Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sadap Telepon, Tabloid Rupert Murdoch Tutup

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 8 Juli 2011 05:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kejayaan tabloid mingguan terkemuka News of the World milik Rupert Murdoch ternyata tidak lepas dari perbuatan curang, antara lain penyadapan telepon orang-orang yang ditampilkan berita atau profilnya dalam koran itu.

News of the World yang telah berjaya selama 168 tahun akhirnya mencetak edisi terakhir yang akan terbit Ahad besok. Tindakan dramatis itu diumumkan pada Kamis (07/7) oleh James Murdoch pemilik utama perusahaan penerbitnya, News International, yang tak lain merupakan pewaris kekayaan Rupert Murdoch.

Di Inggris, keluarga Rupert Murdoch juga memiliki media penerbit Sun, Times dan Sunday Times.

Sekitar 4.000 figur yang dimunculkan tabloid mingguan News of the World ternyata menjadi korban penyadapan telepon yang dilakukan oleh penyelidik, reporter dan redaksi tabloid.

Dalam pernyataannya James Murdoch seakan ingin membela diri, dengan mengatakan bahwa pihaknya gagal mengetahui ketidakberesan yang terjadi di tubuh pengelola tabloid itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun 2007 reporter mereka Clive Goodman dan seorang penyelidik swasta yang disewa Glenn Mulcaire dijatuhi hukuman penjara karena terlibat penyadapan telepon ilegal.

Namun perbuatan kotor itu selalu disangkal oleh pengelola. Mereka bilang cara-cara iegal itu tidak menyebar dan hanya dilakukan dan melibatkan segelintir oknum.

Perbuatan busuk itu ternyata tidak sekedar menyadap telepon, dan tidak lagi bisa disembunyikan. Diketahui kemudian bahwa News of the World membayar polisi untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Telepon yang mereka sadap tidak terbatas milik politisi dan selebritis, tetapi juga korban tindak kejahatan.

Milly Dowler, remaja korban penculikan dan pembunuhan tahun 2002 pun tidak lepas dari penyadapan News of the World. Demikian pula keluarga korban bom bunuh diri kereta bawah tanah di London tahun 2005.

Lebih tidak terpuji lagi, penyelidik News of the World ditengarai sengaja menghapus rekaman pesan suara milik Milly Dowler, sehingga seakan memberikan harapan kepada keluarga bahwa putri mereka masih hidup.

Sebagai akibat kecurangan tabloid itu, sejumlah perusahaan Inggris terkemuka menarik kontrak iklan mereka di News of the World dan juga koran milik Murdoch lainnya.

Pengambilalihan kontrol penuh atas satelit BSkyB oleh Murdoch, yang sekarang sahamnya sudah dikuasai 39%, juga terkendala. Kabarnya Menteri Kebudayaan Inggris Jeremy Hunt meminta agar kesepakatan itu ditunda.

Rupert Murdoch pernah meramalkan dan sangat yakin bahwa media massa cetak di era digital akan menghadapi masa depan yang suram. Ternyata ia meramalkan nasib bisnisnya sendiri.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WHO: Pasang Gambar Seram di Bungkus Rokok
Tulisan selanjutnya Ulama Saudi Minta Umat Islam Indonesia Tidak Alergi Teknologi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?