Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika-Israel Kompak Halangi Kemerdekaan Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 September 2011 09:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat (AS) sering mengaku kampiun demokrasi dan membawa misi perdamaian dunia. Tapi, kesan ini sering bertolak belakang di lapangan.

Fakta terbaru ketika lebih dari 100 negara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat berdasarkan perbatasan tahun 1967. Justru Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Washington akan berjuang mati-matian untuk menggagalkan langkah Otoritas Palestina.

Ancaman AS dan Israel datang di saat beberapa negara anggota Dewan Keamanan PBB, yang juga punya hak veto, telah menyuarakan dukungan mereka atas usulan Palestina.

Sebagaimana diketahui, dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-66 pada tanggal 20 September mendatang, akan memberikan suara kepada negara Palestina.

Namun Washington dalam pernyataannya hari Rabu (14/09/2011), mengumumkan mereka dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas sebagai bagian dari upaya mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Misi oleh utusan Amerika untuk Timur Tengah, David Hale, dan penasihat senior Gedung Putih, Dennis Ross, tampaknya menjadi bagian “rekayasa” untuk mencegah rakyat Palestina dari memburu untuk meningkatkan status mereka di PBB bulan ini.
“Satu-satunya cara mendapatkan solusi langgeng adalah melalui negosiasi langsung antara para pihak dan jalan yang terletak antara Yerusalem dan Ramallah, bukan di New York,” papar Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton kepada wartawan, Selasa lalu di Washington.

Sebelumnya, AS juga terang-terangan akan menghambat upaya Palestina merdeka dan mengancam akan menveto segala upaya yang dilakukan untuk pengakuan negara Palestina di PBB.

“Seharusnya bukan lagi kejutan bagi siapa pun di ruangan ini bahwa AS menentang gerakan Palestina untuk mendirikan negara. Upaya itu hanya bisa dicapai lewat negosiasi,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, Kamis (8/09/2011) pekan lalu, dalam sebuah keterangan pers yang dikutip Voice of Amerika (VoA).

“Jadi ya, jika gerakan itu mengarah pada pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB, AS pasti akan memveto,” imbuhnya.

Senada dengan Amerika, Perdana Menteri Zionis-Israel Benjamin Netanyahu mengatakan rencana Palestina untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara merdeka di PBB akan sia-sia.

Pernyataan Netanyahu ini menanggapi pidato Presiden Palestina Mahmud Abbas di Tepi Barat hari Jumat lalu, di mana ia berbicara mengenai upaya untuk mendapat pengakuan penuh sebagai negara merdeka di PBB minggu depan, dalam pidato yang disiarkan hari Jumat (16/09/2011) di Ramallah, Tepi Barat.

Amerika juga memperingatkan, jika Palestina mengajukan usul kemerdekaan itu ke Dewan Keamanan PBB, negeri Paman Sam ini akan menggunakan hak vetonya. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikaold migrateZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Selamat Jalan Sang Ustadz Teladan”
Tulisan selanjutnya Perkosaan, Rok Mini dan Bang Napi!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?