Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rusia Dikabarkan Bunuh Mujahidin Chechnya

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate:
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 5 Mei 2011 15:40
Bagikan
Foto: thecornfieldonline
Bagikan

Hidayatullah.com–Pasukan keamanan Rusia dikabarkan telah menewaskan seorang mujahidin utama di Chechnya yang mengkoordinasi mujahidin asing di Kaukasus Utara, demikian kata Komite Anti-Teror Nasional, Rabu (4/5).

Mujahidin bernama Doger Sevdet itu adalah seorang warga Turki yang memiliki julukan Abdullah Kurd dan “utusan Al-Qaidah di Kaukasus Utara”, kata komite itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan kantor-kantor berita Rusia.

Pernyataan itu mengatakan bahwa Sevdet, yang tiba di kawasan itu pada 1991, mengambil bagian dalam perencanaan banyak aksi teror dan serangan terhadap anggota pasukan keamanan dan publik.

Sevdet, yang lahir pada 1977, dan mujahidin rekannya dari Dagestan, tewas pada Selasa dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Rusia di daerah Vedesnk, Chechnya, kata pernyataan itu.

Mujahidin itu tewas dua pekan setelah Rusia membunuh seorang mujahidin penting lain, dari Saudi yang dikenal sebagai Moganned dalam apa yang disebut analis sebagai salah satu keberhasilan keamanan terbesar di kawasan itu selama beberapa tahun ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kematian Sevdet itu juga diumumkan setelah pembunuhan pemimpin global Al-Qaidah Usamah bin Ladin oleh pasukan AS di Pakistan yang disebut Kremlin sebagai “keberhasilan serius dalam perang melawan terorisme internasional”.

Pada 18 April, pasukan keamanan Rusia membunuh seorang pemimpin pejuang Muslim yang mendalangi serangan-serangan di Kaukasus Utara dan Moskow.

Kantor-kantor berita Rusia mengutip Komite Anti-teror Nasional (NAK) yang mengatakan, pasukan keamanan menembak mati Israpil Validzhanov dan tiga rekannya di Dagestan, provinsi sebelah timur Chechnya, sebuah wilayah perang.

Validzhanov adalah wakil utama di Dagestan untuk pemimpin gerilya Kaukaus Utara, Doku Umarov, yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di bandara terpadat Moskow pada Januari yang menewaskan 37 orang.

“Pasukan khusus bersama aparat penegak hukum membunuh empat anggota aktif, termasuk pemimpin pejuang Dagestan, Israpil Validzhanov,” kata kantor berita pemerintah RIA mengutip NAK.

Validzhanov, yang di kalangan mujahidin dikenal sebagai Amir Khasan, menjalani pelatihan pada 1998 di sebuah kamp mujahidin di Chechnya, di mana ia memerangi pasukan Rusia yang memasuki wilayah itu pada tahun berikutnya pada bagian kedua dari dua perang sejak 1994, kata NAK.

Komite itu menambahkan, Validzhanov juga bertanggung jawab atas puluhan serangan sejak perang mereda satu dasawarsa lalu.

Rusia telah lama menghadapi perlawanan pejuang Muslim di wilayah selatan negara itu.

Pada 24 Januari, seorang penyerang bom bunuh diri dari Kaukasus Utara menewaskan 37 orang di bandara terbesar Moskow, Domodedovo.

Moskow berulang kali dilanda serangan pada tahun lalu yang dituduhkan pada pejuang-pejuang Muslim dari wilayah Kaukasus Utara.

Dua pemboman yang dilakukan dua wanita penyerang bunuh diri di metro Moskow pada 29 Maret 2010 menewaskan 40 orang dan melukai lebih dari 100.

Perlawanan berkobar di Kaukasus Utara yang berpenduduk mayoritas Muslim, di mana para mujahidin ingin lepas dari penjajahan pasukan Rusia.

Kremlin hingga kini masih berusaha mengatasi pejuang Muslim di Kaukasus, satu dasawarsa.

Dagestan, yang terletak di kawasan pesisir Laut Kaspia, telah menggantikan wilayah-wilayah tetangganya sebagai pusat kekerasan di Kaukasus Utara yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Dagestan berbatasan dengan Chechnya di Kaukasus Utara, di mana Rusia kewalahan menghadapi pejuang Muslim, dan provinsi yang berpenduduk mayoritas Muslim itu seringkali dilanda serangan dengan sasaran aparat penegak hukum dan pejabat pemerintah.

Serangan-serangan itu telah membuat Kremlin berjanji menumpas mujahidin di Kaukasus Utara. Wilayah tersebut dilanda perlawanan mujahidin sejak dua perang pasca-Sovyet terjadi di Chechnya antara pasukan pemerintah dan pejuang Muslim, demikian AFP melaporkan.*

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus Usamah Makin Memperburuk Hubungan AS-Pakistan
Tulisan selanjutnya ABSINDO Sediakan Kredit untuk TKI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?