Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Militer Tuding Anak Mesir Dibayar Untuk Lempar Batu

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 20 Desember 2011 20:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Militer Mesir yang menguasai pemerintahan dan juga sebagian aktivis HAM menuduh anak-anak jalanan dibayar untuk memicu bentrokan antara pasukan keamanan dengan para demonstran, lansir Al Mishry Al Yaum (20/12/2011).

Dewan Tertinggi Militer Mesir dalam konferensi pers hari Senin (19/12/2011) menunjukkan rekaman video berisi pengakuan anak-anak, yang diiming-imingi makanan dan uang untuk memicu kerusuhan.

Namun, tuduhan pihak militer itu dibantah oleh Malik Adly, pengacara yang menangani anak-anak yang ditangkap pihak keamanan.

Menurutnya, dalam kerusuhan yang pecah sejak Jum’at pekan lalu, ada 23 anak ditangkap aparat dan tidak ada satupun yang menyebut tentang bayaran untuk ikut berdemonstrasi.

“Mungkin beberapa anak dibayar, tapi hal itu tidak saya dengar dari anak-anak tersebut,” kata Adly, pengacara dari Hisham Mubarak Law Center.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Adly menambahkan, 21 orang dari anak-anak yang yang ditangkap itu sudah dikembalikan kepada orangtua mereka. Sementara 2 anak lainnya, masing-masing berusia 11 tahun, diserahkan ke pihak penuntut kejahatan anak, guna diselidiki lebih lanjut dalam kasus penyerangan terhadap aparat militer.

Seorang sumber dari organisasi perlindungan anak internasional –yang tidak mau disebutkan namanya karena tidak berwenang bicara kepada media– mengatakan bahwa ia meragukan pengakuan yang ditunjukkan pihak militer dalam video.

“Saya tidak percaya SCAF (dewan militer), jadi bagaimana saya yakin pengakuan ini tidak dipaksakan?” katanya.

Anak-anak yang ikut berunjukrasa rupanya geram dituduh mendapat bayaran untuk melakukan aksi lempar batu ke aparat keamanan.

“Saya berpartisipasi, supaya ketika dewasa saya tidak tertindas,” kata Mustafa Al Sayed, bocah berusia 12 tahun kepada Egypt Independent, setelah melempar batu ke barikade tentara di Jalan Qasr Al Aini.

Sayed mengatakan ia ikut unjuk rasa sejak awal. Dia menyangkal dibayar untuk ikut beraksi di sana dan mengaku tidak pernah mendengar ada anak lain yang dibayar untuk melempari aparat dengan batu.

“Mereka bilang begitu karena takut kami akan menghabisi mereka,” katanya, dengan wajah kesal.

“Banyak anak-anak yang ditangkap karena ikut berunjuk rasa, dan saya ingin mengikuti mereka,” katanya lagi.

Pembicaraan Sayed dengan wartawan yang menanyainya terganggu, karena tiba-tiba batu-batu dilemparkan kembali oleh polisi ke arah pengunjuk rasa yang kebanyakan anak-anak.

Sementara itu, aktivis dari Asosiasi Asistensi Pemuda dan HAM Mesir mengatakan percaya sejumlah anak dibayar untuk memicu kekerasan dan menyebabkan kekacauan.

“Ada anak-anak yang benar-benar mendukung revolusi, tapi ada juga lainnya yang bikin masalah,” kata Mahmud Al Badawy, ketua asosiasi itu.

Namun, keyakinan Badawy itu tidak didukung bukti yang kuat. Ia tidak mendapatkan pengakuan langsung dari anak-anak yang berunjuk rasa. Ia hanya mendapatkan informasi dari laporan televisi pemerintah Al Ula, yang mengatakan sekelompok anak-anak ditangkap polisi dan mereka mengaku dibayar 50-100 pound per hari untuk melempar batu.

Badawy yakin kasus seperti itu bukanlah hal yang baru.

Saat terjadi serangan ke Kedutaan Israel pada bulan September lalu, sekelompok pemuda ditangkap dan pemimpin mereka mengaku bahwa ia dibayar 10.000 pound untuk mengajak anak-anak turun ke jalan.

“Pada hari yang sama, sekelompok anak merusak simbol Kementerian Dalam Negeri, sementara para demonstran di Lapangan Tahrir,” kata Badawy.

Anak-anak yang sama, kata Badawy, lalu mendatangi Kedutaan Saudi dan membakar mobil milik kedutaan, kemudian mereka menyerbu Kedutaan Israel.

Badawy tidak memiliki informasi siapa kemungkinan yang membayar mereka. Tapi, ia yakin ada sekitar 15 juta pengikut rezim terdahulu dari Partai Nasional Demokrat –partainya Husni Mubarak– yang punya kepentingan untuk mengacaukan gerakan revolusi di Mesir.

“Dengan membuat kekacauan, mereka ingin menciptakan rasa kangen dengan masa Mubarak berkuasa,” katanya.

Badawy juga mencurigai Dewan Nasional Anak dan Ibu, lembaga pemerintah yang bergerak dalam urusan perlindungan anak dan ibu.

“Mengapa mereka sangat diam dalam masalah ini,” tanya Badawy.

“Kami telah menanyakan SCAF (dewan militer) tentang jutaan dana dari luar negeri yang diterima oleh Dewan Nasional Anak dan Ibu, serta apa yang terjadi dengan program anak jalanan. Tapi kami belum mendapat jawaban,” kata Badawy.

Samah Hussein dari Asosiasi Konsolidasi Sosial Mesir penya pendapat lain.

“Mereka ini anak-anak yang dari 25 Januari mendapati bahwa orang-rang di lapangan Tahrir baik kepada mereka, jadi mereka kembali,” kata Hussein.

“Mereka melempari batu karena mereka ingin mendapatkan hak-haknya. Sebagian ikut serta karena tidak tahu ada hal lain yang lebih baik, lagipula mereka selama ini sudah berada di jalanan.Sebagian lain berada di sana karena mereka mendengar itu adalah tindakan yang benar. Tapi mereka di sana bukan untuk uang,” kata Hussein.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Tetap Putuskan Ambon Tuan Rumah MTQ Nasional
Tulisan selanjutnya Ormas Aceh Tolak Komunitas Punk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Uni Eropa Bendera
Berita

Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Berita
5 September 2026 10:14
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

Terbaru

  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?