentang kematian mantan presiden Zein El Abedin Ben Ali merebak, rakyat Tunisia terpecah pendapatnya tentang tempat pemakaman yang pantas untuk mantan diktator itu.

Warga yang tidak ingin Ben Ali dimakamkan di Tunisia berpendapat bahwa pria itu adalah sumber masalah dan keterpurukan mereka.

Meningkatnya angka pengangguran merupakan akibat langsung dari kediktatoran Ben Ali, demikian kata Nada, seorang profesor imu politik.

“Saya menjadi profesor sejak 2006 dan sejak itu pula belum bisa mendapatkan pekerjaan,” kata wanita itu kepada  Al-Arabiya (22/2). “Penyebabnya kediktatoran.”

Menurutnya, Ben Ali lebih pantas dimakamkan di negara tempat pelariannya, daripada di Tunisia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bagi Haitham yang bekerja di sebuah hotel, Ben Ali telah melakukan pengkhianatan besar begitu dia memutuskan untuk melarikan diri ke luar negeri.

“Mereka yang mengkhianati Tunisia, tidak pantas berada di tanahnya,” tegasnya.

Sementara menurut sebagian warga lainnya, melarang Ben Ali dikubur di negaranya sama dengan mengaburkan sejarah Tunisia. Ben Ali bagaimana pun adalah orang keturunan Tunisa dan merupakan bagian dari sejarah bangsa itu.

Mereka juga berpendapat, meskipun memerintah dengan tangan besi, di sisi lain Ben Ali telah mencapai beberapa prestasi selama 23 tahun pemerintahannya.

Jika wasiat Ben Ali meminta agar dikuburkan di Tunisia, maka harus dipenuhi. Begitu menurut psikolog Jamaluddin Al-Salehi.

“Saya tidak keberatan dia dikubur di Tunisia, berikan saja pemakaman biasa tanpa liputan media,” kata Munir, pemuda berusia tiga puluhan tahun yang belum memiliki pekerjaan.

Menurut seorang pegawai swasta, Murad, sebenarnya yang memiliki masalah lebih besar dengan rakyat Tunisa adalah istri Ben Ali, Laila Trablsi, beserta anak-anaknya.

“Istri dan anak-anaknya yang menghancurkan dan merampas kekayaan negeri ini,” ujarnya.

Imam Masjid Tunis Syeikh Usman Al-Andari mengatakan bahwa kebanyakan orang Tunisa bersifat pemaaf dan kemungkinan sebagian besar akan menerima pemakaman Ben Ali di Tunisia.

“Sebagai orang Tunisia, dia punya hak untuk dishalati dan dikubur di negerinya,” katanya. “Mengenai dosa yang telah dia lakukan, Allah yang akan menghukumnya.”*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Internasional Kecam Tindakan Qadhafi Terhadap Demonstran
Tulisan selanjutnya Fikih Keharaman Rokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?