Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Cerita Lain Tentang TKW di Saudi

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 24 April 2011 13:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemberitaan di media tentang para tenaga kerja wanita yang merantau ke luar negeri sebagai pembantu rumah tangga, terutama Arab Saudi, didominasi kisah memilukan seperti penganiayaan dan pembunuhan. Namun sebenarnya banyak kisah lain yang belum kita dengar, terutama cerita dari warga Saudi sendiri yang menjadi majikan mereka.

Besarnya jumlah pembantu rumah tangga yang melarikan diri dari majikan menyebabkan banyak masalah yang tidak terkisahkan, termasuk beban malu sosial dan tambahan beban keuangan bagi keluarga Saudi.

“Mempekerjakan pembantu membutuhkan biaya banyak, dengan ongkos hingga 15.000 riyal [sekitar 34,5 juta rupiah]. Ini termasuk biaya perekrutan, tiket pesawat dan visa,” kata Abu Faisal, seorang manajer perekrutan TKW di Jeddah.

“Jika pembantu melarikan diri, majikan kehilangan semua uang yang telah mereka keluarkan untuknya.”

Ada beberapa alasan pembantu melarikan diri, tapi menurut Faisal, karena kebanyakan dari para pembantu itu serakah dan berusaha mencari pekerjaan di rumah lain untuk menghasilkan uang lebih banyak.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

“Banyak pembantu yang melarikan diri dari majikannya begitu ia sampai di Kerajaan [Saudi], karena mereka tahu pasti akan mendapat pekerjaan, sebab orang selalu membutuhkan pembantu,” kata Faisal.

“Mereka mengetahui hal ini, dan bahkan merencanakan pelariannya sebelum tiba di sini. Kadang mereka mengaturnya bersama teman-temannya untuk memastikan akan dapat gaji yang lebih baik,” tambah Faisal.

“Mereka hanya perlu seseorang untuk merekrut dan membayarkan visa serta tiketnya. Sesampainya di sini mereka mulai mencari-cari pekerjaan dengan gaji yang lebih baik.”

Para pembantu yang melarikan diri menuduh majikan sebelumnya melakukan penganiayaan.

“Pembantu saya orang Indonesia suatu kali mengatakan bahwa temannya sedang mencari pekerjaan. Saya memintanya untuk membawanya, agar bisa saya pekerjakan. Ketika ia datang, saya bertanya tentang pekerjaannya terdahulu dan mengapa ia kabur. Dia kemudian mengatakan bahwa majikannya tidak memberikan makanan yang cukup dan tidak membayar gajinya,” kata Moneera Al-Qahtani, seorang istri dan ibu rumahtangga.

“Ketika ia mengatakan siapa nama majikannya saya tahu dia berbohong, karena majikannya adalah sepupu saya. Kemudian saya ketahui bahwa ia bekerja di sana hanya dua hari, sebelum akhirnya melarikan diri,” imbuh Al-Qahtani.

Para majikan yang kecewa tidak lagi mau merekrut pembantu dari luar Kerajaan, melainkan mencarinya di dalam negeri.

“Saya tidak akan lagi mengeluarkan uang sebanyak itu, kalau tahu pembantu saya akan kabur dan bahkan membuat saya keluar uang lebih banyak,” kata Nahed Ibrahim.

“Sudah beberapa tahun ini saya minta teman dan keluarga untuk mencarikan pembantu. Saya tidak peduli apakah mereka ilegal atau tidak punya iqama [semacam izin tinggal dan bekerja]. Pokoknya saya tahu rumah saya bersih dan gaji pembantu tidak lebih dari 1.000 riyal per bulan,” papar wanita bekerja itu.

“Saya punya pengalaman buruk dengan para pembantu yang melarikan diri, meskipun saya memperlakukannya seperti putri saya sendiri. Saya tidak tahu mengapa mereka begitu terburu-buru ingin pergi, bahkan ketika saya katakan pada mereka bahwa saya tidak akan menahannya jika mereka nantinya ingin keluar. Saya hanya minta mereka agar memberitahu lebih dulu, sehingga saya bisa mencari gantinya,” cerita Nahed Ibrahim.

Salah satu majikan melihat para pembantu itu sebagai ancaman bagi keamanan dan kehidupan pribadi mereka.

“Semua orang di Kerajaan melihat seakan-akan kami ini busuk dan cabul. Sebab mereka pikir para pembantu kami melarikan diri karena kami melecehkannya dan tidak memberikan mereka makanan yang cukup. Mereka tidak tahu bahwa kami yang sebenanrya menderita, karena membiarkan orang asing masuk dan menggeledah rumah kami,” kata Khoulud Badr, seorang guru SMA.

“Setelah beberapa tahun, baru saya tahu bahwa pembantu saya bekerja sampingan sebagai pelacur, menawarkan pelayanannya kepada para sopir di lingkungan tempat tinggal kami. Ini sangat menakutkan, karena saya punya dua anak perempuan yang masih muda dan tidak aman meninggalkan mereka sendiri di rumah. Masalahnya menurut saya begini: Bagaimana Anda bisa memastikan bahwa pembantu Anda bukan seorang psikopat atau seorang pembunuh? Kita tidak berpikir tentang hal ini, kita hanya peduli dengan pekerjaannya,” tambah ibu guru itu.

Menurut jurubicara polisi Jeddah Letnan Satu Nawaf Al-Buoq, polisi hanya bisa menangkap pembantu rumah tangga yang dituduh melakukan tindak kriminal, bukan melarikan diri.

“Menurut peraturan, polisi tidak diperbolehkan terlibat dalam pencarian para pembantu yang melarikan diri dari majikannya. Kami hanya campur tangan jika si majikan menuduh pembantunya mencuri atau melakukan tindak kriminal lain,” papar Al-Buoq. “Kemudian kami menghubungi Departemen Paspor untuk bersama-sama melakukan pencarian terhadap tersangka.

Sayangnya, Arab News yang mengangkat cerita ini (22/4), tidak berhasil menghubungi Departemen Paspor untuk meminta keterangan lebih lanjut.*

Keterangan foto: Kolong Jembatan Kandarah dikenal sebagai tempat tinggal para tenaga kerja wanita yang melarikan diri dari majikannya.

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Angin Perubahan akan Sampai ke Iran
Tulisan selanjutnya Sai Baba Meninggal Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?