Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Satu Dari Enam Pendeta Belanda Atheis

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Agustus 2011 10:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah laporan yang mengejutkan baru-baru ini menyatakan bahwa satu dari enam pendeta di Gereja Protestan Belanda dan enam denominasi lain adalah seorang ateis atau agnostik.

Dalam studi yang dirilis oleh Free University of Amsterdam gereja digambarkan lebih mirip pasar ide di mana Orang (Hamba Tuhan)bebas memilih pengajaran atau doktrin apa saja yang diyakini, termasuk Atheis atau Agnosis sekalipun.

Salah satunya adalah Klaas Hendrikse, Pendeta yang memimpin sebuah gereja di Gorinchem ini bahkan pernah menulis sebuah buku berjudul Percaya pada Tuhan Yesus yang tidak ada.

Setelah menemukan bahwa pandangannya sangat luas, denominasi memutuskan untuk memecatnya. Alih-alih memecat Hendrikse dan melindungi jemaat dari pengajaran sesat, Klaas Hendrikse justru tak pernah dijatuhi sangsi oleh gereja.

Parahnya saat diwawancara oleh BBC, pendeta Hendrikse juga menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah “kata untuk pengalaman, atau pengalaman manusia” dan Yesus mungkin tidak pernah ada.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Secara pribadi saya punya bakat untuk percaya pada kehidupan setelah kematian,” ujarnya.

Sedang pendeta lain di gereja yang sama, Kirsten Slattenaar, percaya bahwa Yesus adalah “orang khusus” tetapi ia bukan Tuhan.

Di gereja lain di Amsterdam, salah satu pembantu-nya, Rikko Voorberg, bahkan mengatakan perlunya bagi gereja untuk beradaptasi dengan masyarakat postmodern.

Ia meminta gereja mewaspadai perkembangan yang terjadi di masyarakat dan berharap agar mereka tidak berubah dari agama Kristen.

“Anda tidak dapat mengkhotbahkan surga dengan cara yang sama seperti yang Anda lakukan hari ini 2.000 tahun yang lalu, dan kita harus berpikir lagi apa yang kita dapat. Kita menggunakan kata-kata yang sama dan mengatakan sesuatu yang sama sekali berbeda,” ujarnya

“Ketika kita mendapatkan orang-orang masuk Gereja namun melemparkan Yesus Kristus dari Gereja, maka kita telah kehilangan inti dari kekristenan,” ujar Sytse de Jong, wakil walikota Staphorst.

Nampaknya, tantangan terberat gereja bukan datang dari luar dengan segala tekanan, penganiayaan. cemoohan dan tindakan diskrimintaifnya, tapi justru dari dalam. Pendeta seharusnya menghantarkan jemaat pada iman yang benar justru menggiring “domba gembalaannya” untuk meragukan Tuhan mereka sendiri. *

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Taqwa dan Bahagia”
Tulisan selanjutnya Lima Pola Asuh Baru untuk Perkembangan Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?