Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Politikus Rasis Australia Kembali Kecam Islam

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 10 Maret 2011 09:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Politisi Australia yang dikenal sebagai pendiri sekaligus pemimpin “One Nation Party”, Pauline Hanson kembali muncul ke publik. Sebagaimana biasanya, ia kembali berulah dengan kecaman terhadap kaum Muslim.

Penghasut sayap kanan Australia yang dikenal anti-Islam ini menyatakan agar kaum Muslim tak perlu datang ke Australia jika tidak bisa berbaur.

“Kalau tidak bisa membaur lebih baik mereka tidak datang ke Australia,” demikian ujar Hanson, Rabu kemarin. Hanson yang diwawancarai jaringan Radio Fairfax, mengatakan dia merasa terganggu bila ada Muslim yang mengatakan tidak mempercayai demokrasi.

“Australia adalah negara demokrasi. Kalau tidak percaya demokrasi, kenapa kalian Muslim datang ke Australia,” katanya dengan berapi-api.

Hanson memang sedang berkampanye untuk posisi di dewan legislatif NSW. Pemilu legislatif setempat berlangsung 26 Maret.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pauline Hanson menjadi angota parlemen pada tahun 1996 dan dikenal sebagai politikus rasis karena sikapnya yang menentang imigrasi dari Asia ke Australia. Pada saat menjadi anggota legislatif ia pernah berkomentar tentang terancamnya Australia karena akan dibanjiri oleh warga dari Asia.

Komentar yang berbau rasis ini mendatangkan banyak kritik dari dunia Internasional.
Setelah dipenjara sejak tahun 2003 karena kasus penggelapan dana kampanye, Pauline memulai kembali aktivitas politiknya untuk meraih kursi parlemen dan mengalihkan materi kampanyenya dari Antimigrasi menjadi anti-Islam.

Pada tahun 2007 , ketika mengincar kursi disenat, Pauline pernah meminta kedatangan umat Islam dihentikan untuk melindungi kebudayaan Australia.

Tahun lalu, Hanson juga sempat membuat heboh dengan mengatakan ia tidak mau menjual rumahnya ke warga Muslim. Meski demikian,  Hanson menolak tudingan bahwa ia rasis.

“Kritik terhadap Muslim Australia harus dibedakan dengan sikap rasisme,” katanya lagi.

“Saya punya hak untuk mempertanyakan sejumlah hal ke mereka.”

Peryataan anti Islam Hanson yang terbaru ini muncul ditengarai akibat kesal ketika mendengar sebuah wawancara dengan seorang Muslim yang mengatakan tidak percaya pada demokrasi.

“Kalau tidak mau membaur, jangan datang ke sini. Tinggal saja di negara asal kalian. Kalau mau di Australia, berintegrasilah,” sambung dia.

Menariknya, ia mengaku negerinya penganut demokrasi, namun tak memberi kebebasan pada orang yang tak meyakini demokrasi itu sendiri.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qadhafi Sebut Barat Rampas Minyak Libya
Tulisan selanjutnya Antara Maqashid Syariah dan Karakter Umat (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?