Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Ratko Mladic “Tuhan Serbia” Penjagal Muslim Bosnia (Bagian 2)

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 7 Juni 2011 23:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Berbeda dengan Radovan Karadzic presiden pertama Republika Srpska (negara yang didirikan etnis Serbia dengan wilayah mencakup sebagian Bosnia-Herzegovina) yang menyamarkan dirinya sedemikian rupa hingga terlihat sangat berbeda, Mladic tidak menggunakan penyamaran apapun saat ditangkap. Bahkan berdasarkan foto-foto yang beredar di media, dia tampak bersosialisasi secara bebas dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk menghadiri pesta dan berdansa. Ratko Mladic masih dilindungi banyak orang. Milorad Komadic. Itulah nama yang dipakai Ratko Mladic saat berada dalam pelarian, sebelum akhirnya ditangkap pemerintah Serbia akhir Mei lalu.

Awal April 2011, istrinya Bosiljka dihadapkan ke pengadilan dengan tuduhan memiliki senjata ilegal. Ia berdalih bahwa senjata-senjata itu adalah milik suaminya, yang diyakininya telah meninggal dunia. Di pengadilan Nyonya Mladic mengatakan suaminya meninggalkan rumah sejak tahun 2001, saat sekutunya mantan Presiden Serbia Slobodan Milosevic ditangkap dan diekstradisi ke Den Haag untuk diadili.

Sebelumnya pada Juni 2010, keluarga Mladic berusaha mendapatkan pernyataan dari pengadilan bahwa Ratko Mladic sudah meninggal dunia.

Tahun 2008, setelah sejawatnya penganut Kristen Orthodoks Radovan Karadzic ditangkap, Mahkamah Kejahatan Internasional mengisyaratkan bahwa Ratko Mladic adalah target penangkapan selanjutnya. Namun selama beberapa tahun tidak jua ada tanda-tanda Mladic akan segera dibekuk, sebuah foto yang diyakini dibuat setelah tahun 2008 (sesudah Karadzic ditangkap) menjadi bukti bahwa Mladic bebas bertamasya bersama istrinya.

Balas dendam pada kaum Muslim?

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Ratko Mladic yang dilahirkan pada 12 Maret 1942 di Bozinovci, selatan Sarajevo termasuk wilayah Bosnia-Herzegovina, sangat dendam kepada umat Muslim. Paul Martin, wartawan BBC yang pernah mewawancarainya dan diajak berkeliling oleh Mladic, bisa menyimpulkan bahwa perang Serbia terhadap Muslim Bosnia yang dilakoninya merupakan sebuah perang balas dendam.

Maka dibawah komando Ratko Mladic, hanya dalam beberapa hari di mulai tanggal 11 Juli 1995, pasukan Serbia membantai tidak kurang dari 8.000 pria dan anak-anak laki Muslim Bosniak di kota Srebrenica, kota yang kala itu di bawah perlindungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Selama perang 1992-1995, tidak kurang dari 20.000 perempuan Muslim termasuk yang masih anak-anak, diperkosa secara massal dan sistematis. Sebagian diperkosa di kamp-kamp konsentrasi. Sebagian lain sengaja dinodai di depan suami, anak-anak dan keluarga mereka sebagai bentuk teror dan intimidasi.

Pembantaian massal Muslim Bosnia oleh orang-orang Serbia selama dua tahun setengah mencapai lebih dari 110.000 orang. Itu yang berhasil dihitung. Lebih dari 1,8 juta orang Bosniak kehilangan harta dan tempat tinggalnya

Jangan ditanya berapa besar kerugian material Muslim Bosnia. Jangan tanya pula tentang betapa pedihnya penderitaan batin mereka akibat penyiksaan, pemerkosaan, pembunuhan dan penistaan atas harga diri dan agama mereka.

Radovan Karadzic menunjuk Mladic sebagai pemimpin tertinggi pasukan Serbia melawan Muslim Bosnia sejak awal perang dimulai.

Saat ditanya Paul Martin siapa yang memberi komando dan siapa yang menerima komando antara Karadzic dan dirinya, Mladic dengan sombong berkata, “Saya yang melapor padanya, tapi saya yang mengomandoi semua pertempuran dalam perang ini.”

Kepongahan pria berdarah dingin tersebut, yang diakui harus darah oleh orang-orang terdekatnya, tidak hanya sampai di situ.

Suatu saat waktu helikopternya akan mendarat, ia memberi perintah kepada petugas pemantau lalulintas bandara untuk membersihkan landasannya. Dia berteriak, “Ini yang berbicara Ratko Mladic, tuhan (orang) Serbia.”

Penduduk kota Sarajevo, ibukota Bosnia Herzegovina, yang mengalami pengepungan dan serbuan pasukan Serbia pasti tidak akan pernah melupakan teriakan Ratko Mladic. Si Penjagal Muslim Bosnia yang memberi komando tentara Palangis Serbia itu dengan lantang memberi perintah: “Bumi hanguskan dan hancurkan!”

Slobodan Milosevic sudah mati di penjara saat menunggu sidang pengadilan tahun 2006, Radovan Karadzic sudah ditangkap dan sedang diadili, Ratko Mladic akan dihadapkan kembali di pengadilan Juli mendatang, namun bukan berarti tragedi dan sejarah pembantaian Muslim oleh musuh-musuh Islam di Bosnia bisa dinyatakan berakhir. Korban nyawa pembantaian Muslim Bosnia oleh orang-orang Serbia adalah tragedi kemanusiaan yang terbesar hingga saat ini sejak Perang Dunia II. Orang-orang Bosniak, dibantai hanya karena satu alasan, sebab mereka menyakini satu kalimat laa ilaaha illallah.*

Bagian ke-1

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimold migratetuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Album Lady Gaga Dilarang Beredar di Lebanon
Tulisan selanjutnya Kelompok Bersenjata Bunuh 80 Polisi di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?