Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

Belajar Bahasa Isyarat untuk Bantu Tuna Rungu Belajar Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juli 2013 05:27 5:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juli 2013 05:27
Bagikan
Sekitar 400.000 Muslim Chicago ikut memeriahkan Ramadhan tahun ini
Bagikan

Hidayatullah.com–Global Deaf Muslim, demikian nama organisasi itu, berusaha menggalang penderita cacat pendengaran untuk terlibat dalam berbagai kegiatan Islamik dan menyebarkan ajaran Islam sebagaimana tersurat dalam kitab suci al-Quran.  

Di salah satu ruang di Masjid Muhammad, Baltimore, Maryland, Hijrah Hanif, sedang mengajar bahasa isyarat kepada sekelompok orang. Ini bukan sekadar bahasa isyarat untuk bahasa Inggris, melainkan juga bahasa Arab.    

Hamid adalah segelintir kecil aktivis yang mendukung aktivitas Global Deaf Muslim, sebuah organisasi yang bertujuan memberdayakan para penyandang tuna rungu. 

Organisasi yang berkantor pusat di Bethesda, Maryland ini semakin gencar mengajak Muslim Amerika untuk belajar bahasa isyarat, sehingga bisa menjadi penerjemah bagi para penyandang tuna rungu di berbagai kegiatan Islamik.

Sarah Kalimullah, mahasiswa dari  Georgetown University, termasuk salah seorang yang aktif mengkampanyekan ini. 

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

“Sekitar 90 persen kegiatan Muslim di Amerika tidak menyediakan penerjemah bahasa isyarat. Kebanyakan penyandang tuna rungu di berbagai negara bagian Amerika tidak mendatangi kegiatan-kegiatan Muslim karena tidak ada penerjemah. Saya berharap apa yang dilakukan Global Deaf Muslim ini bisa terus berkembang,” ungkap Sarah dikutip .voaindonesia.com.

Memperbanyak penerjemah bahasa isyarat selalu menjadi target Global Deaf Muslim dari tahun ke tahun. Menurut Kalimullah, hingga saat ini berbagai kegiatan Islamik sangat jarang didukung penerjemah, sehingga jarang dikunjungi Muslim penyandang tuna rungu. Kenyataan ini bukan karena ketiadaan dana, melainkan kekurangan sumber daya. Dewasa ini, katanya, di Amerika, jumlah penerjemah bahasa isyarat yang Muslim atau yang memahami Islam masih terbatas.

Kalimullah mengatakan, Muslim penyandang tuna rungu, seperti halnya tuna rungu lain dan keluarga mereka, sering menghadapi masalah. Tidak jarang orangtua tidak memahami bahasa isyarat, sehingga anak mereka menjadi terisolasi. Sistem pendidikan juga sering mengasumsikan bahwa mereka yang memiliki masalah pendengaran dan mereka yang normal belajar dengan cara yang sama. Padahal, menurut Kalimullah, karena para penyandang tuna rungu tidak dididik dengan semestinya, mereka seringkali terbelakang.

Global Deaf Muslim cukup aktif menggelar berbagai kegiatan. Dari waktu ke waktu, organisasi yang didirikan sejak tahun 2005 ini mengadakan seminar, lokakarya dan konferensi untuk mengungkapkan kebutuhan dan kondisi para Muslim yang tuna rungu kepada para imam, orangtua dan cendekiawan agama. Kegiatan itu juga biasanya digunakan untuk membahas masalah-masalah yang dianggap penting bagi mereka.

Sesuai nama yang disandangnya,  juga memfasilitasi komunikasi antara Muslim penyandang tuna rungu di berbagai penjuru dunia untuk membantu mereka bertukar pengalaman dan memperkokoh iman dan persaudaraan umat Islam.

Global Deaf Muslim juga mengkoordinasikan kegiatan dan menyediakan sumberdaya untuk mendidik penyandang tuna rungu sehingga mereka dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Islam dan tetap produktif sebagai anggota masyarakat.   Organisasi ini contohnya sedang merundingkan isyarat tangan universal untuk kata-kata dan konsep-konsep yang hanya eksis dalam Islam dan membuat video yang menarasikan al-Quran dalam bahasa isyarat. 

Menurut Sarah Kalimullah, dengan memanfaatkan komunikasi sebagai alat, Global Deaf Muslim dapat menciptakan  suasana yang inklusif dimana Muslim penyandang tuna rungu dan Muslim yang dapat mendengar dapat memahami satu sama lain,  sehingga memperkecil jurang perbedaan di antara mereka.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahasa isyaratGlobal Deaf MuslimMuslimRamadhantuna rungu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Mesir, Orang Baca al-Quran di Mana-mana selama Ramadhan
Tulisan selanjutnya Mensyukuri Tiap Tetes Nikmat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?