Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Prancis Tuduh Opus Dei Lalukan ‘Cuci Otak’

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 3 Juli 2011 11:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Istilah “cuci otak” tak hanya ada pada NII KW-9, kalangan kristen juga ada. Seorang wanita asal Prancis menuntut Opus Dei yang dia anggap sudah mencuci otaknya untuk dijadikan pembantu.

Catherine T, yang identitasnya masih dirahasiakan oleh keluarganya, mengatakan ia bergabung dengan sebuah sekolah perhotelan di sebelah tenggara Prancis pada tahun 1985, saat dirinya masih berusia 14 tahun.

Ia kemudian mengetahui kalau sekolah tersebut dikelola oleh rekanan Opus Dei, demikian laporan AFP.

Ia mengatakan dirinya dipaksa untuk mengambil sumpah dan dijadikan pembantu yang pada hakekatnya tanpa bayaran.

Dalam pernyataannya Opus Dei menanggapi bahwa organisasi tersebut “tidak terlibat dalam tuduhan yang disampaikan” dan “merasa tidak bersalah.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Mereka menugaskan seorang ‘tutor’ bagi saya, yang sebenarnya adalah semacam seorang instruktur kesadaran,” kata Caherine kepada AFP.

“Saya masuk ke dalam sistem…Yang dilarang untuk dibicarakan dengan orangtua.”

Ia mengatakan kelompok tersebut mewajibkannya untuk mengambil sumpah ketaatan, kemiskinan, dan kemurnian dan selama 13 tahun berikutnya dia diberi pekerjaan bersama organisasi-organisasi yang disebut pengacaranya Rodolphe Bosselut terkait dengan Opus Dei.

Menurut Catherine, dirinya dipaksa bekerja selama 14 jam, tujuh hari seminggu, membersihkan rumah dan menyediakan makanan. Staf membayar gajinya tapi kemudian meminta kembali uang dari dia dengan cara menandatangani cek kosong, yang semestinya uang itu digunakan untuk membayar kamar dan penginapan.

Opus Dei, sebelumnya dikenal dengan Prelature of the Holy Cross and Opus Dei, adalah sebuah struktur Gereja Katolik Roma. Opus Dei didirikan pada 2 Oktober 1928, oleh imam Spanyol Josemaría Escrivá. Tujuan prelature ini adalah untuk turut menyumbang dalam misi penyebaran ajaran gereja dengan menyebarkan pesan bahwa setiap orang dipanggil untuk menjadi seorang santo/santa dan seorang rasul.
Opus Dei mendorong umat Kristiani dari seluruh kelas sosial untuk hidup secara konsisten dalam kepercayaan mereka di tengah keadaan biasa dari hidup mereka.

Meskipun memiliki dukungan banyak pemimpin Katolik di seluruh dunia, Opus Dei telah dikritik di beberapa bagian selama sejarahnya, dan digambarkan oleh beberapa pengamat sebagai salah satu organisasi paling kontroversial dalam Gereja Katolik.*

Foto: pendiri Opus Dei, Josemaría Escrivá

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pembangunan RS INDONESIA di Gaza Capai 20 persen
Tulisan selanjutnya Din: Akhiri Kontroversi Fatwa BBM Bersubsidi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?