Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Barat Khawatirkan Tumbuhnya Sikap Anti-Barat di Mesir

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 27 April 2011 10:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari separuh warga Mesir menginginkan kesepakatan damai dengan Israel, melalui Perjanjian Camp David 1979, diakhiri. Hal itu terungkap dari sebuah jajak pendapat yang dilakukan lembaga riset Amerika Serikat, Pew Research Center.

Dirilis cbsnews, Selasa (26/4), jajak pendapat tersebut mengungkap bahwa sebenarnya kesepakatan damai dengan Israel yang dibuat mendiang Presiden Anwar Sadat, tak bisa diterima mayoritas rakyat Mesir.

Berdasarkan kesepakatan itu, Mesir menjadi negara Arab pertama yang mengakui sekaligus bersabahat dengan Israel. Sebaliknya, Mesir mendapatkan lagi wilayah Semenanjung Sinai yang direbut Israel pada perang 1967. Pada 1981, Sadat terbunuh, dan ia digantikan Hosni Mubarak yang selama 30 tahun berkuasa membawa hubungan Mesir-Israel ke tingkat yang sangat dekat, nyaris sebagai sekutu.

Dengan tergulingnya Mubarak pada 11 Februari lalu, Barat memang mengkhawatirkan tumbuhnya sikap anti-Barat di Mesir, dan hal itu terbukti dari jajak pendapat.

Menurut jajak pendapat itu, hanya 36 persen responden yang setuju kesepakatan damai dengan Israel dipelihara, berbanding dengan 54 persen yang memilih perjanjian itu diakhiri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jajak pendapat melibatkan 1.000 responden dan dilakukan pada 24 Maret hingga 7 April.

Tolak Zionis

Pasca jatuhnya Husni Mubarak diperkirakan kedekatan Israel dan Mesir akan berubah haluan. Kini, banyak warga Mesir tak menginginkan pemerintahnya dekat dengan Negeri Zionis tersebut. Televisi al-Alam Hari Sabtu,  16 April melaporkan, rakyat Mesir berkumpul di depan konsulat Zionis di kota Iskandariyah, Mesir utara, dan menekankan pemutusan hubungan dengan Tel Aviv serta pengusiran dubes ilegal itu dari Kairo.

Para demonstran dengan slogan-slogannya menyuarakan dukungannya terhadap rakyat tertindas Palestina. Sejumlah aksi demo anti-Israel digelar rakyat Mesir pasca tergulingnya Presiden Husni Mubarak. Pekan lalu juga terjadi aksi serupa di depan kedutaan besar Israel di Kairo.

Sebelumnya, Perdana Menteri Mesir Essam Sharaf meminta revisi semua kontrak yang terkait dengan ekspor gas alam ke luar negeri, terutama pada Zionis-Israel.

Sharaf mengatakan  revisi yang direncanakan Kairo akan menambah pendapatan Mesir tiga hingga empat miliar dolar. Sebagaimana banyak ditulis media, Husni Mubarak telah menjual gas alamnya ke Israel dan beberapa negara Barat dengan harga rendah. Tel Aviv akan sangat terpukul dengan keputusan Kairo yang sebelumnya memasok sekitar 40 persen kebutuhan gas Israel.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Membaca Relevansi NII dan Gerakan De-Radikalisasi
Tulisan selanjutnya Amerika Gelontorkan 25 juta Dolar untuk Pemberontak Libya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?