Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Chechnya Tetapkan Pakaian Sopan, Aktivis HAM Berang

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 15 Maret 2011 09:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Checnya meluncurkan peraturan baru tentang pakaian sopan bagi para wanita. Di antaranya, ia mengharuskan kaum wanita untuk memakai jilbab dan pakaian panjang dan tertutup di tempat umum, termasuk di kantor, sekolah, universitas, tempat hiburan, bioskop dan tempat terbuka lain.

Pemimpin Chechnya di Rusia, Ramzan Kadyrov  meminta para wanita untuk menghargai aturan berpakaian secara Islam dan akan menghukum para pelanggarnya.

Petugas juga menyebar selebaran yang memperingatkan wanita bahwa mereka bakal terkena hukuman bila tidak memenuhi aturan. Masalahnya,  pertengahan 2010, para petugas membawa  paintball guns (semacam senjata gas standard berpeluru cat, yang diperkirakan hanya berdampak pada memar) yang menyasar puluhan wanita di Grozny, ibukota Chechen karena mereka memakai pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuh.

Seorang wanita tanpa identitas mendapatkan pengalaman merasakan ‘tembakan” cat. “Kami berpakaian sederhana tetapi tidak menutupi jilbab, lengan baju sedikit di atas siku, rok sedikit di bawah lutut,” katanya.  Tiba-tiba sebuah mobil tanpa plat nomor berhenti di sampingnya dan ada sejenis ‘senapan’  diarahkan padanya. ”Saya pikir itu benar-benar sebuah senapan, dan ketika aku mendengar tembakan saya pikir, ‘ini adalah kematian’. Saya merasa ada sesuatu memukul saya di dada,  seperti dilemparkan pada dinding bangunan. Sengatan itu mengerikan, seolah-olah payudara saya ditusuk jarum  panas. Tapi saya tidak pingsan dan tiba-tiba melihat beberapa tumpahan hijau aneh pada dinding dan noda hijau besar ini juga berkembang di blus saya. Saya baru tahu,  hal itu hanyalah cat, ” ujar wanita itu dikutip The Christian Science Monitor.

Aksi penggunaan paintball ini tentu saja menjadi makanan empuk aktivis Human Rights Watch. Ahtivis HAM ini menilai, upaya menegakkan aturan berpakaian secara islami telah melanggar hukum di Rusia. Kadyrov sendiri menyanggah dengan menegaskan, ia sengaja memerintahkan instruksi untuk etika berpakaian guna melindungi wanita Chechen agar berpakaian sederhana yang sejalan dengan hukum di Rusia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kekhawatiran Hukum Islam

Tak hanya itu, penggunakan peraturan pakaian sopan bagi wanita Muslim ini rupanya sangat menghawatirkan para pemuja HAM dan aktivis perempuan. Rupanya, para aktivis perempuan Rusia memanfaatkan isu kekeliruan Kadyrov dalam penggunaan paintball untuk menekan Kremlin menggagalkan peraturan jilbab. Lebih dikhawatirkan lagi berlakunya hukum Islam.

“Pada sebagian besar wilayah Chechnya itu adalah hukum syariah yang beroperasi, dan bukan hukum Federasi Rusia,” kata Valentina Terevatenko, Kepala Independent Women’s Union (IWU) di kota Novocherkassk, yang juga memiliki hubungan dekat dengan aktitivis perempuan Chechnya. Ia bahkan membenturkan masalah ini dengan masalah terorisme.

“Saya pikir keheningan pihak berwewenang Rusia dalam masalah ini dapat dijelaskan oleh urgensi perang atas terorisme. Mereka sedang membeli ketenangan di Chechnya atas biaya hak asasi manusia, termasuk yang perempuan.” 

Alexei Mukhin, direktur Pusat Informasi Independen Politik di Moskow mengatakan, ketidakpastian politik di Moskow atas apakah Presiden Dmitry Medvedev atau Putin benar-benar bertanggung jawab bisa memungkinkan Kadyrov meraih lebih banyak kekuatan di Chechnya, termasuk kalangan Muslim dan Gereja Ortodoks sendiri.

“Kadyrov telah berhasil mencapai sebagian besar dari apa yang separatis Chechnya inginkan, tetapi ia telah mendapatkannya dengan cara hukum,” kata Mr Mukhin. “Yang harus ia lakukan adalah menampilkan loyalitas luar, dan Putin memungkinkan dia melakukan [di Chechnya] apapun yang dia inginkan.”

Kremlin sudah berjuang melawan dua perang melawan para pejuang Chechnya selama 17 tahun ini, yang dimaksudkan mampu memaksa Muslim Chechnya tetap di bawah kedaulatan Rusia. Dua tahun lalu Moskow bahkan mengklaim diri meraih kemenangan dan menarik kembali seluruh tentaranya di wilayah itu dan meninggalkan Chechnya di bawah kontrol Kadyrov.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genderHAMjilbabold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Pemuda Palestina Tuntut Persatuan Nasional
Tulisan selanjutnya Tim INDONESIA AID Salurkan Logistik di Distrik Shiogama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?