Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penonton Fox News Justru Gagap Informasi

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 24 November 2011 07:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Apa tujuan pemirsa televisi menyaksikan saluran berita? Jawabnya tentu saja untuk mendapatkan informasi terbaru tentang sejumlah isu yang sedang marak. Tapi ternyata, pemirsa raksasa saluran televisi berita di Amerika Serikat, Fox News, justru ketinggalan berita dibanding orang-orang yang tidak menonton berita di televisi.

Laman kelompok independen Democracy Now (22/11/2011) melaporkan, sebuah survei baru oleh Universitas Fairleigh Dickinson mendapati bahwa para penonton stasiun televisi berita Fox News kurang mengetahui informasi seputar peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi di dunia, dibandingkan orang-orang yang tidak menonton berita di televisi.

Studi itu menyebutkan, pemirsa Fox News 18 poin lebih rendah pengetahuannya bahwa rakyat Mesir telah berhasil menggusur pemerintahan Husni Mubarak dan bahwa rakyat Suriah belum berhasil menggulingkan pemerintah berkuasa, dibanding orang-orang yang tidak mengikuti perkembangan berita di televisi.

Ini berarti, pengetahuan umum para pemirsa Fox News, lebih buruk daripada orang-orang yang tidak mengikuti perkembangan berita di televisi.

“Hasilnya menunjukkan kepada kita bahwa ada sesuatu terkait menonton Fox News, yang menyebabkan pemirsanya lebih buruk (pengetahuannya) tentang masalah ini, dibanding mereka yang tidak menonton berita sama sekali,” kata profesor Dan Cassino, pakar ilmu politik dari Farleigh Dickinson.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hasil penelitian itu cukup mengejutkan, mengingat pada awal Februari 2011 Fox News dikabarkan berhasil menjaring penonton lebih banyak, sekaligus mengalahkan dominasi saluran televisi berita CNN, terkait berita seputar gejolak yang terjadi di Mesir. Dari hari Senin hingga Kamis pekan pertama bulan Februari 2011, Fox News menjaring 2,5 juta pemirsa pada waktu jam tayang utama dan 1,2 juta pemirsa seharian penuh. Sementara CNN dalam periode yang sama hanya berhasil mendapatkan penonton 959.000 pada jam tayang utama dan 620.000 seharian penuh.

Fox News, seperti halnya CNN, adalah raksasa media elektronik di amerika Serikat yang dikenal sangat anti-Islam dan Arab. Orang-orang yang anti media arus utama, kadang memelesetkan Fox News menjadi “Faux News” (berita palsu/salah), karena menilai pemberitaan yang disajikan saluran televisi milik dan didirikan oleh Rupert Murdoch di tahun 1986 itu kerap ngawur dan tidak berimbang.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inggris Tolak Kehadiran FBI di Olimpiade 2012
Tulisan selanjutnya Presiden Yaman Tandatangani Kesepakatan Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Berita
3 September 2026 09:53
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?