Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jepang dan “Gelombang Tsunami Kedua”

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 31 Maret 2011 11:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Orang beranggapan bahwa dengan adanya bencana tsunami dan gempa, maka ekonomi Jepang akan kocar kacir. Dan krisis energi berkepanjangan akan menimpanya. Dan yang jelas negaranya akan menghadapi masa sulit yang panjang.

Seperti kita ketahui sekitar 30% konsumsi energi negara sakura ini ditopang oleh kekuatan nuklir.

Berbicara masalah akibat tsunami dan  kehancuran ekonomi Jepang, bisa jadi iya, dan bisa jadi tidak. Tergantung kwantitas positif thingking dan negatif thingking yang dimiliki orang yang memandangnya.

Kalau seseorang berfikiran positif, maka orang itu malah akan berpendapat sebaliknya. Jepang akan bangkit!

Mari kita coba dari sisi yang tidak terlalu besar, yang kecil saja. Yaitu menghormati posisi konsumen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam merawat konsumennya, perusahaan-perusahaan Jepang adalah paling jempolan.

Dan itu aku rasakan selama aku hidup dan bekerja di Jepang. Mereka menganggap konsumen adalah raja. Dan bahkan lebih dari itu! Entah apa istilah yang tepat untuk penghormatan ini.

Suatu ketika terjadi kesalahan fatal dari sebuah perusahaan. Terjadi kesalahan pengiriman data penting ke konsumen lewat email. Data itu menjadi hidup dan matinya perusahaan itu.

Maka dikontaknyalah cepat-cepat lewat email dan telepon ke konsumen itu tentang salah pengiriman data tersebut.

Permohonan itu dikontak dari presiden perusahaan langsung agar data tersebut dihapus dan dimusnahkan secepatnya.

Tidak cukup dengan itu, didatanginya kantor perusahaan itu untuk memastikan bahwa mereka telah memusnahkan data penting itu.

Dan bahkan tidak cuma itu, digantinya semua komputer yang dimiliki olehperusahaan tersebut dengan komputer baru. Orang Jawa bilang, Gres ewes-ewes! Untuk memastikan bahwa mereka tidak mengakses data penting itu.

Dan ternyata tidak cukup hanya sampai di situ, dia beri service sepanjang hidup gratis-tis untuk memakai service perusahaannya.

Apakah sudah selesai di situ? Ternyata tidak! Digratiskan baginya untuk memakai semua support dan service perusahaannya secara free! Dan itu pun berlaku seumur hidup.

Memang posisi konsumen adalah raja di raja di Jepang.  Dengan penghormatan konsumen seperti ini, aku yakin mereka akan bangkit dengan kekuatan Jepang  lebih gila lagi!

Karena itu bencana tsunami dan gempa ini, akan lebih menduniakan Jepang dengan segala budayanya.

Sudah terbukti banyak orang yang jatuh hati dengan orang Jepang dalam menangani bencana ini.

Mereka jatuh hati oleh kekuatan gambare-nya orang Jepang. Mereka bahkan jatuh hati oleh kekuatan kebersamaan bangsanya.

Semua serba profesional bekerja. Dari tingkat Ku (kecamatan) sampai Shi (Kota). Dan bahkan ke tingkat Ken (propinsi) dan Kuni (negara) pun mereka benar-benar menghormati rakyatnya.

Pejabatnya orang yang bertanggung jawab. Bahkan ketika terjadi gelombang tsunami, ada kepala pejabat kota dan beberapa stafnya yang tetap bertahan di kantornya untuk hanya sekedar dapat mengontak dan mengkoordinasi penyelamatan rakyatnya.

Mereka tetap bertahan  dengan beberapa orang di gedung kota agar dapat melakukan penanganan bencana gelombang tsunami  lebih baik.

Akibatnya fatal! Ketika gedung kota dihantap gelombang tsunami. Mereka hilang di telan ombak setinggi 14 meter. Dan tidak ditemukan jasadnya sampai saat ini.

Inilah semangat samurai, semangat busido Jepang! Mereka tidak mau bersenang-senang di bawah penderitaan rakyatnya.

Bagi mereka tanggung jawab yang harus dipikulnya adalah keutamaan. Walaupun harus meregang nyawa di badan.

Semangat ini tergambar sekali lagi, ketika anggota pemadam kebakaran mendapatkan tugas pemadaman asap PLTN Fukushima yang semakin  berbahaya.

Seorang komandan memberikan arahan kepada anak buahnya. Suasana itu mirip dengan suasana ketika  jenderal isoroku Yamamoto memberikan arahan kepada para pilot Jepang yang mendapatkan tugas pengeboman base tentara Amerika di Pearl Harbor tahun 1941. Serangan maut dengan 353 pesawat tora-tora itu berlangsung tiga gelombang, pukul 7:53, 8:55 dan 9:55 pagi.

Selamatkan rakyat yang terkena bencana tsunami, walaupun harus menempuh jalan yang sulit lagi sukar. Walaupun itu adalah seorang sekalipun, selamatkan! ujarnya berapi-api.

Melihat semangat dan kesungguhan wajah-wajah anggota pemadam kebakaran ini, jadi teringat wajah-wajah para pilot Jepang yang siap berkamikaze dalam era kekalahan perang dunia kedua tahun 1945. Mereka berani menjadi tumbal dan mati demi bangsanya.

Aku tidak ingin membandingkan dengan kondisi negaraku (Indonesia), karena bangsa epang dibangun sudah sekitar 400 tahun yang lalu. Yaitu dimulai dari jaman Edo. Dan semua orang sudah tahu jawabannya tentang Indonesia.

Yang pasti aku tidak ingin menulis kalimat kekecewaan di dalam tulisan ini.

Ada teman-temanku dari negera Jepang di kantor, yang sedikit tidak puas dengan penanganan bencana tsunami ini. Mereka mengkritik pemerintahannya yang masih dirasakan lambat penanganannya.

Akan tetapi mereka tidak tahu, dan tidak sadari bahwa ada gelombang tsunami yang lebih dahsyat dari itu. Di mana gelombang tsunami membuat jatuh hati masyarakat dunia kepada Jepang!

Dan biasanya,  bangsa yang jatuh akan selalu belajar dari pengalaman buruk yang menimpanya. Kita sudah beberapa kali tertimpa musibah, sebagaimana hal nya Jepang. Mengapa kita tak meniru spiritnya?*/ Yusuf Muhammad Efendy, tinggal di San Francisco, Amerika

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FPI Bantah akan Bubarkan Kelompok Musik Underground
Tulisan selanjutnya 38 Jemaat Ahmadiyah Kecamatan Cisurupan Bertobat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’

Berita
8 Juni 2026 09:20
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?